Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Bicara agar orang mau dengar

Jackie McGoey

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Cara menyampaikan presentasi yang memikat dan membuatslide showPowerPoint yang profesional.

COBA INGAT LAGI terakhir kali Anda duduk mendengarkan sebuah presentasi. Apakah Anda serius memperhatikan dan tertarik untuk terus mendengarkan pembicara? Atau fokus Anda terusik, atau malah bosan? Mungkin Anda membantin, kapan dia selesai bicara.

Mendengarkan presentasi yang buruk saja sudah membuat gelisah, bayangkan rasanya jika yang berbicara itu kita dan semua hadirin sibuk sendiri.

Perlu rencana dan latihan agar dapat menyajikan presentasi yang efektif dan memikat, baik itu di hadapan segelintir kolega di rapat siang hari ataupun di aula yang penuh di sebuah konferensi tahunan.

Dengan beberapa kiat sederhana, Anda bisa belajar cara menyampaikan presentasi yang lebih berkualitas dan berhasil menciptakan kesan mendalam di benak audiens.

Jangan sampai tanpa persiapan. Kiat pertama agar presentasi kita sukses sudah jelas: Persiapkan diri. Toastmasters International, sebuah lembaga nirlaba yang mempromosikan keterampilan komunikasi dan wicara publik, menyelenggarakan kontes pidato setiap tahun. Juara Dunia Wicara Publik 2018, Ramona J. Smith, berkata latihannya dimulai dengan menuliskan naskah presentasinya. “Tulis, susun, dan ketahui persisnya hal yang ingin Anda katakan,” kata Smith.

Dalam bukunya “Presentation Zen: Simple Ideas on Design and Delivery” penulis buku terlaris Garr Reynolds berpendapat senada, tapi dengan metode yang lebih spesifik, tulis tangan dengan pulpen dan kertas. “Memang bisa saja pakai komputer, tetapi saya rasa kegiatan menulis tangan lebih bisa menciptakan alur dan irama spontan untuk memvisualkan dan merekam gagasan,” katanya.

Persiapan sangat penting dalam keseluruhan prosesnya karena dengannya Anda mampu merumuskan pikiran, menentukan fokus cara bercerita, dan yang terpenting, menemukan gagasan inti dari presentasi Anda beserta alasan mengapa gagasan tersebut penting.

“Saat menyusun isi presentasi, Anda harus selalu menggunakan kacamata penonton dan bertanya, ‘Terus kenapa?’” kata Reynolds. Kalau yang ingin Anda katakan tidak menyokong pokok pikiran atau mengilustrasikan mengapa hal tersebut penting bagi pendengar, buang saja.

Latih sampai sempurna, lalu ulangi lagi. Presentasi yang dahsyat jarang disampaikan secara impromptu. Latih, latih, dan latih lagi hingga hafal luar kepala. Smith menganjurkan kita melatih presentasi di depan cermin, atau di hadapan keluarga sendiri. Atau bahkan, anjing peliharaan sendiri.

“Kalau Anda melatihnya, saat tampil di depan penonton, pasti langsung lancar, karena Anda sudah melakukannya berkali-kali,” kata Smith. “Anda tahu persis apa yang ingin dikatakan dan seperti apa perkataan tersebut mesti terdengar.”

Kenali hadirin dan kebutuhan mereka. Paham betul kepada siapa Anda akan berbicara adalah unsur penting bagi keberhasilan presentasi, kata Smith. Cari tahu jawaban dari pertanyaan berikut: Siapa hadirinnya? Apa latar belakang mereka? Apa yang mereka harapkan dari saya? Bahkan detail seperti tempat acaranya formal atau santai dan Anda mendapat giliran pertama di sesi pagi atau tepat sebelum makan siang pun bisa menjadi petunjuk jenis presentasi seperti apa yang dibutuhkan audiens.

Bagikan cerita. 55% orang – lebih dari separuh – mengaku bahwa yang berhasil menjaga fokus mereka selama mendengar sebuah presentasi adalah cerita yang menarik, menurut laporan di tahun 2018 dari Prezi, perusahaan yang menciptakan perangkat lunak cerita visual.

Dalam pidatonya di tahun 2019, Kindra Hall, penulis dan pencerita utama di Stellar Collective, sebuah agensi konsultan yang fokus pada penerapan cerita secara strategis, memaparkan mengapa manusia tertarik pada cerita.

“Cerita itu melekat,” katanya. “Cerita bisa membangun rasa percaya, cerita menunjukkan nilai dan arti, dan cerita mengubah kondisi kimiawi otak dengan melepaskan kortisol, yang menyebabkan menajamnya fokus dan perhatian, serta oksitosin, yang memperkuat rasa empati dan emosi.”

Hadirin memahami cerita melalui proses yang disebut Hall proses ko-kreatif. Saat Anda bercerita, pendengar memetik penggalan-penggalan tertentu, menyandingkannya pada pengalaman hidup mereka sendiri, dan karenanya, melekat lebih lama di ingatan mereka. Ini mengapa menyisipkan cerita ke dalam presentasi merupakan strategi yang ampuh.

Ketahui pentingnya bahasa tubuh. Jauhi presentasi kaku, jangan terpaku pada mimbar. Gerakan tangan dan kontak mata adalah elemen visual yang menjaga fokus hadirin. Gunakan panggung untuk menegaskan poin-poin tertentu. Smith menganjurkan aturan praktis untuk memosisikan diri di titik panggung yang berbeda menurut alur presentasi Anda: kiri panggung, tengah panggung, dan kanan panggung. “Audiens lebih mudah mengikuti pesan Anda sembari mengikuti pergerakan tubuh Anda,” katanya.

Pakai nada suara yang beragam. Kalau ingin presentasi yang dinamis, keragaman vokal bisa jadi salah satu senjata sakti. “Anda bisa bicara cepat sekali atau pelan-pelan saja, seperti menyeret setiap kata,” ujar Smith. “Anda bisa berbisik, bisa pula memekik.” Setel sesuai kebutuhan untuk menjaga perhatian audiens.

Atasi rasa gugup. Tangan berkeringat, napas tersengal-sengal, jantung berdegup kencang. Anda tahu tanda-tandanya. Pembicara berpengalaman pun bisa agak gugup sebelum menyampaikan pidato besarnya. Ritual sebelum presentasi bisa membantu menenangkan rasa grogi.

“Ada yang ke toilet dan jingkrak-jingkrak sendiri di sana, ada yang bermeditasi atau mendengarkan musik, ada yang berdoa, dan ada yang berjalan mondar-mandir,” kata Smith. Apa pun bentuknya, cari ritual yang pas buat Anda.

Nada interaktif itu penting. Smith menyarankan penggunaan kalimat tanya dengan kata “Anda” agar pendengar merasa Anda menulis pidato tersebut khusus untuk mereka. Contohnya: “Bagaimana perasaan Anda?” “Kalau ini terjadi, bagaimana menurut Anda?” “Apa yang akan Anda perbuat agar hasilnya lebih baik lagi?”

Apakah pertanyaannya memang menuntut jawaban atau retoris semata? Riset tentang audiens yang menentukannya. Kadang, di antara hadirin, ada saja orang yang langsung menyabet umpannya dan menjawab kencang. Tapi, kata Smith, ada pula hadirin yang, dari sananya, memang lebih pendiam dan tampak pasif. “Ada yang memang sengaja diam tetapi tetap memperhatikan. Mereka begitu karena merasa seperti itulah cara menghormati pembicara,” katanya.

Atur waktu dengan tepat. Smith menganjurkan durasi presentasi yang tidak lebih dari 20 menit. Untuk pelatihan perusahaan, kisarannya 45 sampai 60 menit.

Pastikan ada gunanya. Akhiri presentasi dengan memberikan audiens sesuatu yang langsung dapat mereka kerjakan. Dengan memberi mereka tugas untuk diselesaikan begitu kembali ke “dunia nyata”, Anda membantu mereka untuk mengingat dan meneruskan pesan pokok Anda, dan mengapa pesan tersebut penting.

Dasar-Dasar Presentasi PowerPoint

PARA AHLI memperkirakan lebih dari 30 juta presentasi PowerPoint dibuat setiap hari di seluruh dunia. Walau tidak diragukan lagi bahwa PPT cara yang efektif untuk menyajikan informasi, tidak semua bahan tayang sama bagusnya. Namun, ada kiat-kiat yang terbukti efektif untuk menyusun presentasi PowerPoint yang dahsyat.

Jangan terlalu banyak teks. Saat memilih konten untuk tiap slide, usahakan agar bisa singkat dan padat. “Jangan sampai lebih dari enam kata,” saran penulis buku laris, pembicara, dan blogger Seth Godin.

Selama presentasi, “fungsi slide adalah memperkuat kata-kata, bukan mengulanginya,” katanya. Dengan begitu, perhatian audiens tetap terjaga, informasi yang mereka tangkap lebih banyak, dan mereka tidak cepat bosan.

Jangan pakai bullet point melulu. Walau tetap lebih baik daripada paragraf, “orang akan cepat lelah kalau slide Anda isinya daftar semua,” kata Garr Reynolds. Bila mungkin, jajaki opsi-opsi lain untuk menampilkan informasi, seperti grafik atau bagan.

Beri efek visual yang kuat. Desain itu penting. Presentasi yang dirancang baik dan menarik cocok untuk pembelajar visual dan menambah kemampuan orang untuk mengingat informasi yang Anda bagikan. Tapi ingat, gambar mesti menunjang narasi, bukan melenceng atau menimpanya.

Reynolds punya beberapa kiat efektif untuk desain, termasuk ruang putih atau negatif yang lega, dan penggunaan gambar wajah, yang secara alami menarik perhatian mata kita. Ingat empat prinsip desain grafis:

  1. Kontras — membuat satu elemen tampil dominan dengan memanipulasi ruang, posisi, warna, dan pilihan jenis huruf
  2. Pengulangan — memakai elemen-elemen yang sama atau serupa di seluruh desain presentasi
  3. Penyelarasan — hubungan antara semua elemen pada sebuah slide
  4. Jarak — menempatkan berbagai elemen lebih dekat atau jauh demi tampilan yang lebih tertata

Gunakan aplikasi gamification. Menyertakan aplikasi mengasyikkan, seperti aplikasi jajak pendapat dan tanya-jawab, ke dalam skenario presentasi yang biasanya minim permainan, bisa menguatkan pesan secara khas dan sangat kolaboratif. Coba pakai Kahoot!, Quizizz, dan Poll Everywhere di presentasi Anda berikutnya.

Pastikan maksud semua slide bisa cepat dimengerti. Kalau slide presentasinya bagus, menurut Duarte, agensi presentasi dan cerita skala global, audiens mestinya bisa meliriknya selama tidak lebih dari tiga detik dan langsung paham apa maksud yang ingin disampaikan slide tersebut. Metode Duarte, uji “Glance Test”, adalah alat yang bisa Anda pakai untuk mengukur efektivitas presentasi Anda. Setelah selesai menyusun tiap slide, jalankan Glance Test. Setelah melihat slide selama tiga detik, lalu mengalihkan pandangan ke arah lain, bisakah Anda memahami pokok pikirannya? Jika tidak, audiens Anda pun tidak akan bisa, dan Anda akan lekas kehilangan perhatian mereka.

Siapkan handout. Optimalkan durasi presentasi Anda untuk pesan inti dan alasan mengapa pesan tersebut penting, dengan menyiapkan handout mendetail (bukan versi cetak slide Anda!) untuk diberikan kepada audiens di akhir presentasi. Dengan begitu, slide Anda tidak disesaki terlalu banyak informasi.

Contoh PowerPoint untuk presentasi sembilan slide

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments