Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Merger Bisnis

Matt Pais

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Cara mencari partner bisnis yang tepat.

MUNGKIN ANDA SUDAH TIDAK INGIN MENGELOLA STAF SENDIRI. Mungkin Anda tidak ingin memikul tanggung jawab untuk mengawasi proses manajemen bisnis dan tata usaha.

Apa pun alasannya, bukan tak biasa kalau penasihat menjual praktik-nya bukan karena ingin pensiun, tetapi karena sudah siap untuk bergeser dari mindset pemilik usaha. Dengan begitu, mereka dapat kembali menjadi penasihat yang hanya bertemu dengan nasabah atau berfokus pada bidang-bidang bisnis yang lebih disukai.

“Intinya adalah membuat struktur bisnis yang lebih baik dan mengembalikan si pemilik ke posisi mereka sebelumnya, bertahun-tahun yang lalu,” kata Kevin Smith, Dip PFS, anggota MDRT selama 19 tahun dari Birmingham, Inggris, yang berspesialisasi di bidang perencanaan keuangan bagi pemilik usaha. “Anda akan mendapat tunai hasil penjualan usaha, dan sebagian dari perusahaan Anda akan tetap berjalan ke depannya. Bermitralah dengan firma yang tepat dan lanjutkan perjalanan.”

Tentu saja, ada begitu banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat mencari perusahaan yang tepat untuk diajak merger. Pihak penjual perlu mendefinisikan dengan jelas peran mereka ke depannya dan mencari partner yang akan mendukung langkah lanjutan dalam kariernya, hingga saat pembelian total sudah tiba. Smith berkata, jika pada salah satu pihak ada beberapa pemilik, penting juga untuk memastikan sejak awal bahwa semua orang sepaham dan setuju dengan kesepakatannya.

Ketika baru menikah, orang masih dimabuk asmara, tapi semua harus dituangkan secara hitam di atas putih untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman.
— Kathleen R. Benjamin, CFP, CPA

“Dalam dua tahun terakhir, sudah tiga kali saya melihat kejadian ini: Jika ada pemilik bisnisnya lebih dari satu orang, bisa saja saat tinta sudah hampir tertera di atas kertas perjanjian tiba-tiba ada seorang di ruangan itu yang berkata, ‘Saya menarik persetujuan saya,’” katanya. “Padahal kita sudah 11 atau 12 bulan terlibat dalam prosesnya.”

Layaknya semua transisi bisnis, pengacara dan akuntan akan dilibatkan untuk mengurus berbagai detailnya. Penasihat juga tidak boleh tidak memperhatikan kultur dan filosofi bisnis dari firma yang akan membeli usahanya serta seperti apa visi bisnisnya sendiri akan atau tidak dapat bertahan di kantor yang baru. Kalau ditotal, kata Smith, kesepakatannya akan memakan waktu sampai satu tahun — atau kurang jika pihak pembeli adalah orang perusahaan sendiri.

Kathleen R. Benjamin, CFP, CPA, mengalaminya sendiri. Anggota MDRT selama 16 tahun dari Timonium, Maryland, ini merasa kelelahan karena harus merangkap tugas sebagai direktur sekaligus penasihat keuangan purnawaktu. Ia ingin bisa lebih berfokus pada perencanaan keuangan, bidang yang ia cintai. Karena itu, ia berencana menggabungkan praktiknya dengan seorang partner yang bisa berbagi beban kerja manajerialnya.

Benjamin menemukan firma lain yang memberikan layanan kepenasihatan kepada nasabah dengan cara yang serupa, dan yang sudah memiliki prasarana yang dibayangkannya. Kedua firma ini kemudian mencoba membiasakan diri dengan filosofi dan kulturnya masing-masing untuk memastikan layanan tetap konsisten walau penasihat yang melayani nasabah berbeda-beda. Ia mengumpamakan proses saling mengenal ini seperti orang berpacaran.

“Saya datang ke kantor mereka dan mengobrol dengan setiap orang di sana tentang kultur dan alur kerja,” katanya. “Mereka datang mengunjungi kantor saya untuk melihat cara kerja saya. Saya menyuguhkan serangkaian data sampel dan berkata, ‘Misalkan ini nasabah baru, coba tunjukkan cara Anda melayaninya.’”

Setelah enam bulan pengamatan seperti ini, Benjamin merasa nyaman untuk lanjut ke jenjang berikutnya. Di titik itu, dokumen-dokumen legal disusun untuk menyepakati hak dan tanggung jawab tiap-tiap pihak.

“Ketika baru menikah, orang masih dimabuk asmara, tapi semua harus dituangkan secara hitam di atas putih untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman,” katanya. “Praktisi profesional mandiri terbiasa mengambil keputusan sendiri; dan ada proses baru yang harus mereka jalani.”

Setiap pihak membawa pengacaranya sendiri, dan semua dokumen legal dirampungkan sebelum proses pemindahan nasabah dijalankan. Beberapa hal lain yang perlu dipertim-bangkan menurut Benjamin: perjanjian kerja, mekanisme kompensasi karyawan, nasabah mana menjadi nasabah siapa, sistem pembagian pendapatan, dan cara mengomunikasikan merger usaha (apa, kapan, dan seperti apa komunikasi ke depannya).

“Semuanya harus dipikirkan dengan matang, persis seperti saat kita memastikan rekomendasi finansial yang kita sampaikan kepada nasabah sudah akurat dan etis,” kata Benjamin. “Risiko timbulnya masalah makin kecil ketika proses dimulai dengan fondasi pemahaman yang kuat atas semua informasi.”

KONTAK

Kathleen Benjamin kbenjamin@bfgfa.com

Kevin Smith kevin.smith@margettswealth.co.uk

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments