Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Pertolongan pertama pada tim yang kehabisan tenaga

Kate Zabriskie

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Jajaki masalah, susun prioritas, dan ambil tindakan

Ilustrasi oleh Chun Kim


Tim saya kelelahan. Mereka kehabisan tenaga, saya pun juga. Saya ragu kami bisa pulih. Kami sudah bekerja 150% selama setahun lebih — ya setidaknya sebagian besar dari kami begitu.

Berubah lagi? Yang benar saja? Kami sudah melalui tiga transisi besar dalam tiga bulan terakhir. Semua orang sudah di titik batasnya. Aku yakin Susan bakal berhenti.

Tim? Kami memang bekerja di gedung yang sama, tapi ya cuma sebatas itu. Sudah ingin keluar saja rasanya.

DI MASA TERBAIK SEKALIPUN, membentuk dan menjaga tim yang berkinerja tinggi tetap butuh upaya. Saat tim sudah kehabisan tenaga, tugas kita jadi jauh lebih sukar. Tapi tetap bisa dilakukan.

LANGKAH SATU

Langkah pertama adalah menerima kenyataan bahwa:

  • Orang punya tingkat rasa memiliki, tujuan profesional, dan tuntutan rumah dan kantor yang berbeda-beda.
  • Tidak semua orang mengalami kondisi kelelahan dengan cara yang sama, pekerjaan pun tidak selalu dibagi rata di sebagian besar organisasi. Ada orang yang mungkin lebih kelelahan daripada yang lain.
  • Kerja tim yang baik akan mengompensasi kurangnya sumber daya dalam jangka pendek. Akan tetapi, tim yang ‘dipaksa’ terlalu jauh atau terlalu lama akan menunjukkan tanda-tanda melesu setelah beberapa saat.
  • Jika pemimpin tidak yakin dengan hal yang perlu dicapai oleh tim, atau tidak bekerja sekuat tenaga untuk memastikan target kerja tim tercapai tiap harinya, anggota tim akan mengetahuinya dan bereaksi dengan cara yang berbeda-beda, dan sebagian besar akan bersikap netral-netral saja.
  • Transparansi itu penting. Orang tidak suka dibiarkan bingung, atau lebih parah lagi, dibohongi.
  • Terlalu banyak perubahan sekaligus biasanya sulit diterima kecuali jika ada alur logisnya, fair dalam hal perubahannya, dan tidak ada kekacauan atau ‘drama’ tak penting dalam prosesnya.
  • Masalah besar tidak akan hilang kalau tetap dibiarkan. Jika tim tidak siap untuk bekerja dengan sikap terus terang dan menangani persoalan yang tak diucapkan, sulit untuk menyelamatkan kinerja tim tersebut.
  • Persepsi anggota tim atas kondisi mereka adalah kebenaran – bagi mereka. Mungkin Anda punya banyak data untuk menyanggahnya, tapi jika orang belum siap mendengarkan dan percaya pada hal yang Anda tunjukkan, mereka akan tetap menganggap pikirannya sebagai kebenaran.

LANGKAH DUA

Setelah Anda kuat memahami kebenaran-kebenaran mendasar tadi, langkah berikutnya adalah menelaah dengan teliti mana yang sudah baik, mana yang belum, dan mengapa.

  • Apakah segenap anggota tim memahami dan meyakini misi timnya?
  • Apakah pekerjaan didistribusikan dengan adil?
  • Apakah ada yang bekerja lebih dari yang seharusnya atau kurang dari yang semestinya?
  • Apakah para anggota tim merasa sebal satu sama lain?
  • Adakah percekcokan, dan tahukah Anda apa sumbernya?
  • Apakah kondisi kelelahan tim ini fenomena baru, atau gejala yang ‘sedikit-sedikit lama-lama jadi sakit’?
  • Apakah kondisinya disebabkan oleh faktor-faktor internal, eksternal, atau kombinasi keduanya?
  • Apakah mereka dulu pernah diperdaya atau dibohongi oleh atasannya?

Semua itu hanyalah pertanyaan pembuka yang perlu dicari tahu jawabannya untuk mengawali langkah kita. Dalam menyelesaikan masalah kelelahan, mengajukan pertanyaan yang tepat sama penting dengan mengambil tindakan.

Rangkaian pertanyaan yang disusun teliti akan membantu Anda mengurangi risiko salah diagnosis dan salah meresepkan obat.

LANGKAH TIGA

Saat Anda merasa sudah cukup mengerti akan situasi yang terjadi saat ini dan sudah memastikan temuan-temuan Anda dengan yang lain, saatnya untuk mulai memikirkan: lalu bagaimana? Cara cepat untuk membayangkan keadaan lain adalah dengan membahas beberapa pertanyaan lanjutan.

  • Mengapa tim kita penting artinya bagi organisasi dan value apa yang kita tawarkan?
  • Kita ingin merasa bagaimana dengan pekerjaan kita?
  • Apa hal yang memecut semangat kita dalam bekerja atau yang kita nikmati dalam bekerja?
  • Apa yang perlu berubah dari produk kerja, proses kerja, atau interaksi orang-orang di dalam tim kita?
  • Apa yang perlu dipertahankan?
  • Level kinerja apa yang kita butuhkan dari tiap-tiap anggota tim?
  • Apa yang akan kita perbuat jika level tersebut tidak tercapai?
  • Sumber daya tambahan apa yang kita butuhkan?
  • Apa yang dapat kita perbuat untuk mendorong terciptanya transparansi dan komunikasi?
  • Bagaimana kita merayakan peningkatan kinerja?
  • Sukses seperti apa yang kita bayangkan?

LANGKAH EMPAT

Dengan pemahaman jernih atas kondisi saat ini dan kemungkinan ke depannya, langkah berikutnya adalah menentukan prioritas. Pada sebagian besar kasus, kelelahan tim tidak terjadi begitu saja. Sering kali prosesnya panjang dan ditandai dengan serangkaian penurunan, kesialan, atau keadaan nahas. Karena itu, proses pemulihannya pun kerap lama.

Malah, tim Anda mungkin butuh waktu lama, atau bahkan takkan pernah, menyadari beberapa dari unsur-unsur yang dikenali dalam langkah tiga. Rata-rata pemulihan tidak terjadi sekejap mata. Triknya adalah dengan mengingat kebenaran yang dibahas di langkah satu saat memprioritaskan sebuah rencana aksi untuk mengubah realitas yang Anda kuak di langkah dua menjadi masa depan yang Anda cita-citakan di langkah tiga.

LANGKAH LIMA

Langkah terakhir dalam proses perencanaan pemulihan adalah menyusun rencana komunikasi yang teliti. Sadari bahwa Anda memang perlu menjelaskan dan membagikan informasi berulang-ulang kali. Sekali saja tidak cukup.

Selain itu, tidak semua proses pemulihan bersifat linear. Tim Anda akan mengalami naik dan turun dalam prosesnya. Yang penting dalam memastikan adanya progres seiring waktu adalah arah yang tepat. Setelah serangkaian keberhasilan, semua orang yang masih berada di tim tersebut mestinya merasa sedikit lebih lega dan jauh lebih bersemangat untuk menangani pekerjaan.

Dengan lima langkah ini, Anda akan mampu menjalankan proses triase pada para anggota tim Anda yang kehabisan tenaga. Kondisi kelelahan kerja dapat merembet ke seantero perusahaan; karena itu, langsung keluarkan alat pertolongan pertama saat Anda menengarai adanya masalah dan tanggulangi masalahnya sebelum mengganggu jalannya roda kerja Anda.

Kate Zabriskie adalah presiden Business Training Works Inc., sebuah firma pengembangan talenta yang berkedudukan di Maryland. Untuk info lengkapnya, kunjungi businesstrainingworks.com.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments