Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Buah dari investasi

Matt Pais

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Bull diuntungkan karena nasabah memahami value yang ia tawarkan dan melunasi pembayaran di muka.

SAAT Leanne Barbara Bull, Dip FP, CFP, baru mulai terjun ke profesi jasa keuangan, ia tidak tidak punya waktu atau uang untuk disia-siakan pada prospek yang sudah menjadwalkan janji temu tapi lalu membatalkannya karena memilih untuk lanjut dengan penasihat pertama yang mereka datangi.

Karena itu, Bull, yang kini sudah menjadi anggota MDRT selama empat tahun, dan berasal dari Bundaberg, Queensland, Australia, memutuskan untuk mengenakan biaya untuk janji temu pertamanya. Ini untuk menyaring “prospek yang tidak jadi-jadi,” katanya, dan memastikan efektivitas penggunaan waktu kerja.

Lagi pula, ia juga membayar untuk jasa asuh putranya yang masih bayi karena suaminya juga bekerja di bisnisnya sendiri, dan Bull perlu memastikan orang yang meminta waktunya harus benar-benar datang sesuai jadwal.

Ia mendapati bahwa, dengan mengedepankan value, prospeknya jadi lebih solid dan referensi pun bertambah. Kini, lebih dari 20 tahun setelah bergeser ke format biaya jasa, ia memiliki antrean referensi yang panjang dan ia juga mengelola tim perencanaan keuangan yang beranggotakan 18 orang (termasuk seorang spesialis asuransi, seorang konsultan pinjaman beragunan, dan lain sebagainya).

Jauh berbeda dari masa-masa awalnya, saat Bull mencari prospek dengan me-review buku kecil berisi data orang-orang yang terdaftar sebagai pemilih untuk menemukan calon prospek yang akan dihubunginya.

Awalnya, ia meminta biaya jasa untuk janji temu pertama tetapi membatalkannya jika prospek maju ke tahap perencanaan dan membayar biaya-biaya terkait lainnya. Namun, 14 tahun yang lalu, seorang anggota staf baru bergabung ke timnya dan menganjurkan untuk tetap menarik biaya jasa janji temu pertama; dan segalanya pun berubah lebih drastis.

“Makin serius kami dengan keputusan meminta biaya jasa atas waktu yang kami berikan,” kata Bull, “makin nasabah menghormati prosesnya.”

Ia tidak menemui nasabah sampai nasabah telah menyediakan informasi untuk melengkapi dokumen fact-finder, sehingga rapat pertama dapat digunakan untuk memahami prioritas nasabah, mendidik, dan mengambil keputusan, bukan untuk mendapatkan informasi awal.

Kini, Bull tidak hanya mendapatkan referensi lebih dari yang bisa ditampung praktiknya, tetapi juga menerima permohonan dari orang yang ingin ‘melamar’ menjadi nasabah. Hal ini menegaskan keuntungan dari keputusan berani yang diambilnya.

“Jika Anda serius dengan pekerjaan, orang lain pun terbantu untuk serius dengan hal yang Anda tawarkan dan hal yang mereka dapatkan,” kata Bull.

Suka duka
membuka kantor kedua

KETIKA seorang anggota staf senior terpaksa pindah dari Bundaberg ke Brisbane, Bull menanggapi, “Tidak masalah, kita buka kantor saja di Brisbane.” Keputusan ini telah memperbesar segmen calon agen rekrutan Bull dan menghadapkannya pada segmen nasabah yang baru. (Rumah seharga $300.000 di Bundaberg setara rumah $800.000 di Brisbane, kata Bull.)

Tentu, transisinya tidak langsung mulus di awal, dan karyawannya itu merasa kesepian karena bekerja jauh dari kolega-kolega lamanya. Komunikasi antar-kantor pun sulit, dan Bull terpaksa mencari teknologi yang lebih andal setelah panggilan Skype terbukti terlalu rumit untuk komunitasnya.

Sementara itu, dengan pindahnya orang yang dulu mengelola tim di kantor Bundaberg, Bull harus menunjuk supervisor baru.

Ia mengangkat seorang anggota tim untuk mengelola staf dan melancarkan operasional kantor seperti pendahulunya. Tugas-tugasnya meliputi memastikan tidak ada staf yang merasa kelebihan beban kerja atau bermalas-malasan, jadwal libur dibagi merata di antara seluruh staf, dan kondisi serta suasana kantor tetap positif dan tertata setiap hari.

Selain itu, kantor Brisbane kini memiliki lima karyawan, dan kedua lokasi terhubung dengan sistem telepon yang sama (satu di antara beberapa peningkatan teknologi lainnya) agar koordinasi keduanya lebih baik.

“Lebih fleksibel, sehingga kami tidak harus berada di kantor, ruang, negara bagian, atau negara yang sama untuk bisa bekerja secara kolaboratif,” kata Bull. “Tapi awalnya tidak begitu.”

Kontak: Leanne Bull leanne@bullfinancial.com.au

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments