Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Alasan untuk tidak membuka percakapan dengan “Apa kabar?”

R.J. Kelly, RICP, MSFS

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Pelajari pertanyaan-pertanyaan yang dapat membantu Anda memperdalam interaksi Anda dengan nasabah.

Mau tahu satu atau dua “pertanyaan ajaib”? Pertanyaan yang dapat mencerahkan suasana perbincangan apa pun?

Begitu banyak orang merasa tertekan, cemas, dan kesulitan untuk mencerna kondisi yang tengah terjadi dengan ekonomi dan pandemi. Akan baik jika mereka melihat gambaran besar dari hal yang sedang terjadi di dunia pada umumnya dan kehidupan pribadi mereka sendiri, dan kemudian menyadari betapa masih ada hal baik di luar sana – bagi mereka dan bagi orang lainnya. Karena itu, daripada menyapa “Apa kabar?” seperti yang biasa terjadi di awal percakapan, cobalah lakukan hal lain. Saya selalu tersenyum dahulu — dan itu penting — kemudian mengajukan tiga pertanyaan ini, satu per satu sesuai urutan:

  • Apa yang membuat Anda bersemangat?
  • Sedang senang melakukan apa?
  • Apa yang Anda nanti-nantikan?

Ketika ketiga pertanyaan ini diajukan, orang akan berhenti dan berpikir sejenak. Senyum mereka mulai mengembang. Apalagi jika Anda tersenyum, mereka akan membalasnya. Lalu mereka akan menjawab, “Pertanyaan yang bagus! Hm, coba saya jawab...” dan mereka akan bercerita sedang senang melakukan apa, atau hal yang membuat mereka bersemangat, atau hal yang mereka nanti-nantikan. Baru-baru ini, dalam sebuah percakapan telepon saya mengajukan serangkaian “pertanyaan ajaib” tersebut dan energi serta kehangatan langsung terasa mengalir dalam percakapan kami.

Setelah mereka bercerita dan menjawab pertanyaan itu, Anda dapat menyambungnya dengan bertanya, “Adakah hal yang membuat Anda murung saat ini, selain tentunya kondisi pandemi dan ekonomi?” Kemudian, dengarkan balasan mereka dengan berempati. Hal ini akan memampukan Anda untuk berinteraksi dengan nasabah secara lebih mendalam dari rasa kecemasan yang mereka rasakan.

Tentu saja, beberapa kondisi yang mereka alami memang memprihatinkan dan beberapa bahkan tragis. Namun, dengan mengawali percakapan dengan hal yang positif dan minat yang jujur – tak lupa pula, senyuman – belum ada saya dapati orang yang tidak mampu menjawab dengan sikap positif untuk setidaknya satu dari pertanyaan-pertanyaan itu.

R.J. Kelly adalah peraih Court of the Table dari San Diego, California. Ia telah menjadi anggota MDRT sejak tahun 1979. Lihat konten lebih lengkap dari Kelly dalam video MDRT, "Tiga ide untuk bertahan selama krisis."

Artikel ini telah dimuat di MDRT Blog.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments