Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Melawan si jago merah

Antoinette Tuscano

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Menghadapi situasi seusai kebakaran hebat di Australia.

ORANG-ORANG TERCINTA, nasabah, karyawan kantor, dan properti anggota MDRT selama 16 tahun, Matthew Charles Collins menghadapi langsung kebakaran terburuk yang melanda Australia dalam beberapa dekade terakhir. Mereka yang tidak langsung terkena amukan si jago merah terpaksa menghirup asap kelabu yang menggantung pekat di atas langit berbagai kota, yang diperparah suhu musim panas yang menyengat.

“Asap menyelimuti kota Sydney setiap hari dan mengakibatkan masalah kesehatan, khususnya bagi warga lansia dan orang-orang yang mengidap gangguan pernapasan,” kata Collins, dari Mona Vale, New South Wales, Australia.

Saat merenungkan musibah ini, Collins membagikan beberapa gagasan untuk penasihat lain dalam bersiap menghadapi dan menangani bencana.

Bertindak cepat. Bencana dan krisis, sayangnya, dapat terjadi di mana pun, pada siapa pun. Menurut Collins, “Anda boleh berharap dan berdoa setekun mungkin, tapi tolong bertindaklah dengan cepat. Tunjukkan rasa empati kepada nasabah dan hibur mereka. Penghiburan terbaik yang dapat kita berikan adalah kepastian dan keamanan dengan mengerjakan hal yang menjadi tugas profesional kita, dan tetap bersikap tegar serta cekatan.”

Saat artikel ini memasuki tahap naik cetak, Collins telah menghubungi semua nasabahnya yang tinggal di dekat area-area terdampak, dan sejauh ini, tidak seorang pun dari mereka yang kehilangan rumahnya. “Saya rasa, dengan peduli memeriksa keadaan mereka, relasi kami jadi lebih erat,” kata Collins. Selain nasabah-nasabahnya Collins juga memiliki 33 anggota staf yang bekerja di tiga kantor di bawah supervisinya langsung. Ia juga memiliki dua lahan pertanian yang berada di jalur kebakaran.

Periksa asuransi Anda sendiri. “Di akhir November, dalam satu hari saya menerima dua panggilan telepon,” kata Collins. Panggilan telepon tersebut berasal dari dua orang yang mengelola lahan pertaniannya. Walau sudah berusaha sekuat tenaga, kebakaran tidak dapat dihentikan dan diperkirakan akan membakar lahan pertanian milik Collins. “Semua jalan ke sana ditutup, dan saya tidak bisa datang untuk membantu. Hari itu, hati saya sangat gelisah,” kenang Collins.

Keesokan harinya, kedua orang itu meneleponnya kembali, melaporkan bahwa penduduk setempat ikut membantu dan berjuang sepanjang malam untuk menyelamatkan lahan pertaniannya.

Setelah peristiwa itu, Collins memeriksa kembali asuransi propertinya dan mendapati bahwa ternyata pertanggungan untuk kedua lahan pertaniannya itu masih kurang. Ia belum menyertakan variabel lokasi terpencil dan besarnya biaya tambahan untuk mengirim pekerja bangunan ke propertinya. Setelah kebakaran usai, ia pun menambah perlindungan asuransi properti miliknya.

Pertimbangkan yang penting. “Ingat bahwa keselamatan pribadi Anda dan keluarga lebih penting dari hal-hal materiel lainnya,” kata Collins. “Tentukan prioritas dengan benar sebelum krisis melanda.” Selama Anda selamat, memiliki rencana yang tepat, dan punya perlindungan asuransi, Anda bisa membangunnya kembali.

Cadangkan semuanya. Jika kantor Anda berkonsep kantor tanpa kertas dan semua dokumen disimpan dengan aman di penyimpanan awan, Anda dapat dengan mudah bekerja dari mana saja, kata Collins.

Bantu nasabah menghadapi kondisi pascabencana. Begitu krisis telah berlalu, bertahan dan berhasil hidup dalam kondisi pascabencana adalah hal yang penting.

“Cari tahu cara terbaik untuk mengurus klaim-klaim asuransi, berapa biaya untuk membangun kembali, apa artinya ini bagi kemampuan nasabah mendanai gaya hidup dan masa pensiun mereka,” katanya. Contohnya, di Australia, kebakaran menghancurkan lahan-lahan pertanian, dan karenanya “diperkirakan harga bahan pangan akan melonjak tinggi karena produksi dan distribusi bahan pangan terkena dampak besar.

“Kita harus mengamati apa yang terjadi. Setiap orang pasti akan terkena dampaknya, langsung maupun tidak langsung,” kata Collins. “Musibah ini diperkirakan akan menyeret turun angka PDB Australia sejauh 0,4%. Pengusaha bangunan akan kebanjiran pesanan. Semua perusahaan asuransi akan menawarkan waiver premi untuk nasabah-nasabah yang terkena dampak langsung kebakaran. Bank akan menawarkan masa tunda untuk pembayaran angsuran pinjaman. Negara akan menghimpun ulang kekuatannya.”

Walau musibah kebakaran ini berdampak negatif di berbagai level, bagi Collins hal ini juga mengingatkan kita: “Jangan ragukan semangat juang manusia. Jangan menyerah.”

Dalam hidup normal kita yang biasa, kita semua pernah melihat orang-orang yang berkelakuan egois. Tetapi di tengah-tengah kebakaran, Collins menyaksikan “orang-orang berjuang menyelamatkan rumah tetangganya sekalipun rumah mereka sendiri habis dilalap api. Anda menyaksikan sendiri, semua orang di Australia dan di seluruh dunia bergerak cepat, ingin membantu. Manusia itu bukan makhluk jahat, mereka hanya butuh sesekali dikejutkan untuk sigap membantu sesama.”

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments