Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Memimpin di masa serba tak pasti

Kate Zabriskie

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Menginspirasi dengan pasti di tengah perubahan dunia usaha.

MUNGKIN, SATU-SATUNYA HAL YANG TIDAK BERUBAH dalam dunia bisnis adalah perubahan itu sendiri! Pemicunya bermacam-macam: munculnya teknologi baru, hilangnya karyawan andalan, regulasi baru yang mengatur cara industri menjalankan usahanya, atau akibat sebuah pandemi dan resesi. Apa pun itu, jangan sampai tim mendengar kata-kata “Oke, sekarang kita harus bagaimana?” keluar dari mulut Anda.

Pemimpin yang efektif harus memimpin timnya melewati perubahan dengan percaya diri agar yang lain turut terinspirasi untuk bersikap begitu.

Karyawan mungkin merasa gundah dan gamang dengan arah baru yang diambil perusahaan atau perubahan yang terpaksa mereka hadapi. Mereka mengandalkan pemimpinnya, Anda, sebagai sumber petunjuk untuk bertindak dan merasa. Anda wajib memiliki rencana aksi yang baik.

Berikut ini sembilan kiat yang akan membantu Anda menjadi pemimpin bagi tim di masa serba tak pasti:

1. Ketahui bahwa jalan untuk mencapai tujuan akhir tidak selamanya lurus. Saat tim menghadapi perubahan di tempat kerja, prosesnya tidak sesimpel pengumuman, penyesuaian, dan lanjut melangkah mencapai tujuan. Karyawan dan atasan mungkin sama-sama mengalami perasaan yang berubah-ubah terhadap prosesnya, dan itu biasa. Cara yang sehat untuk mengatasinya adalah dengan mengakui dan menghadapi kekhawatiran saat ia timbul. Hal ini penting terlebih dalam situasi yang mungkin terasa penuh gejolak dan, kadang, bahkan traumatis.

2. Kenali pemimpin dan pemangku kepentingan kunci sejak dini dalam prosesnya. Saat proses perubahan dimulai, kita perlu mengidentifikasi para anggota tim yang memiliki sifat-sifat pemimpin sejati. Mereka dapat dipandang sebagai pemangku kepentingan proses dan pendukung dalam upaya Anda memimpin tim melewati perubahan menuju kesuksesan yang lebih besar. Orang-orang ini akan berperan besar dalam memompa rasa percaya diri tim dan menggerakkan mereka untuk bahu-membahu meraih tujuan bersama.

3. Susun rencana yang matang. Perubahan kecil sekalipun tetap butuh rencana. Rencana tersebut perlu meliputi perubahan proses kerja, produk, dan ekspektasi dari orang-orang yang terlibat. Jika perubahannya drastis, mungkin perlu disusun rencana bisnis yang sama sekali baru. Menyusun rencana dan membagikannya kepada tim akan memberikan rasa stabilitas saat mereka bergerak bersama dalam lingkungan bisnis yang baru ini.

4. Kenali tujuan dengan jelas. Gagal mengomuni-kasikan tujuan yang ditentukan dengan jelas adalah kesalahan terbesar yang dapat terjadi saat memimpin di masa perubahan. Jika karyawan tidak menyadari hal yang akan dituju, mereka akan bergerak tanpa arah. Tentukan dengan jelas tujuan dan cara Anda mendukung tim untuk mencapainya. Para pemangku kepentingan Anda akan berperan sebagai panutan dalam proses mengambil keputusan dan menjalankan tindakan yang menunjang pencapaian tujuan-tujuan ini.

5. Jangan tunda berbagi informasi terbaru tentang perubahan. Selama kondisi tidak menentu, banyak rumor beredar. Bila tim tidak mengetahui aspek tertentu dari perubahan tersebut, mereka akan mulai berspekulasi. Hal ini dapat berujung pada kebingungan, kekhawatiran, dan keinginan untuk pindah tempat kerja. Pilihan terbaik adalah menyampaikan kepada tim informasi apa pun begitu Anda mendapatkannya. Tahu tentang hal yang tengah terjadi bisa menyuntikkan rasa percaya diri dan meredam rasa takut, sekalipun informasi tersebut bukan kabar baik.

6. Tetap hargai pencapaian lalu. Kerap kali, perubahan baru membuat kita meninggalkan cara-cara lama, dan proyek-proyek yang tadinya dipandang vital langsung “dibuang ke laut”, istilahnya. Hal ini dapat membuat para anggota tim yang mengerjakan proyek-proyek tersebut berkecil hati dan merasa kontribusi mereka tidak berarti. Pemimpin tim yang efektif akan menyoroti proyek-proyek semacam itu, memuji pencapaian masa lalu sebagai sebuah keberhasilan, dan, di saat bersamaan, memimpin tim menuju arah yang baru.

7. Jangan sembunyikan masalah. Ada kalanya, rencana yang disusun dengan efektif sekalipun akan menghadapi batu sandungan, atau bahkan mandek tiba-tiba. Ketika masalah terjadi, jangan ditutupi. Beri tahu tim Anda. Mereka mungkin punya masukan berharga dan rasa memiliki akan tumbuh dengan membantu mengatasi rintangan yang Anda angkat untuk dibahas bersama.

8. Tulus mendengarkan. Salah satu hal yang sering gagal dilakukan banyak pemimpin adalah benar-benar mendengarkan tim. Mereka mungkin bersikap “keadaannya memang begini, terima saja”, padahal ini dapat menyurutkan semangat dan membuat anggota tim merasa kalah di situasi yang sudah kalut. Sediakan diri untuk mendengarkan suara tim Anda. Kadang, sekadar curhat mengenai situasi yang berubah pun bisa sangat membantu orang untuk menghadapi keadaan. Di lain waktu, wawasan yang mereka utarakan juga bisa sangat membantu Anda dalam melakukan pekerjaan.

9. Nyatakan sasaran kinerja yang baru atau yang telah disesuaikan. Dari semua hal yang akan memengaruhi lingkungan tempat kerja yang berubah, ketidakpastian di antara anggota tim bisa menjadi rintangan terbesarnya. Cara untuk mencegah hal ini sejak dini adalah dengan menyatakan semua perubahan terkait sasaran dan evaluasi kinerja secara jelas. Karyawan pasti ingin tahu persis bagaimana dan kapan mereka akan dievaluasi, serta apa kriterianya. Ini akan membuat mereka lebih fokus pada sasarannya sendiri dan lebih percaya diri dalam berdinamika di dalam lingkungan yang berubah. Perubahan bisa jadi menakutkan, penuh kejutan, dan kadang sarat akan cobaan. Namun, jika punya rencana aksi, efektif berkomunikasi dengan tim, dan melangkah menuju sasaran baru dengan percaya diri dan tim yang berkomitmen, Anda akan mampu bertahan dan bahkan mekar di lahan bisnis yang baru.

Kate Zabriskie adalah presiden Business Training Works Inc. Ia dan timnya membantu perusahaan menyusun strategi layanan pelanggan dan melatih mereka untuk menepati janji perusahaan. Untuk info lengkapnya, businesstrainingworks.com.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments