Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Menjual ke generasi milenial

Bryce Sanders

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Yang perlu diketahui tentang merambah pasar kritis ini

MILENIAL, segmen populasi yang lahir dari tahun 1981 hingga 1996, adalah pasar besar yang harus digarap praktisi jasa keuangan. Tapi bagaimana cara untuk mulai melangkah?

Pengetahuan kita tentang generasi ini rata-rata berasal dari cerita atau dari perilaku yang kita amati sendiri. Generasi-generasi sebelumnya hidup di masa Depresi Besar atau merupakan anak dari orang tua yang mengalami ‘zaman tak enak’ tersebut. Mereka enggan membuang apa pun yang mungkin masih berguna. Sebaliknya, milenial cenderung tidak memiliki sikap seperti itu. Kalau mereka sudah tidak menginginkan atau menggunakan sesuatu, mereka akan membuangnya atau memberikannya kepada orang lain.

Milenial umumnya tidak punya banyak tabungan karena faktor pendapatan rendah dan biaya tempat tinggal yang lebih tinggi. Demi gaya hidup yang lebih baik, mereka memilih kemewahan yang sanggup mereka beli. Mereka berbelanja di toko bahan pangan organik. Mereka kerap nongkrong di Starbucks.

Persiapan

  • Milenial gemar meriset. Dewasa ini, hampir setiap orang meriset perusahaan, produk, dan orang secara daring sebelum membeli. Bagaimana orang bisa menemukan Anda? Apa yang akan orang lihat saat mereka meriset Anda di internet? Kalau mereka sudah pernah bertemu dengan Anda dan kemudian mencari di dunia maya, apa hal lain yang akan mereka ketahui?
  • Media sosial. Milenial menghabiskan sekitar 85% waktu mereka terhubung di internet. Sebagai praktisi jasa keuangan, Anda perlu hadir di media sosial. Kehadiran Anda harus lebih baik dari kompetitor yang sekadar ikut-ikutan arus saja. Pendekatan Anda juga wajib menaati aturan kepatuhan di firma Anda.
  • Referensi. Situs seperti TripAdvisor dan HomeAdvisor menjadi wadah pelanggan untuk memasang komentar mereka tentang pengalaman menggunakan jasa. Untuk jasa keuangan, kemungkinan besar milenial akan bertanya kepada teman-teman mereka: “Kamu punya kenalan...” Bisakah teman dan nasabah Anda memak-simalkan kesempatan ini?
  • Sesuaikan dengan preferensi. Veteran industri pasti ingat saat saluran komunikasi utama hanyalah surat dan panggilan telepon. Banyak milenial lebih suka berkomunikasi lewat pesan singkat daripada telepon. Sebagian yang lain lebih memilih surel. Anda harus berinteraksi dengan prospek melalui saluran yang menjadi preferensi mereka, dengan tetap memperhatikan aturan di firma Anda.
  • Cara lama tetap ampuh. Berinteraksi dengan prospek melalui surel, pesan singkat, dan media sosial membuat Anda hadir di tengah-tengah mereka, tapi orang tetap ingin bertemu langsung sebelum mentransfer sejumlah besar dana atau mengambil komitmen serius. Mereka ingin berkunjung langsung ke gedung kantor dan menemui Anda, memastikan bahwa Anda memang benar-benar bekerja di sana.
  • Milenial suka pengalaman. Berapa kali Anda sudah mendengarnya? Firma Anda aktif berkegiatan sosial di komunitas. Anda mungkin mensponsori pameran-pameran di museum. Mungkin Anda punya reservasi eksklusif beberapa kursi di gedung olahraga. Mungkin Anda mengadakan acara-acara apresiasi untuk nasabah. Ini semua merupakan pengalaman, yang mempererat hubungan nasabah dengan firma Anda dan berpotensi mendatangkan prospek baru.
  • Apa kontribusi sosial firma Anda? Milenial sangat sadar lingkungan. Mereka meyakini bahwa kegiatan sosial di masyarakat itu hal penting. Mereka mendukung berbagai lembaga amal. Anggaran firma Anda lebih besar dari Anda sendiri. Cari tahu apa sumbangsih firma Anda di bidang sosial ini? Jadikan itu poin jual bagi firma Anda, dan tunjukkan bahwa tempat Anda bekerja berkontribusi dalam menjadikan dunia lebih baik lagi.

Apa yang dibutuhkan milenial?

  • Tabungan pensiun. Anuitas kadang disebut dana pensiun pribadi. Anuitas adalah instrumen bebas pajak yang cocok ditawarkan bila prospek milenial telah sampai di titik iuran tertinggi untuk program dana pensiun dari pemerintah. Karena banyak milenial berpikir tabungan pensiun mereka belum cukup, Anda hadir membawa solusi.
  • Asuransi jiwa seumur hidup. Setiap generasi punya kesulitan menabungnya sendiri-sendiri. Banyak orang milenial memiliki keluarga muda. Rata-rata mereka berada dalam status finansial yang mepet. Mereka butuh produk yang menawarkan dua solusi. Mereka butuh lumsum untuk menyokong keluarga dan melunasi utang jika mereka meninggal dunia. Mereka juga butuh instrumen tabungan yang mengakumulasi nilai tunai seiring waktu dan tumbuh di lingkungan yang bebas pajak.
  • Konsolidasi. Semua orang ingin hidup mereka simpel. Bila rata-rata milenial berganti pekerjaan empat kali dalam satu dekade setelah lulus kuliah, mereka kemungkinan memiliki aset-aset dana pensiun yang terakumulasi di tiap perusahaan (kecuali pergantian pekerjaan tersebut merupakan promosi jabatan secara internal). Meramu aset-aset ini ke dalam sebuah rekening rollover dapat menjadi strategi yang jitu.

Bryce Sanders adalah presiden Perceptive Business Solutions Inc. Ia memberikan pelatihan akuisisi nasabah bernilai aset bersih tinggi bagi para praktisi jasa keuangan, dan penulis buku “Captivating the Wealthy Investor.” Hubungi Sanders di perceptivebusiness.com.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments