Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Lima cara untuk membangun bisnis Anda

Liz DeCarlo

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Buat filosofi perusahaan, gunakan pendekatan tim untuk menumbuhkan dan menghargai klien Anda.

Menilai nasabah sendiri

Ketika saya sudah banyak mencurahkan waktu untuk membangun koneksi, tetapi hasilnya tidak tampak, saya memutuskan untuk membuat kartu skor koneksi. Ini metode amat dasar dalam menganalisis koneksi yang saya miliki dan didasarkan pada enam bidang. Saya nilai tiap bidangnya dengan skala satu sampai lima. Satu berarti rendah, lima berarti tinggi.

Saya mulai dengan rasa percaya. Apakah saya percaya pada mereka? Lalu, apakah saya menyukai mereka? Selanjutnya, apakah saya menghormati mereka? Kemudian, tentang koneksi. Seberapa kuat koneksi mereka? Apakah mereka sepadan dengan waktu yang akan saya curahkan untuk mereka?

Yang berikutnya mungkin yang paling milenial — kultur. Bagi saya dan banyak milenial lainnya, yang terpenting adalah dampak yang tercipta, bukan cepat dapat uang. Penting sekali bahwa kultur pribadi dan perusahaan nasabah sesuai dengan saya.

Dan terakhir, tindak lanjut. Apakah mereka melakukan hal yang mereka katakan? Tidak enak kalau orang bilang, “Oh, nanti aku kirim surel atau nanti kutelepon saja” dan setelahnya kita hanya menunggu, menunggu, dan menunggu.

Lalu saya jumlahkan nilai tiap-tiap jawaban. Calon nasabah, minimal, harus mendapat nilai 21 dari 30, baru saya akan bekerja dengan mereka. Dan kalau ada bidang yang mendapat nilai satu, itu artinya saya tidak akan bekerja dengan mereka.

Cara ini mengeliminasi 60% dari orang-orang berada dalam jaringan saya. Sekarang saya bisa fokus pada 40% yang klop dengan nilai-nilai yang saya anut. Merekalah orang-orang yang ingin saya ajak berbisnis.

Minta orang lain untuk menggunakan kartu skor Anda juga, sehingga Anda bisa lebih cepat dikenalkan kepada prospek yang tepat, ketimbang berlama-lama memutuskan apakah ingin bekerja dengan mereka atau tidak.

— Tristan Karl Robert Hartey, Oswestry, Inggris, anggota MDRT 5 tahun

Buat filosofi untuk bisnis Anda sendiri

Peter Jason Byrne

Filosofi keuangan tertulis adalah salah satu cara terbaik dalam memba-ngun fondasi yang kuat untuk praktik Anda. Ia menjadi peta jalan nasihat keuangan dan keyakinan yang tercatat hitam di atas putih. Ia menjadi alat dan kaidah tentang cara para penasihat Anda menyusun strategi asuransi jiwa dan proteksi kekayaan.

Kami membuat filosofi keuangan karena ada banyak penasihat di kantor kami dan kami ingin memastikan mampu menghadirkan nasihat yang tepat di waktu yang tepat.

Contohnya, untuk asuransi jiwa, semua penasihat kami akan memastikan bahwa semua utang dilindungi. Apabila risiko cacat total permanen terjadi, utang akan kembali dibereskan. Kami juga akan memastikan tersedia dana untuk perawatan jangka panjang. Dan dalam penyakit kritis, kami juga punya kaidahnya. Kami selalu merekomendasikan nasabah untuk mengambil, paling tidak, pertanggungan yang cukup untuk mengganti pemasukan rumah tangga selama setahun.

Dalam filosofi keuangan itu, kami juga berbicara soal hal-hal yang kami lakukan di luar konteks produk:

Janji klaim yang terdokumentasikan. Berupa janji tertulis tentang hal yang akan kami lakukan, dan bahwa kami akan ada bagi nasabah, di saat-saat paling dibutuhkan.

Kesanggupan membayar. Kami tahu ini ketakutan terbesar seorang nasabah. Dokumen kami juga membantu kami membahas perencanaan jangka pendek dan panjang bersama nasabah, sehingga asuransi mereka sanggup mereka bayar sekarang dan ke depannya.

Mengganti asuransi yang sudah ada. Kami terapkan aturan ketat: kalau dengan mengganti asuransi yang sudah ada nasabah tidak memeroleh manfaat atau tabungan yang signifikan, kami tidak akan melakukannya.

Rencana waris. Kami memastikan semua manfaat jatuh ke tangan yang tepat di waktu yang tepat.

Adalah hak prerogatif nasabah untuk memutus-kan risiko apa yang ingin mereka transfer ke perusahaan asuransi dan berapa jumlah premi yang ingin mereka bayar. Tetapi adalah tugas kita untuk memastikan mereka mampu mengambil keputusan dengan dasar yang kuat, sehingga mereka bisa memilih dengan tepat.

— Peter Jason Byrne, Coorparoo, Queensland, Australia, anggota MDRT 11 tahun

Strategi tim untuk membesarkan skala bisnis

David Blake

Dalam praktik saya, kami mengidentifikasi dan mengenalkan program-program asuransi disabilitas ke populasi besar insan profesional berpenghasilan tinggi. Saat ada peluang, kami mampu menawarkan perlindungan bagi ribuan orang sekaligus, dan mustahil untuk bisa melayani semuanya sendiri. Karena itu, saya membangun lini produksi yang terdiri dari tim beranggotakan orang-orang yang mampu mengidentifikasi dan bekerja di tiap tahap dalam prosesnya.

Ada empat fungsi di dalam tim ini: pengembangan relasi strategis institusional, penjualan institusional, solusi strategis, dan relasi layanan pelanggan.

Pertama, anggota tim kami mengidentifikasi pihak berpengaruh (center of influence) strategisnya. Kami mengomunikasikan kemampuan, pernyataan nilai, dan pengalaman kami kepada orang-orang di dalam industri yang menjadi target kami.

Begitu pihak berpengaruh setuju untuk melanjutkan proses-nya, kami teruskan ke anggota tim yang bertugas mendukungnya. Mereka membantu mengidentifikasi prospek, menghadiri pertemuan, dan mengenalkan tawaran nilai kami.

Saat kami mengidentifikasi solusi strategis, ada anggota tim lain yang menangani lini masa dan materi-materi komunikasi-nya. Terakhir, ada tim layanan pelanggan.

Kami telah menyusun proses yang dapat diluaskan dan direplikasi, yang mampu menghasilkan ratusan nasabah setahun sekaligus memberikan level layanan yang konsisten.

Strategi ini juga membantu kami mengembangkan tim berisi orang-orang terlatih yang mampu menalangi dan membantu rekan satu timnya jika ada lonjakan permintaan tak terduga atau anggota tim yang absen.

— David C. Blake, Harrison, New York, anggota MDRT 19 tahun

Fokus pada kesehatan, kekayaan dan gaya hidup dengan nasabah

Saya ingin kesejahteraan fisik dan mental nasabah kami selalu berada di kondisi terbaik. Kami tahu, masalah seperti kelebihan berat badan dan masalah terkait kebugaran tubuh lainnya dapat berujung pada memburuknya kualitas hidup dan makin pendeknya usia.

Demikian pula dengan kesejahteraan mental nasabah.

Karena itu, saya menyusun sebuah program yang menaungi upaya pengelolaan kekayaan dan kesehatan, seraya menyediakan panduan gaya hidup. Di dalamnya, kami memberikan akses ke seorang terapis nutrisi yang kompeten. Terapis kami menyediakan aneka program edukatif seputar pengelolaan kesehatan dan gaya hidup bagi nasabah guna menjaga kondisi kesehatan dan keuangan mereka.

Selain itu, nasabah bisa mendapatkan panduan gaya hidup dari seorang pakar wisata khusus, serta akses ke layanan concierge eksternal. Melalui layanan ini, kami bisa memberikan tarif dan akses eksklusif ke aneka ragam kegiatan dan ajang olah raga, musik, film, dan teater.

Nasabah menjadi lebih aman secara fisik, mental, dan finansial dengan menuai manfaat dari kepakaran kami di bidang pengelolaan kekayaan dan kesehatan, sembari menjalani hidup yang lebih memuaskan. Nasabah-nasabah ini menjadi promotor ulung yang memberikan banyak referensi.

Nasihat saya sederhana: tawarkan kepada nasabah lebih dari sekadar manajemen kekayaan, karena manajemen kesehatan dan gaya hidup akan membuat nasabah dan bisnis Anda panjang umur. Cukup mencari satu atau dua ahli untuk membantu membuat masa depan bisnis dan nasabah Anda lebih cerah.

— Kevin Smith, Dip PFS, Birmingham, Inggris, anggota MDRT 14 tahun

Jenny Brown

Saat hendak merekrut, pastikan Anda menjelaskan kultur dan nilai perusahaan agar calon karyawan selaras dengan kedua hal tersebut.

— Catherine Gough, FPFS, Shrewsbury, Inggris anggota MDRT 2 tahun

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments