Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Melawan masalah ketahanan pangan

Karen Matts

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Yayasan MDRT memberi kepada The Hunger Project dan lembaga amal lainnya untuk menciptakan dunia yang lebih baik di tahun 2019.
FOTO DARI ART RELIEF

MENGUBAH GURUN MENJADI KEBUN.

Mengagumkan betapa upaya besar dapat dirangkum hanya dalam beberapa patah kata.

Faktanya, bakti pada lingkungan adalah misi Yayasan Andando, yang bermitra dengan berbagai komunitas di Senegal untuk memasang sistem irigasi bertenaga surya. Setelah selesai, kebun-kebun ini dikelola oleh kelompok perempuan setempat, sebagai sumber penyedia penghasilan dan makanan bergizi.

Pada 2019, hibah Yayasan MDRT sebesar $4.000, atas dukungan Allan D. Ross, CLU, CFP, anggota MDRT 18 tahun dari Salem, Oregon, disumbangkan untuk membangun Kebun Pasar Keur Ngor.

Ini hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak kontribusi Yayasan MDRT dalam upaya memerangi masalah ketahanan pangan pada 2019.

Dimulai dari kemitraan dengan The Hunger Project (THP), yang telah selama 40 tahun memberdayakan orang-orang yang hidup dalam kemiskinan dengan mengevaluasi sumber daya yang menjadi kebutuhan komunitas mereka. Berkat promosi di ajang Pertemuan Tahunan MDRT di Miami, Florida, dan Konferensi Global MDRT di Sydney, Australia, para anggota MDRT mendonasikan $200.000 untuk THP, yang membantu berbagai program global untuk mengakhiri kelaparan:

  • Di Afrika, desa-desa terpencil disatukan ke dalam “episentrum,” yang menjadi wadah bagi 5.000 sampai 15.000 penerima manfaat untuk menerima kursus rancang program di seputar isu-isu seperti literasi orang dewasa, ketahanan pangan, dan sanitasi.
  • Di India, kelompok perempuan diberikan sumber daya dan dukungan untuk bekerja di lingkungan pemerintahan. Rancang program di enam provinsi memampukan para perempuan ini untuk memimpin lebih dari 9 juga orang di komunitas mereka.
  • Di Bangladesh, THP adalah organisasi berbasis relawan terbesar. Rancang program didasarkan pada Tujuan Pembangunan Berkesinambungan PBB, dan upaya organisasi ini telah menjangkau lebih dari 5 juta orang.
  • Di Meksiko dan Peru, fokusnya ada pada kalangan masyarakat yang paling termarjinalkan, khususnya perempuan pribumi. Karya THP di dua negara ini meliputi pengentasan malnutrisi ibu hamil dan tumbuh-kembang anak.

“Bila diberdayakan, mitra-mitra komunitas kami bisa, akan, dan pasti memunculkan berbagai solusi inovatif, praktis, dan jangka panjang, bagi isu-isu yang mereka hadapi,” kata duta global THP, Cathy Burke, yang mempresentasikan misi lembaga ini di hadapan para anggota dari 57 di acara Pertemuan Tahunan dan Konferensi Global. “Mereka telah memantik nyala obor yang terang bagi kita semua, tentang arti menjadi manusia.”

Program-program tersebut bertumpu pada keyakinan bahwa kondisi swasembada dapat dibangun di level akar rumput, bahwa perempuan harus menjadi agen perubahan utama, dan bahwa pemerintah setempat perlu menjadi mitra perencana. Melalui pendekatan kolaboratif ini, THP berhasil menjangkau lebih dari 16 juta orang di lebih dari 13.000 komunitas.

Pada kedua pertemuan tersebut, anggota MDRT memberikan donasi yang dibagi rata untuk THP dan berbagai program hibah global Yayasan MDRT lainnya. Program-program tersebut juga berfokus pada masalah ketahanan pangan; lembaga-lembaga amal yang didukung para anggota MDRT menerima dana hibah melalui program hibah Worldwide atau Quality of Life.

Hibah sebesar $5.000 yang didukung oleh Sally N. Ko, anggota MDRT sembilan tahun dari Manila, Filipina, telah membantu pelatihan lebih banyak relawan untuk proyek Dapur Bergerak Art Relief (ARMK) dan meningkatkan kualitas peralatan memasak di seluruh Filipina. ARMK menyediakan makanan panas di kala musibah bencana alam atau bencana akibat ulah manusia terjadi. Para relawannya memasak makanan yang disesuaikan dengan kultur pangan wilayah yang dilayani dan telah mengikuti 36 misi tanggap darurat di seluruh Filipina, menyajikan lebih dari 280.000 paket makanan.

Selain itu, RSVP Enid yang berbasis di AS menerima hibah sebesar $25.000 yang didukung oleh Judy Gregory, LUTCF, ARPC, anggota MDRT 13 tahun dari Enid, Oklahoma. Program utama organisasi ini adalah Enid Mobile Meals, yang menyediakan paket makanan bergizi yang diantar langsung lima hari seminggu ke 120 warga lansia yang tidak dapat keluar dari rumah mereka. Bagi para lansia ini, bukan hanya makanannya, tetapi kunjungan rutin RSVP Enid telah mencerahkan hati dan hari mereka, bahkan dapat pula menyelamatkan nyawa mereka.

Bibit asa di proyek layanan

DI PERTEMUAN TAHUNAN dan Konferensi Global, lebih dari 200 anggota MDRT menjadi relawan proyek layanan bersama Seeds Programs International, yang menyediakan bibit dan keahlian bagi komunitas miskin di negara-negara berkembang.

Para relawan mengemas lebih dari 40.000 bibit buah dan sayur yang akan disalurkan ke 10 negara (termasuk Zimbabwe, Sudah Selatan, Australia, Nepal, dan Honduras) dan akan memproduksi lebih dari 140 ton hasil bumi.

Bibit-bibit ini dipakai di berbagai program pertanian dan pembangunan di komunitas-komunitas pribumi, menjadi bahan untuk mengajarkan teknik berkebun pada anak di berbagai panti asuhan dan sekolah, serta dibutuhkan untuk menggarap kebun-kebun sayur kecil agar mampu menghasilkan nafkah yang baik.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments