Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Mengatasi tabu kultural di Jamaika

Antoinette Tuscano

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Bicarakan investasi, dan topik asuransi akan mengalir dengan sendirinya.
Marina Burnel Photography

DI JAMAIKA, negara yang sarat dengan fluktuasi dan penurunan nilai mata uang, orang bersikap curiga terhadap agen asuransi jiwa dan penasihat keuangan. Tetapi, Loeri Ann Robinson, BSc (Hons), LUTCF, diterima nasabah dengan tangan terbuka.

“Saya tidak melihat adanya penghalang,” kata Robinson, seorang anggota MDRT enam tahun dari Kingston, Jamaika. “Untuk mewujudkan potensi maksimal Anda, jangan bersaing dengan orang lain. Bersainglah dengan diri sendiri. Tiap hari saya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Saya berjuang melampaui versi terbaik saya sendiri.”

Profesi di bidang jasa keuangan di Jamaika sedang berevolusi, industri yang dahulu hanya terpaku pada asuransi jiwa ini sekarang meluas dan mencakup berbagai solusi perbankan dan investasi juga. Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah dan hal yang menjadi perhatian nasabah, para penasihat meningkatkan level pendidikan dan menjunjung standar etika kerja yang tinggi di profesi mereka.

Robinson memastikan ia mengenal luar dalam profesi dan pasar ceruknya – segmen kalangan profesional dan pengusaha. Ia berspesialisasi di produk asuransi key-person untuk memproteksi perusahaan dari risiko kerugian ekonomis.

Selain itu, katanya, “Saya menyusun formula saya sendiri untuk menyediakan nasihat bagi nasabah, yang merupakan buah dari pengalaman saya bertahun-tahun. Formula ini membuat orang mau membuka telinga dan mendengar hal yang perlu Anda sampaikan. Tidak berhenti di mendengar saja, tapi juga menerapkannya untuk mengetahui apa yang mereka inginkan dalam hidup mereka.”

Dalam prosesnya, ia berbagi pengalaman nyata tentang produk keuangan yang telah membantu orang lain, dan tak lupa juga mengajukan pertanyaan mendalam.

Awali dengan topik investasi

Semua orang mau bicara soal uang dan cara memperoleh cukup uang, kata Robinson. “Saya biasanya membuka percakapan dengan kata investasi. Di Jamaika, kata asuransi kadang dianggap tabu. Penyebabnya adalah pengalaman tidak mengenakkan — bukan cuma dengan asuransi, tetapi juga dengan tenaga pema-sarnya. Karena itu, saya bertanya tentang berbagai produk investasi yang mungkin sudah mereka miliki, misalnya saham.”

Dari situ, Robinson bertanya bagaimana perencanaan pensiun mereka, sudah punya atau belum. Kemudian, ia bertanya tentang manfaat lain yang mungkin sudah mereka terima dari pemberi kerja, seperti asuransi jiwa dan kesehatan. “Di titik itu, tembok penghalangnya runtuh. Kini mereka lebih terbuka dan mau mendengar kata asuransi,” katanya.

Sekalipun Robinson membuka perbincangan dengan membahas investasi, sekarang ia bisa berbicara tentang berbagai produk asuransi — seperti asuransi key person — dalam konteks kaitannya dengan tujuan keuangan nasabah. Selama prosesnya, ia mengajukan berbagai pertanyaan terbuka, seperti “Apa pandangan Anda tentang asuransi jiwa?” Hal ini memampukannya untuk menggali perasaan negatif yang dimiliki nasabah terhadap program/rencana tertentu.

Saat perasaan nasabah telah terungkap, Robinson berkata kira-kira seperti ini, “Saya mengerti, mungkin Anda berpikir asuransi jiwa itu seperti jambret. Mungkin Anda punya pengalaman pahit dengannya, tapi tahukah Anda bahwa asuransi jiwa sebetulnya bisa X, Y, atau Z?” Dari situ, Robinson bertanya apakah nasabah ingin mendengar contoh kasus keefektifan fungsi asuransi jiwa. Nasabah selalu mau.

“Intinya adalah membuat orang nyaman dahulu, dan membantu mereka menyadari hal yang penting. Di ujung pertemuan, yang awalnya dimulai dengan topik investasi, nasabah malah lebih ingin mengambil asuransi daripada investasi,” kata Robinson.

Tahu bahwa masa depan keuangan keluarga nasabah terlindungi memberikan kepuasan maksimal bagi Robinson. “Sebagai penasihat keuangan, kita dihadapkan pada banyak penolakan,” katanya. “Saya ingin semua penasihat di luar sana mengetahui nilai diri mereka dan tidak membiarkan hal-hal negatif menghalangi misi mereka. Kita adalah pelita harapan. Kadang, ada yang menentang, tapi gunakan itu sebagai semangat untuk membantu individu yang lain.”

Kontak: Loeri Robinson loeri_robinson@sagicor.com

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments