Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Ke mana perginya semua uang saya?

Liz DeCarlo

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Analisis arus kas bantu amankan masa depan keuangan nasabah, sembari meningkatkan bisnis dan referensi.

TROY A. COLLINS, ADFP, punya nasabah yang penghasilannya di atas rata-rata tetapi tetap berat secara keuangan. Mereka tidak hanya tidak menabung atau berinvestasi, tetapi juga terlilit utang. Karena itu, langkah pertamanya adalah menganalisis arus kas nasabah, yang ia yakini merupakan elemen penting dalam memberikan nasihat strategis yang efektif.

“Kami jadi mampu memutarbalikkan keadaan dalam waktu singkat dan membuat nasabah bisa cepat menghasilkan arus kas tambahan,” kata Collins, anggota MDRT 20 tahun dari Toowong, Queensland, Australia. Analisis arus kas membuat utang cepat berkurang, akumulasi harta lebih besar, dan pilihan gaya hidup yang lebih baik bagi nasabah dan keluarganya.

Ada berbagai strategi untuk menganalisis arus kas nasabah: analisis arus kas berkelanjutan dan prakiraan arus kas seumur hidup. Penasihat keuangan sering memadukan keduanya saat menganalisis arus kas nasabah.

Collins melacak arus kas secara bulanan, dan ia juga melakukan prakiraan arus kas seumur hidup. Ia menggunakan lembar kalkulasi pengeluaran dan matriks target yang mendetail, dan sebuah portal kekayaan daring. Portal daring ini menautkan semua rekening bank dan transaksi nasabah. Data selama enam bulan terakhir kemudian diambil untuk dikaji oleh tim Collins.

“Dengan alat-alat ini, kami mengurai data ke dalam kategori pengeluaran tetap dan tidak tetap, ditambah alokasi keuangan untuk target ke depan,” katanya.

Mereka kemudian terus melacak pengeluaran aktual nasabah setiap bulan, membandingkannya dengan hasil proyeksi pengeluaran, dengan tujuan adanya selisih arus kas lebih yang akan digunakan untuk mengurangi utang dan menambah akumulasi harta.

Nasabah menerima laporan arus kas dan manajemen aset bulanan yang memerincikan semua perbandingan tersebut. Nasabah tinggal mengelola pengeluaran tidak tetapnya saja.

Collins menganjurkan nasabahnya untuk membuat rekening khusus pengeluaran tidak tetap untuk hal-hal seperti kebutuhan belanja, makan malam di restoran, busana, hiburan, dan kegiatan lainnya. “Dengan mengisolir dana-dana ini, mereka bisa mengelola arus kas dan gaya hidup dengan lebih baik, dan mensistematiskan kebutuhan sisanya, termasuk untuk tagihan bulanan, membayar cicilan, dan investasi,” katanya.

Pelacakan data secara bulanan adalah komponen penting bagi Collins. Portal kekayaannya menarik data langsung dari semua rekening bank nasabah, sehingga data mereka tidak pernah tertinggal lebih dari 30 hari. Ia juga bertemu dengan nasabah enam bulan sekali untuk membahas perkembangan kinerja keuangan, dan setahun sekali untuk rapat strategis.

Analisis arus kas membuat utang cepat berkurang, akumulasi harta lebih besar, dan pilihan gaya hidup yang lebih baik bagi nasabah dan keluarganya.

AURORA L. TANCOCK, FLMI, CFP, seorang pendukung proses analisis arus kas yang lain, membekali nasabah dengan lembar kalkulasi dan meminta mereka untuk memeriksa riwayat transaksi kartu kredit dan mutasi rekening tiga bulan terakhir untuk mengisi tiap butir informasi di dalam daftar tersebut. Seperti Collins, ia membagi lembar tersebut ke dalam kategori pengeluaran tetap, seperti pembayaran cicilan, tagihan bulanan, asuransi mobil dan rumah, dan pengeluaran yang bisa diubah-ubah, seperti hiburan, makan di restoran, dan liburan. Kalau nasabah kesulitan mengerjakannya sendiri, Tancock meminta mereka membawa semua data mutasi rekening tersebut ke kantornya dan ada tim yang akan membantu mereka melakukan analisis pengeluaran.

“Proses ini membantu Anda memahami kondisi keuangan nasabah, apakah sudah seimbang ataukah makin lama makin terjerat utang bila pengeluaran lebih besar dari pemasukan,” kata Tancock, anggota MDRT 18 tahun dari St. Catharines, Ontario, Kanada. “Kami tidak akan memulai proses akumulasi harta kalau pengeluaran sehari-hari belum lagi tercukupi.”

Tancock punya nasabah yang penghasilan bulanannya $2.000 lebih besar dari pengeluarannya, tetapi mereka tidak tahu ke mana larinya uang sisa tersebut. “Dari sini kita tahu nasabah perlu mengunci selisih surplus tersebut agar tidak dibelanjakan, dan uang tersebut kemudian dialihkan ke program tabungan bulanan,” katanya. “Uangnya diinvestasikan di rekening tabungan berbunga tinggi agar mereka terlebih dahulu punya dana darurat. Kalau mereka tetap bisa menabung tanpa perlu mengambil dana darurat akibat pengeluaran berlebih, kita bisa mulai menginvestasikan dana-dana itu untuk target-target berjangka panjang.”

Analisis arus kas juga mengidentifikasi utang mana yang perlu dilunasi terlebih dahulu berdasarkan besarnya bunga, bukan jumlah utangnya. Kalau arus kas menunjukkan tanda negatif, Tancock membantu mengidentifikasi butir-butir belanja yang bisa dikurangi, seperti kopi dan busana mahal.

“Walau analisis arus kas bersama nasabah butuh lebih banyak waktu, kita jadi lebih paham situasi finansial mereka, dan apa cara terbaik untuk melayani mereka,” kata Tancock. “Nasabah mengapresiasi anjuran kita dan senang karena diminta ikut bertanggung jawab dalam prosesnya.”

Setelah analisis arus kas pertama, Tancock melakukan analisis nilai aset bersih yang diperbarui di tiap sesi tinjauan aset dan liabilitas tahunan. Kalau jumlah utang bertambah dan bukannya berkurang, mereka kembali menganalisis arus kasnya atau mencari tahu apakah utang bertambah karena alasan khusus yang tidak berulang.

Nasabah dari semua usia dan tingkat ekonomi perlu analisis arus kas, tetapi seberapa mendetail, itu tergantung pada posisi nasabah di dalam hidup mereka saat ini. Dari orang muda yang bercita-cita membeli rumah pertamanya, ke kalangan yang akan masuk masa pensiun, memahami arus kas mereka adalah cara memahami keputusan apa yang sepatutnya mereka ambil.

Proses pengelolaan arus kas telah secara signifikan meningkatkan kualitas hubungan kami dengan nasabah karena nilai yang kami tawarkan lebih berupa strategi, bukan transaksi.
— Aurora Tancock

Tancock telah membantu nasabah yang baru punya rumah untuk menemukenali biaya-biaya yang perlu ditanggung ke depannya, termasuk cicilan, tagihan tetap, dan asuransi rumah. “Kadang mereka dianggap memenuhi syarat untuk mengambil kredit dengan jumlah tertentu, tetapi setelah menyelesaikan analisis arus kas, berdasarkan jumlah pengeluaran atau tanggung jawabnya, menjadi jelas bahwa mereka tidak mampu mencukupi-nya.”

Untuk nasabah yang merencanakan pemasukan masa pensiunnya, analisis arus kas membantu mereka memahami berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk mencukupi gaya hidup mereka saat ini. “Kami mengecualikan semua kewajiban yang nantinya hilang di masa pensiun (semua cicilan, jika bisa, dan semua tabungan berjangka tahunan yang saat ini diambil) dan menyertakan pengeluaran yang akan bertambah (seperti biaya jalan-jalan dan hobi) ke dalam kalkulasinya,” katanya. “Dengan begini, mereka mengerti berapa pemasukan di masa pensiun yang mereka butuhkan.”

Untuk nasabah dengan nilai aset bersih tinggi, Tancock memakai informasi dari analisis arus kas untuk mengidentifikasi biaya gaya hidup dan, dari situ, berapa persen dari aset mereka yang akan terpakai dan berapa yang tersisa untuk diwariskan. Hal ini membuat mereka tidak hanya menginvestasikan dananya, tetapi juga membeli asuransi jiwa untuk tujuan rencana waris.

Dari situ sampailah kita pada manfaat lain dari analisis arus kas: produk yang diambil nasabah adalah elemen logis dari rencana keuangan mereka. “Produk-produk seperti asuransi, superanuasi, dan investasi akan muncul sendiri, tapi semua itu diletakkan di akhir prosesnya, bukan awal,” kata Collins. “Interaksi, hubungan, dan kepuasan profesional yang Anda peroleh dengan memberikan nasihat serta strategi keuangan yang nyata kepada nasabah akan menumbuhkan bisnis dan mengurangi ketergantungan pada produk serta komisi.”

Tancock sepakat. “Proses ini tidak hanya meningkatkan nilai bisnis nasabah dengan kami, tetapi juga mengharumkan nama agensi sehingga kami bisa menjadi agensi berbasis biaya jasa.”

“Analisis arus kas dan melacak kinerja keuangan nasabah telah memampukan kami untuk menawarkan solusi yang lebih dari sekadar produk keuangan,” kata Collins, yang menjalankan praktiknya secara biaya jasa. “Proses pengelolaan arus kas telah secara signifikan meningkatkan kualitas hubungan kami dengan nasabah karena nilai yang kami tawarkan lebih berupa strategi, bukan transaksi.”

Memahami arus kas demi menyiapkan diri untuk hari depan

DENGAN PRAKIRAAN ARUS KAS SEUMUR HIDUP, Charlie Reading, APFS, menunjukkan kepada nasabahnya dampak ke depan dari keputusan yang mereka ambil sekarang. Titik awalnya adalah memahami informasi keuangan nasabah saat ini, termasuk semua perincian seperti manfaat jaminan hari tua yang mereka miliki. Berikutnya, nasabah diminta memaparkan hal yang kemungkinan akan berubah di masa depan. Apa mereka perlu membayar uang kuliah anak, menaikkan atau menurunkan derajat gaya hidupnya, atau pensiun?

“Kami juga ingin tahu nanti mereka ingin bagaimana, supaya kami bisa mencoba menyusun rencana yang menyertakan aspek ini pula,” kata Reading, anggota MDRT dua tahun dari Rutland, Inggris. “Kami tunjukkan beberapa skenario – misalnya, kalau uang mereka tidak cukup untuk menjalani masa pensiun yang diinginkan, pada usia atau nilai aset bersih berapa mereka perlu berhemat atau mengekang belanja supaya tidak kehabisan dana.”

Reading memperbarui analisis arus kas setiap tahun, dan juga memberikan akses informasi daring kepada nasabah sehingga mereka bisa log in dan mencoba-coba sendiri skenarionya. “Dampaknya sangat positif,” katanya. “Nasabah jadi lebih tenang karena bisa menjenguk masa depan keuangannya.”

Belum lama ini, Reading bertemu seorang nasabah baru yang terpaksa pensiun dua tahun lebih awal, dan karenanya nasabah ini ragu apakah uangnya cukup untuk memenuhi gaya hidup yang dijanjikannya kepada keluarga. Ia merasa telah mengecewakan keluarganya. “Dengan prakiraan arus kas seumur hidup, kami mampu menunjukkan bahwa uangnya cukup,” kata Reading. “Bahkan kalau dia hidup sampai usia 100 tahun, dana tersebut kemungkinan besar masih tersisa. Dia bahkan bisa membuatkan dapur baru yang dijanjikannya kepada sang istri.”

Gunting kartu kreditnya

SAYA DIREFERENSIKAN KE NASABAH yang butuh dibantu menyusun rencana pensiun. Uang pensiun mereka besar, tetapi banyak habis untuk membayar utang. Mereka lalu mengerjakan analisis arus kas, yang menunjukkan bahwa pengeluaran sehari-hari sudah tercukupi, tetapi jumlah yang diperlukan untuk melunasi utangnya cukup tinggi dan, akibatnya, tidak tersisa dana lebih untuk diinvestasikan.

Saat kami teliti lebih dalam, ternyata mereka punya tujuh kartu kredit, yang semuanya ada tunggakan. Mereka tetap membayar untuk tiap kartu, tetapi jumlahnya tidak tetap per bulan, selama tidak kurang dari pembayaran minimal saja. Mereka tidak tahu tentang besarnya bunga yang mereka bayar untuk tiap kartu. Salah satunya sebesar 27%.

Kami prioritaskan pelunasan berdasarkan besarnya bunga, karena tidak ada cukup ekuitas yang bisa dijaminkan untuk mengambil cicilan bank. Mereka memangkas jumlah belanja di lima kartu kredit hingga setengahnya, dan jarang menggunakan dua kartu yang lain karena tidak lagi sembrono dalam berbelanja.

Lima tahun kemudian, semua tunggakan di semua kartu kredit berhasil dilunasi. Mereka pindah ke rumah yang lebih kecil untuk mengurangi sisa cicilan, dan sekarang fokus melunasi cicilan rumah. Mereka pun kini punya portofolio investasi yang lumayan dan asuransi jiwa yang cukup.

— Aurora Tancock

KONTAK

Troy Collins troy@collinsfinancialgroup.com.au

Charlie Reading charlie@efficientportfolio.co.uk

Aurora Tancock aurora@atfs.ca

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments