Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Saat tahu nasabah berbohong, apa Anda tetap memproses aplikasinya?

2020 MDRT Ethics Committee

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Dilema terkait etika kerja tidak selamanya berkaitan dengan peristiwa besar; kadang sumbernya hanya satu permintaan kecil saja.
ILLUSTRATION: BRUCE MACPHERSON

SHERRY LEE ONG sudah hampir memenuhi syarat keanggotaan MDRT untuk pertama kalinya pada tahun 2011. Ia tinggal mengejar $4.000 lagi dalam bentuk premi tahun pertama. Ia sudah di jalan untuk bertemu seorang calon nasabah yang bisa menutup celah produksi tersebut, tapi ternyata memproses permohonan asuransinya tidak semudah yang dikira.

Ong pergi ke rumah prospeknya, yang ingin sekali membeli polis untuk istrinya. “Saya bertanya kapan saya bisa bertemu istrinya, tapi dia bilang formulir aplikasinya cukup ditinggal saja dan dia sendiri yang akan meminta si istri untuk meneken dokumennya,” kata Ong, anggota MDRT selama delapan tahun dari Manila, Filipina.

Ong merasa ada yang aneh. Karena itu, ia sedikit menekan prospeknya. Ia memberi tahu prospek bahwa sudah menjadi kewajibannya sebagai agen asuransi untuk bertemu dengan si istri guna memastikan bahwa calon tertanggung memahami isi dokumen yang ditandatangani.

Akhirnya, si suami memanggil istrinya untuk keluar dari kamar tidur. Saat berjalan mendekat Ong, si istri tampak lemah karena sakit.

Saat mereka mulai melengkapi formulir aplikasi, Ong bertanya kepada si istri mengenai kesehatannya. “Jika Ibu sedang dalam pengobatan atau sedang mengalami sakit, Ibu harus menjawab dengan jujur, karena itu nanti ada efeknya pada permohonan Ibu.”

Suaminya menanggapi. “Istri saya punya masalah ginjal. Dia didiagnosis seminggu lalu, dan tidak punya proteksi asuransi. Itu kenapa kami butuh polis dengan uang pertanggungan $200.000 untuknya.” Dia lalu meminta Ong untuk tidak menuliskan informasi ini di formulir aplikasinya, karena dia tidak ingin perusahaan asuransi tahu tentang hal itu.

“Ada masa percobaan, dan saya yakin istri saya akan mampu melewatinya,” kata si suami. “Saya dulu juga agen asuransi, dan saya tahu agen sering tidak mengungkap semua informasi.”

Ong meletakkan penanya dan mulai menimbang-nimbang pilihannya dalam hati. Ia bisa saja meneruskan proses aplikasi itu dan meraih kualifikasi MDRT – target yang sudah susah-payah ia kejar sepanjang tahun.

Atau ia bisa mengesampingkan kepentingannya dan menolak memproses aplikasi itu, karena nasabah memintanya untuk bersekongkol.

Dengan tetap tenang, Ong menolak permintaan pasangan itu. “Saya bisa saja mengikuti kemauan Anda sekarang, tapi saya tahu bila tiba waktunya, klaim tidak akan Anda dapatkan, dan saya tidak akan sanggup menghadapi Anda dan anak-anak Anda nanti.”

Mengenang kembali peristiwa itu, Ong merasa senang karena memilih untuk menjunjung tinggi etika kerja. “Saya bisa saja mengikuti kemauan nasabah dan meraih MDRT,” katanya, “tapi bagi saya lebih penting mengedepankan etika daripada keuntungan pribadi.”

Sayangnya, diminta untuk berbohong dan menutupi informasi adalah hal yang dialami banyak penasihat. Cheng Huann Yeoh, ChFC, CLU, anggota MDRT selama tujuh tahun dari Singapura, melihat sendiri temannya diminta untuk berkelit dari aturan, tapi bukan oleh nasabah, melainkan seorang calon partner bisnis.

“Dia diminta untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan sebuah seminar yang menyajikan produk-produk keuangan bagi warga negara asing,” jelas Yeoh. “Dia tinggal menyusun ilustrasi produk dan hadir di situ untuk closing semisal ada pihak-pihak yang berminat.”

Tapi ada satu masalah dalam rencana ini — semua presentasi akan dibawakan oleh pihak ketiga dalam bahasa ibu para tamu, yang tidak dikuasai oleh si penasihat. Interpretasi, kalau ada, pun akan diberikan oleh pihak ketiga tersebut.

Jangan melanggar batas-batas etis dan membahayakan karier sendiri sekadar untuk bisa closing.

Penasihat itu lantas menyadari adanya risiko pelanggaran dalam situasi ini. Di Singapura, presentasi atas sebuah produk keuangan harus dilakukan oleh seorang agen yang berlisensi, bukan oleh pihak ketiga. Selain itu, proses pencarian fakta yang baik dan benar juga wajib dilakukan dalam prosesnya, dan semua materi yang disampaikan dalam seminar harus sejalan dengan regulasi kepatuhan.

Sayangnya, acara akan diselenggarakan tiga hari lagi, dan pemeriksaan terkait regulasi kepatuhan bisa memakan waktu dua sampai tiga minggu.

“Dia tahu dia bisa saja menolak tawaran itu, tapi dia juga tahu bahwa akan ada orang lain yang merebut peluang itu dan menerima komisinya,” kata Yeoh. “Itu pilihan berat.”

Penasihat itu juga menimbang kemungkinan untuk melayani tamu hadirin yang menguasai bahasa Inggris dengan baik dan setuju untuk menjalani proses fact finding sebelum membeli produknya. Akan tetapi, jika orang yang tertarik jumlahnya banyak, dia mungkin tidak punya cukup waktu untuk menjalankan semua prosesnya di hari yang sama. Sementara itu, tamu hadirin akan kembali ke negara mereka keesokan harinya.

“Akhirnya, mengingat keterbatasan waktu dan berbagai ketidakpastian dalam skenario ini, dia memutuskan bahwa tindakan yang tepat adalah menolak tawaran, dan saya pun sepakat dengannya,” kata Yeoh. “Jangan melanggar batas-batas etis dan membahayakan karier sendiri sekadar untuk bisa closing.”

Kode Etik MDRT

  1. Saya akan selalu menempatkan kepentingan nasabah di atas kepentingan sendiri, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  2. Saya akan menjaga standar tertinggi kompetensi profesional dan memberikan rekomendasi terbaik kepada nasabah dengan berupaya mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi profesional.
  3. Saya akan memegang teguh kepercayaan nasabah dengan menganggap semua informasi usaha dan pribadi yang berhubungan dengan nasabah adalah hal yang istimewa dan harus dijaga kerahasiaannya.
  4. Saya akan menginformasikan fakta yang diperlukan selengkap mungkin sehingga nasabah dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang diperoleh.
  5. Saya akan menjaga perilaku dan sikap pribadi yang mencerminkan citra baik sebagai praktisi asuransi dan jasa keuangan serta sebagai anggota Million Dollar Round Table.
  6. Saya akan mengikuti perkembangan produk-produk keuangan guna memastikan bahwa penggantian produk asuransi jiwa atau keuangan harus bermanfaat bagi nasabah.
  7. Saya akan menaati dan mematuhi semua ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku di wilayah hukum tempat saya menjalankan bisnis atau usaha.

Komite Etika MDRT beranggotakan John R. Benton Jr., CLTC; Meagan S. Balaneski, CFP, RFP; John P. Enright; Bryon A. Holz, CLU, ChFC; Jennifer P. Mann, MBA, CFP; Jamie McIntyre, CFP; Sherry Lee Ong; Kirk Wilkerson; dan Cheng Huann Yeoh, ChFC, CLU.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments