Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Saya tidak bisa

Guy Munro Mankey

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Jangan batalkan polis sebelum mengucapkan kata-kata ini kepada nasabah.

BAGAIMANA bila seorang nasabah berkata, “Bisakah Anda membatalkan polis saya?” atau “Bisakah uang pertanggungannya dikurangi?” Sebagian dari kita diajarkan untuk menanggapi pertanyaan ini, dengan berkata, misalnya, “Boleh saya tahu alasannya?” atau “Apa yang terjadi sehingga Anda memutuskan begitu?”

Sebagian yang lain akan menekankan kembali: “Anda masih ingat mengapa kita ambil perlindungan ini?” Kemudian, tinggal soal nasabah meyakinkan Anda untuk melakukan yang dimintanya atau Anda meyakinkan mereka untuk membatalkan niatnya.

Namun, biasanya, rata-rata orang punya alasan kuat untuk meminta polis dibatalkan atau UP diturunkan. Keputusan mereka biasanya sudah bulat, dan kita pun kehilangan bisnis.

Lain kali, jika nasabah berkata seperti itu, jawab, “Maaf, saya tidak bisa.” Saya selalu membiarkan ada jeda sebentar untuk mendengar reaksi mereka. Dan poin pentingnya bukan pada reaksi mereka, tetapi pada hal yang akan Anda katakan selanjutnya.

Saya bilang, “Saya tidak akan melakukannya karena saya tidak tahu kondisi Anda sekarang seperti apa. Bagaimana kalau ternyata Anda mengalami kondisi yang tidak Anda sadari? Dalam enam bulan, Anda mungkin sadar bahwa permintaan Anda barusan adalah keputusan finansial terburuk yang pernah Anda ambil.”

Saya lanjut mengatakan bahwa sebelum keputusan tersebut dijalankan, saya ingin mereka melakukan pemeriksaan medis yang komprehensif, dan ada dua kemungkinannya. Pertama, mungkin akan ditemukan sesuatu. Mungkin sesuatu itu buruk sekali, mungkin tidak begitu buruk. Tapi yang jelas, hal ini memberi nasabah kesempatan untuk mengambil keputusan setelah mengetahui semua fakta dan kemungkinan konsekuensinya. Kedua, kalau semua baik, mereka bisa mengambil keputusan setelah yakin bahwa keputusan tersebut benar.

Namun kadang yang terjadi lebih dari itu, seperti yang dialami Cam, teman saya. Suatu hari dia menelepon dan berkata, “Guy, asuransi penyakit kritisku terlalu besar biayanya. Aku mau UP-nya dikurangi dari $720.000 ke $250.000.”

Tanggapan saya, “Tidak, tidak bisa” kemudian saya jelaskan. Cam mengerti nasihat saya baik, jadi dia menjadwalkan pemeriksaan medis. Sekitar tiga minggu kemudian, di hari Kamis saya menerima SMS dari Cam yang berisi, “Tidak ada kanker. Aku sudah jadwalkan pemeriksaan EKG Senin depan. Setelah itu UP-nya bisa kita kurangi.”

Di Senin malam, saya menerima SMS lagi. Isinya adalah, “Aku dijadwalkan operasi jantung hari Rabu. Empat arteriku harus di-bypass.” Saat saya meneleponnya, dia sudah di ranjang rumah sakit.

Dia bilang dia sedang di atas treadmill selama 45 detik saat petugas menghentikannya, mengajaknya bicara, dan berkata, “Kondisinya tidak baik.” Setelah beberapa tes lanjutan, mereka berkata tidak ada pilihan lain kecuali operasi. Cam di antar langsung ke kamar rawat inap di rumah sakit sebelah.

Jadi, keinginan Cam untuk mengurangi preminya terkabul. Premi dan uang pertanggungannya hilang, dan tidak lama berselang kami mentransfer uang $720.000 ke rekening banknya.

Dan mengapa ini semua bisa terjadi? Karena saya bilang, “Saya tidak bisa.” Tapi Anda tahu apa yang paling memuaskan hati saya? Cam mengajak saya makan siang bersama, dan setelah bersantap dia berkata, “Guy, ada hal yang belum aku ceritakan kepadamu. Dokter bedah bilang, kalau saja aku tidak ambil tes EKG-nya, dalam enam bulan aku sudah mati.” Keren, kan? Tidak hanya membantunya dengan dana besar, saya bahkan menyelamatkan nyawanya.

Guy Mankey adalah anggota MDRT 17 tahun dari North Sydney, New South Wales, Australia. Hubungi Mankey di guym@paxfin.com.au.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments