Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Lima cara untuk mengawali tahun yang baru dengan benar

Liz DeCarlo

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Aneka strategi sederhana untuk menata bisnis dan kehidupan Anda di tahun 2020.
Ilustrasi oleh Michael Glenwood

SAAT TAHUN 2019 kita tinggal-kan dan tahun 2020 kita jelang, saatnya untuk merenungkan cara untuk memastikan tahun ini lebih baik dari tahun yang silam. Langkah-langkah sederhana, yang dikurasi dan dijelaskan oleh para anggota MDRT, dapat membuka kesempatan dan kemungkinan baru di tahun 2020. Berikut ini lima ide untuk Anda petik dan terapkan.

1. Tulis rencana bisnis satu halaman

Rencana bisnis tertulis dapat memberikan kejelasan bagi Anda dan tim Anda. Menyusunnya ke dalam satu halaman saja bisa membantu Anda untuk tetap fokus pada rencana tersebut.

Urai rencana bisnis satu halaman ke dalam lima bagian berikut.

Pernyataan visi. Ini membantu menentukan ukuran perkembangan yang ingin diraih dan hal-hal yang ingin dicapai. Visi juga menjelaskan jenis bisnis yang Anda jalankan atau ingin Anda jalankan. Apakah produk manfaat karyawan? Apakah segmen pasar keluarga? Tentukan jenis bisnis ideal yang coba Anda buat, dan identifikasi dua sampai tiga produk atau layanan utama yang menjadi bagian dari visi tersebut. Pula, tentukan periode waktunya.

Berikut pernyataan visi saya saat ini: Di BFG Financial Advisors, kami ingin menjadi firma penasihat keuangan skala nasional. Kami ingin melayani sekitar 500 keluarga dengan menyediakan dan melaksanakan rencana finansial yang komprehensif. Pada tahun 2023, kami ingin firma kami memiliki aset kelolaan dalam jumlah tertentu, yang menghasilkan pemasukan dalam jumlah tertentu.

Pernyataan visi. Mengapa bisnis Anda ada? Siapa yang akan Anda ajak bekerja bersama? Nilai (value) apa yang Anda hadirkan bagi mereka? Apa tawaran unik penjualan (USP) Anda? Apa yang hendak Anda berikan kepada nasabah, dan apa keinginan, kebutuhan, hasrat, kekhawatiran, atau masalah nasabah yang dapat dipenuhi atau ditanggulangi oleh produk dan layanan Anda?

Pernyataan misi saya adala: Kami bekerja untuk membantu keluarga menumbuhkan, melindungi, dan melestarikan kekayaan mereka melalui perencanaan waris multigenerasi.

Saya bisa menunjukkan ini ke semua karyawan saya, dan mereka akan paham apa persisnya hal yang kami coba kerjakan. Pernyataan misi yang ditulis dengan baik menarik minat pelanggan dan juga mendorong terbentuknya perilaku kerja yang efektif di dalam organi-sasi Anda.

Kunci merancang tujuan yang efektif adalah mengidentifikasi goal yang berperan penting dalam kesuksesan Anda dan yang mudah dilacak. Jangan buat goal kalau tidak memiliki akses ke informasi yang bisa Anda evaluasi.

Tujuan. Tujuan Anda harus dapat diukur. Tujuan menentukan jenis tindakan yang akan diambil, dan seperti apa hasil akan diukur. Sertakan nilai bilangan, nama penanggung jawab, dan tenggat untuk setiap tujuan.

Kunci merancang tujuan yang efektif adalah mengidentifikasi goal yang berperan penting dalam kesuksesan Anda dan yang mudah dilacak. Jangan buat goal kalau tidak memiliki akses ke informasi yang bisa Anda evaluasi.

Penting untuk menyertakan berbagai jenis tujuan agar komprehensif. Intinya adalah memastikan seluruh komponen praktik Anda tercakup dalam tujuan-tujuan tersebut. Kita tahu bahwa hal yang bisa diukur, bisa dicapai.

Strategi. Aspek ini biasanya merupakan goal yang berjangka lebih panjang, lebih dari setahun. Strategi menentukan arah, filosofi, nilai, dan metodologi untuk membangun dan mengelola perusahaan. Lihat proses atau goal yang ingin diraih dan coba tentukan hal yang dapat dilakukan untuk mencapainya. Strategi adalah panduan dan batas-batas yang dibuat untuk mengevaluasi keputusan bisnis: Apakah keputusan tersebut selaras dengan strateginya?

Contohnya, kami baru saja membangun sistem manajemen sumber daya nasabah yang baru, dan kami ingin meluaskan cakupan penggunaannya. Itu goal yang akan membantu kami menumbuhkan bisnis dalam jangka panjang. Bagaimana caranya? Kami akan memakai sistem tersebut untuk mengidentifikasi berbagai peluang, meningkatkan kualitas layanan, dan mengukur secara instan kecepatan dan konsistensi kami dalam membuat sebuah proses kerja.

Rencana aksi. Rencana ini memuat aksi-aksi spesifik yang harus diambil untuk menjalankan strategi dan mencapai tujuan. Formula sederhananya adalah: Pilih proyeknya, beri tanggal mulai dan selesai, serta tentukan penanggung jawabnya jika ada proyek tersebut akan dikerjakan oleh lebih dari satu orang.

Idealnya, tiap rencana aksi berkaitan dengan sebuah tujuan atau strategi, tetapi tidak perlu sampai membuat satu rencana aksi untuk setiap tujuan dan strategi. Jika demikian, Anda akan kewalahan, dan pekerjaan tidak akan beres.

Biasanya, untuk satu kuartal, jumlah rencana aksi tidak lebih dari dua. Dalam praktik yang lebih kecil, mungkin perlu satu rencana aksi induk jika proyeknya besar, seperti misalnya merjer dengan praktik yang lain.

Bagikan. Anda sudah memiliki rencana bisnis yang jelas dan bernas. Itu draf pertama Anda. Sekarang, bagikan dengan partner atau karya-wan Anda. Catat tanggapan mereka untuk menyempurnakannya dan memastikan dokumen rencana tersebut dapat dipahami.

Setelah rencana bisnis praktik Anda disusun, tiap orang di dalam tim Anda mesti membuat rencana mereka sendiri dan meninjaunya satu bulan sekali. Hal ini memastikan bahwa rencana bisnis satu halaman Anda memiliki dukungan yang kuat.

Kathleen R. Benjamin, CFP, CPA, adalah anggota MDRT 15 tahun dari Timonium, Maryland.

2. Katakan tidak kepada nasabah sulit

Saat sedang membangun bisnis, Anda mungkin tergoda untuk berkata ya pada siapa saja yang bisa diajak bicara, sekalipun hal itu justru tidak efektif bagi waktu Anda.

Mungkin ada prospek yang berkata, “Kita bertemu di rumah saya, ya?” padahal lokasinya berjarak satu jam dari kantor Anda. Anda mungkin tergoda untuk menjawab, “Ya, jam berapa Anda ingin saya tiba di sana?” Atau mereka mungkin bertanya, “Kalau malam hari atau akhir pekan, bisa?” Anda mungkin tergoda untuk berkata, “Tentu bisa. Saya siap melayani.”

Yang perlu Anda pahami adalah kebebasan dari kata tidak. Faktanya, Anda tidak perlu berkata ya pada setiap potensi bisnis di luar sana. Kerja yang tidak optimal menjauhkan Anda dari potensi sejati dan maksimal Anda.

Curahkan waktu sebaik mungkin. Jika tidak memungkinkan, bilang saja tidak, dan saksikan sendiri kebebasan yang mengalir dari sana.

Nasabah yang membuat Anda meringis saat melihat nama kontaknya tampil di layar ponsel? Coba renungkan: Alangkah baiknya andai Anda tidak menjadikan dia nasabah. Seperti penyakit, cara terbaik untuk menanganinya adalah pencegahan, bukan pengobatan.

Kapan menurut Anda waktu terbaik untuk memutuskan bahwa seseorang tidak cocok menjadi nasabah? Apakah setelah orang itu menguras energi Anda bertahun-tahun? Tentu saja tidak. Waktu terbaik untuk memutuskan adalah sebelum dia menjadi masalah. Jangan ambil nasabah yang tidak cocok dengan Anda.

Berani bilang tidak memang kadang sulit karena, boleh jadi, ada peluang yang terlewatkan. Tetapi jika tujuannya menumbuhkan bisnis, tidak mungkin kalau Anda sendiri tidak berkembang. Anda mungkin perlu berkata tidak pada hal yang dulu Anda kerjakan, dan melangkah maju ke hal yang perlu dilakukan.

Karena itu, kendalikan praktik, dan hidup Anda, sendiri. Belajarlah untuk bilang tidak pada waktunya.

Brad Brain, CFP, CLU, adalah anggota MDRT 10 tahun dari Fort St. John, British Columbia, Kanada.

3. Ciptakan budaya “can do”

Saat pertama kali memulai bisnis ini, saya dulu mencari satu ide besar yang akan memastikan kesuksesan. Lambat-laun, saya sadar bahwa sukses dalam semalam itu mitos belaka. Karenanya saya membuat konsep CAN-DO, yang berfokus pada lima bidang: communication, attitude, numbers, dedication, dan organization.

Communication – Komunikasi: Komunikasi yang baik tidak berhenti di berbicara saja. Belajarlah untuk mendengarkan dan menikmati keheningan. Memang, kita tidak bisa menjual dengan mendengar. Namun, kita bisa diam, dan memberi prospek kesempatan untuk berbicara.

Di profesi ini, kita berkesempatan untuk mengenal nasabah lebih dalam dan dekat. Dengan kesempatan itu, dan kesediaan untuk diam dan mendengar, mereka pasti akan mengutarakan harapan, impian, dan tujuannya.

Attitude – Sikap: Setiap Senin pagi, kami mengadakan rapat tim, dan kami mengawalinya dengan fokus pada hal-hal positif. Seluruh peserta rapat diminta untuk menceritakan satu hal yang belum lama ini mereka lakukan atau terjadi, yang membuat mereka merasa positif. Sesi ini membuat kami semua tersenyum dan positif sebelum memulai rapat, dan rapat pun jadi maksimal.

Saat pertama kali menerapkan sesi ini, harus saya akui rasanya sedikit seperti dibuat-buat, dan saya rasa rata-rata peserta rapat membatasi ceritanya pada hal yang terjadi dalam sepekan terakhir di kantor. Seiring waktu, fokusnya bergeser ke hal-hal positif dalam kehidupan pribadi mereka, dan karena itu kami jadi tahu lebih dalam tentang diri masing-masing anggota tim; cerita yang tidak muncul dalam percakapan santai lain bisa hadir di sesi itu.

Pada intinya, cara Anda menjajaki hidup dan cara Anda menghadapi masalah berpulang pada diri dan sikap Anda sendiri. Kalau memang ada niat, pasti ada jalan. Kalau tidak, yang ada hanya alasan.

Numbers – Angka: Memahami data angka Anda sendiri amat penting bagi perencanaan goal Anda dalam setahun. Mulailah dengan menyusun daftar hal yang ingin dicapai dalam 12 bulan ke depan dan berapa biaya untuk mencapai tiap-tiap dari hal tersebut. Dengan begitu, Anda tahu berapa banyak pemasukan yang harus dihasilkan untuk mencapai semua goal Anda.

Tahu ukuran case rata-rata akan memberikan bayangan jelas tentang berapa:

  • Case yang harus di-submit dalam setahun
  • Prospek yang perlu ditemui agar case tersebut bisa closing
  • Upaya awal yang perlu dilakukan agar bisa mendapatkan janji temu dengan prospek
  • Jumlah janji temu dengan calon nasabah setiap minggunya (dengan mempertimbangkan pembatalan jadwal)
  • Panggilan telepon yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jadwal temu

Peringatan: Jangan lebih fokus pada angka daripada nasabah. Mereka pasti bisa merasakannya dan akan langsung berpaling dari Anda. Jagalah nasabah, dan nasabah akan menjaga angka Anda.

Dedication – Dedikasi: Sukses dalam semalam itu tidak ada; karena itu, dedikasi untuk setia pada rencana dan goal, terlebih di saat-saat sulit, akan sangat membantu Anda di bisnis ini.

Belajarlah untuk mengerjakan yang tidak enak — tugas yang paling Anda benci adalah tugas yang paling mampu mengubah hidup Anda. Berapa hari Senin sudah lewat sejak Anda berkata, “Akan kumulai minggu depan”? Bertindak dan mulailah hari ini. Ada kisah tentang tiga katak di atas kayu mengapung. Seekor memutuskan untuk lompat ke air, tinggal berapa? Tetap tiga. Jangan cuma memutuskan. Keputusan harus dijalankan. Lakukanlah!

Organize – Tata: Terakhir, bisa menata diri dan tim lebih baik akan membuat hidup lebih simpel dan mudah dikendalikan dan membawa Anda ke kesuksesan yang lebih hebat. Pastikan jadwal temu dengan nasabah di depan. Pahami pentingnya jeda berkala dan mengisi ulang baterai lahir dan batin Anda.

Sedari awal tahun, tentukan jadwal berlibur dan perjalanan penting untuk 12 bulan ke depan. Jangan tunggu sampai capek baru berlibur.

Sejak akhir tahun lalu, kami telah naik setingkat lebih tinggi: Semua anggota tim, termasuk saya, sekarang hanya bekerja empat hari seminggu. Kami menyusun ulang jam kerja setiap orang di kantor sehingga kami bekerja sedikit ekstra di awal dan akhir tiap hari kerja, dan jeda makan siang kami lebih singkat.

Ada banyak trik untuk menghemat waktu. Satu trik yang saya sukai: Dalam rapat penyelesaian masalah, jika Anda ingin progres rapat lebih lekas, cobalah teknik rapat berdiri, jangan sediakan tempat duduk. Cara ini membuat orang lebih fokus dan langsung masuk ke intinya, supaya bisa lanjut ke hal yang lain. Malah di kantor saya sendiri tidak punya kursi. Seharian saya berdiri, dan karena itu semua rapat saya dengan orang di kantor biasanya cukup singkat dan efisien.

Dengan demikian, kesimpulan saya pun singkat — you CAN DO it, Anda pasti bisa. Hidup jangan dibikin susah, banyak-banyak tersenyum, dan bergembiralah.

Jeremy Mark Wellington, Dip PFS, Dip CII, adalah anggota MDRT delapan tahun dari Truro, Inggris.

Sukses dalam semalam itu tidak ada. Karena itu, dedikasi untuk setia pada rencana dan goal, terlebih di saat-saat sulit, akan sangat membantu Anda di bisnis ini.

4. Memilih bersyukur

Sebagai bagian dari jajaran pemimpin, kami bertemu pada hari Jumat untuk mengevaluasi semua hal yang terjadi selama satu pekan terakhir. Kami membahas apa yang sudah baik, apa arti-nya bagi kami, dan pelajaran apa yang kami petik.

Kami juga ingin mencari tahu dan berterima kasih kepada orang-orang yang telah membantu kami. Apakah nasabah, vendor, atau anggota tim? Dalam rapat tim Senin depan, siapa yang akan kami puji kerjanya? Dengan begitu, setiap minggu kami menyuntikkan semangat positif.

Jika saya atau tim saya merasa sedikit lesu, kami tinjau kembali, “Apa saja yang sudah kita capai dalam beberapa minggu atau bulan terakhir?” Dengan mengetahui semua hal positif yang telah terjadi, orang dapat merasa jauh lebih baik.

Jenny Brown, CFP, FChFP, adalah seorang anggota MDRT 11 tahun dari Melbourne, Victoria, Australia.

5. Delegasikan

Anda tidak harus mengerjakan sesuatu hanya karena bisa. Pusatkan perhatian pada hal yang hanya Anda yang bisa melakukannya, misalnya, bertemu nasabah, merancang strategi bisnis, dan menjalankan bisnis.

Dengan begitu, saya sadar bahwa sebagian dari anggota tim sebenarnya sangat ingin untuk lebih terlibat. Mereka ingin mengemban lebih banyak tanggung jawab dan mengembangkan keterampilannya, dan bagi kami itu luar biasa. Saya sering mendapati bahwa mereka ternyata jauh lebih mampu dari yang mereka sangka.

Mungkin Anda berpikir tidak ada orang yang bisa didelegasikan tugas, atau mereka tidak bisa melakukannya sebaik Anda. Mungkin Anda juga berpikir, Cuma sebentar kok, biar kubereskan sendiri saja. Tetapi ada banyak waktu yang bisa dihemat jika yang sebentar-sebentar itu dapat didelegasikan.

Mengalihdayakan tugas juga efektif jika di kantor tidak ada orang yang mampu mengerjakannya. Meski ada biayanya, pilihan ini tetap menguntungkan karena Anda jadi punya waktu lebih untuk menghasilkan pendapatan yang lebih dari biaya itu sendiri.

Pendelegasian akan berjalan lebih lancar jika Anda mau meluangkan waktu sejenak untuk menjelaskan hal yang perlu dikerjakan, standar yang diharapkan, tenggat, dan signifikansi dari tugas tersebut. Hal ini akan menghemat banyak waktu dan Anda pun terhindar dari potensi kesemrawutan.

Catherine Gough, FPFS, adalah anggota MDRT dua tahun dari Shrewsbury, Inggris.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments