Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Memasarkan kepakaran

Matt Pais

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Haney menggunakan podcast, video, dan media lain untuk memantapkan brand digital dan kredibilitasnya.
Foto Oleh Drake Sorey

PRAKTIK ANDA PUNYA MASKOT?

Empat tahun yang lalu, Brian Haney, CFS, CLTC, memikirkan cara merancang brand untuk perusahaannya (yang didirikan bersama ayahnya dan didukung oleh adik laki-lakinya sebagai partner). Keluarga pecinta anjing ini yakin bahwa logo anjing bulldog mampu menyampaikan jati diri mereka kepada nasabah.

“Bulldog anjing yang sangat setia, sangat perhatian, dan peduli,” kata anggota MDRT 10 tahun dari Silver Spring, Maryland, ini. “Logo ini menjadi topik pembicaraan tentang alasan di balik brand kami dan kesempatan untuk menggunakannya di beberapa materi cetak, serta dalam pernyataan kemampuan unik kami.”

Brand tersebut juga mencerminkan upaya Haney dalam memberi diferensiasi atas praktiknya (yang fokus pada bisnis dengan segmen keluarga mampu di pasar asosiasi) di ruang digital. Saat ia mengawali praktik independennya setelah lima tahun di dunia perbankan, ia mengidentifikasi pentingnya memba-ngun visibilitas digital yang tidak membonceng brand perusahaan yang lebih besar – sehingga nasabah mengenal penasihatnya, bukan perusahaannya saja.

Yang dibutuhkan adalah situs web yang dirancang secara independen, bukan yang ditautkan dengan perusahaan induk si penasihat. Bagi Haney, hal ini juga berarti menggunakan beberapa situs web mikro untuk menjangkau pasar-pasar spesifik. Ia pun membeli beberapa nama domain (meliputi protectmyexec.com, association401kbuilder.com, dan pleasehelpmeretire.com) yang dibangun timnya ke dalam “jaring” digital besar guna menangkap lebih banyak peluang. Situs-situs ini, yang dirancang agar ramah SEO dan memperhatikan perilaku pengunjung, rencananya akan diluncurkan sepenuhnya di awal 2020.

Tapi Haney tidak berhenti di situ. Ia juga menggunakan aneka teknologi lain untuk terhubung dengan nasabah. Konten podcast dan video yang diproduksinya terbukti efektif.

Fungsinya lebih pada peningkatan kualitas keahlian spesialis dan visibilitas brand di pasar-pasar utama yang kita garap.

Podcasts

Hanley mempublikasikan episode-episode baru podcast-nya, “That’s My Financial Guy,” setiap dua sampai tiga minggu sekali untuk mendukung status-nya sebagai pakar di bidangnya. Diluncurkan pada 2019, episode-episode podcast tersebut membahas topik-topik seperti pendanaan uang kuliah dan perancangan visi finansial. Durasinya berkisar dari 27 sampai 45 menit, sengaja disamakan dengan durasi perjalanan rata-rata orang.

Di seri podcast tersebut, Haney mewawancarai para praktisi keuangan dan pemikir terkemuka di industri ini. Pendekatan ini telah meningkatkan kualitas kemitraan bisnisnya dan memberikan edukasi bagi pendengar, yang bisa menghubunginya jika ingin.

Podcast Haney dibuat untuk menunjukkan kepada nasabah dan prospek bahwa ia bukan cuma narasumber, tetapi pakar spesialis yang bersedia bertemu dan berbincang dengan mereka.

Selain itu, Haney menggunakan transkripsi dari episode podcast-nya sebagai white paper (dokumen teknis). Ia mempromosikan materi tersebut di semua platform media sosial. Di akun-akun media sosial itu, ia mengenalkan diri bukan hanya sebagai praktisi keuangan, tetapi sebagai podcaster, pembicara, dan lainnya.

Lalu bagaimana Haney bisa melakukan semua ini? Untungnya, Haney punya seorang teman yang sudah bertahun-tahun menjadi podcaster, dan ia mengontrak temannya ini untuk menangani segala keperluan produksi. “Cari partner yang tepat, yang mampu melakukan hal yang tidak bisa Anda lakukan,” katanya. “Mustahil saya melakukannya sendiri; dari perspektif biayanya, tidak masuk akal.”

Videos

Dengan aplikasi Swish, Haney telah membubuhkan branding khasnya ke dalam video pendek yang dibuat secara profesional dan sesuai dengan strategi komunikasi dan upaya meluaskan identitas brand-nya. Contohnya, ia mempromosikan podcast-nya sebagai “a total slam dunk” sembari menunjukkan seorang pebasket melakukan slam dunk.

Ke depannya, ia berencana untuk memproduksi lebih banyak video lagi untuk melengkapi pangkalan data materinya. Saat ini, nasabah dapat berlangganan video-video edukatif yang sudah ada, yang juga meliputi berbagai webinar.

Manfaatnya

Kadang, upaya-upaya ini berujung pada referensi dari kontak atau nasabah baru, yang menemukan materi digital Haney di dunia maya. Ia pernah diminta untuk menyelenggarakan lokakarya perencanaan suksesi karena orang menonton video-videonya.

Tetapi Haney menekankan bahwa manfaat dari semua teknologi ini tidak selalu konkrit.

“Tidak semuanya langsung berbuah lead bisnis baru,” kata Haney. “Fungsinya lebih pada peningkatan kualitas keahlian spesialis dan visibilitas brand di pasar-pasar utama yang kita garap. Jadi, saat orang berpikir XYZ, kita yang melintas di benak mereka karena mereka telah menonton atau mendengar sesuatu dari kita.”

3 perintah teknologi

Jika ingin membuat dan membagikan konten digital Anda sendiri (baik itu podcast, seri video, buletin, atau yang lain), Haney menganjurkan tiga prinsip berikut:

  • Muliakan brand-mu. Pertimbangan terpentingnya, kata Haney, adalah tawaran nilai (value) brand Anda. Materi yang Anda buat harus mampu memajukan identitas dan misi tersebut.
  • Pertimbangkan pemirsamu. Pastikan orang yang akan mengonsumsi konten Anda sesuai dengan audiens yang ingin Anda jangkau, dan format penyampaian pesan Anda pas dengan mereka.
  • Sedikit-sedikit, tapi bermutu. Hanya karena sesuatu itu ada, tidak berarti tujuannya tercapai. Pertanyaan penting yang direnungkan Haney bukanlah “Mengapa tidak membuat podcast?” tapi “Bagaimana membuat podcast yang ingin didengar orang?”

Kontak: Brian Haney bhaney@thehaneycompany.com

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments