Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Proses seleksi polis justru membuat nasabah menarik diri

Shelley MacIntyre, CHS

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Kisah nyata asuransi jiwa pada praktiknya

AWALNYA kami hanya merancang asuransi penyakit kritis untuk suami dari nasabah saya. Waktu itu, itulah prioritas terpenting baginya: memastikan si suami punya asuransi penyakit kritis dan rencana keuangan yang tertata. Dia belum mau membeli polisnya sendiri.

Setahun kemudian, dia ingin punya asuransi penyakit kritis, dan hal pertama yang ditanyakannya adalah mengapa dulu polis untuknya tidak diurus sekalian. Ingatan nasabah kadang memang selektif.

Kami mulai mengurus pengajuan polisnya, tapi setelah proses seleksi polis selesai, ternyata dia dikenakan pengecualian karena ada informasi yang tidak diungkapkan tetapi terdeteksi saat medical check-up. Dia langsung berpikir, “Mendingan tidak usah sekalian karena 70% kemungkinan klaimku tidak akan dibayar.”

Saya coba menggali lebih dalam, mencari tahu dari mana persentase itu ia munculkan, karena pengecualiannya hanya untuk satu jenis penyakit dari 20 lebih penyakit kritis yang dilindungi.

Tidak ada alasan khusus, kecuali bahwa ternyata dia kesal, dan karenanya yakin bahwa dia tidak akan memperoleh proteksi apa pun. Saya mencoba menjelaskan persentase yang sebenarnya, tapi keputusannya sudah bulat.

Saya gusar dengan keputusannya ini karena dia tetap membutuhkan perlindungan itu. Tapi karena proses seleksi polisnya berlangsung begitu lama, dia terlanjur melupakan arti penting produk tersebut.

Saya gusar dengan keputusannya ini karena dia tetap membutuhkan perlindungan itu. Tapi karena proses seleksi polisnya berlangsung begitu lama, dia terlanjur melupakan arti penting produk tersebut. Saya merasa seharusnya waktu itu tetap membuka komunikasi dengannya.

Saya tidak sadar, saat kami pertama kali memulai prosesnya, ada masalah kesehatan yang baru diketahui belakangan. Nasabah sering berkata bahwa mereka sehat walafiat. Saat ditelusuri lebih dalam, ternyata mungkin mereka sedang menjalani pengobatan terkait masalah tekanan darah atau mengidap diabetes, dan karena itu Anda bertanya lebih jauh soal itu.

Biasanya mereka menanggapi dengan, “Memang sih, yang begitu itu ada, tapi aku sehat, kok. Semua aman terkendali.” Saya rasa mereka tidak menyadari implikasinya, dan karena itu kita perlu mengajukan banyak pertanyaan tambahan.

Dari pengalaman ini, saya belajar untuk mencurahkan lebih banyak waktu bersama nasabah dan menyampaikan dengan lengkap seluruh proses seleksi polisnya. Saya pastikan bahwa, jika proses seleksi polis akan memakan waktu dua bulan, saya tetap berkomunikasi dengan nasabah minimal dua minggu sekali. Situasi yang saya alami dahulu menegaskan bahwa kuncinya ada pada komunikasi.

Shelley MacIntyre adalah anggota MDRT selama empat tahun dari Belleville, Ontario, Kanada. Hubungi Shelley di shelley.macintyre@freedom55financial.com.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments