Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Ide: Ide praktis tentang kepemimpinan, branding, dan memprospek

Liz DeCarlo

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

12 cara mudah untuk menjadikan bisnis lebih baik, mencapai target pribadi, dan meningkatkan keterlibatan karyawan.

Perjuangan

SEGALA HAL yang Anda banggakan dalam hidup Anda didapat lewat perjuangan. Ini waktunya berjuang dengan tulus.

— Chris Helder, penulis dan pembicara profesional mengenai potensi manusia, kepemimpinan, dan pengalaman nasabah

Kuncinya manusia

KUNCI UTAMA kesuksesan dalam bisnis dan kehidupan Anda adalah kemampuan menjalin relasi yang akur dengan orang lain.

— Ty Bennett, pendiri Leadership Inc., perusahaan penyedia jasa pembicara publik dan pelatihan

Tambah nilai Anda

DENGAN MEMBANGUN jenama (brand), Anda mengurangi risiko komoditisasi. Dengan menambah nilai diri, Anda menambah penghasilan.

— Jane Anderson, pakar personal branding dan influencer marketing

Maju pesat dengan membangun manusia

SEBAGAI SEORANG INVESTOR, saya sangat banyak berinvestasi pada sumber daya manusia dan produk-produk investasi. Namun, berinvestasi pada manusia punya kelebihan tersendiri. Anda mampu menduplikasi diri dan jadi jauh lebih sukses. Saya punya satu tugas menarik untuk Anda.

  • Tulis satu hal yang membuat Anda dibayar tinggi. Anda sangat senang mengerjakan hal tersebut. Bagi sebagian orang, hal itu adalah menutup penjualan besar. Bagi sebagian lain, justru proses mengawali penjualan. Bisa juga proses mendapatkan referensi atau memprospek.
  • Tulis berapa uang yang Anda peroleh saat mengerjakan hal ini. Kemudian ukur berapa lama waktu yang Anda curahkan untuk melakukannya.
  • Hitung betul hingga muncul angka penghasilan per jam saat Anda melakukan pekerjaan paling berharga ini. Bertahun-tahun silam, saat pertama kali menghitungnya, angka komisi rata-rata saya $6.000 untuk tiga kali kunjungan yang masing-masing berdurasi sekitar dua jam. Itu sama dengan $1.000 per jam. Cari tahu penghasilan per jam untuk pekerjaan yang mendatangkan pemasukan tertinggi bagi Anda.
  • Adakah hal-hal lain yang Anda kerjakan secara profesional tetapi penghasilan yang Anda peroleh lebih sedikit? Bisakah Anda mempekerjakan orang lain untuk hal tersebut? Renungkan, “Bisakah saya cari orang untuk mengerjakan tugas ini dengan biaya kurang dari $1.000 per jam?” Kalau bisa, delegasikan tugas tersebut.

— Paul S. McCready, CFP, RFC, anggota MDRT 33 tahun St. Paul, Minnesota

Manfaat spesialisasi strategis

  • Lebih menyenangkan. Kalau kita punya ceruk yang kita suka, hidup jadi lebih menyenangkan.
  • Lebih efisien. Makin sering mengerjakan hal yang sama, makin fasih kita.
  • Lebih menguntungkan. Efisiensi memampukan kita mendulang lebih banyak penghasilan dengan waktu kerja yang sama.
  • Lebih tidak berisiko. Fokus yang tajam menjadikan kita ahlinya. Dengan keahlian, risiko kerja jadi lebih kecil. Penasihat yang suka berimprovisasi kerap menyarankan nasihat yang keliru. Nasabah yang merasa dirugikan pun bisa melayangkan tuntutan.
  • Lebih mudah dapat referensi. Orang suka merekomendasikan ahli spesialis.
  • Bagus untuk ego kita. Menjadi yang terbaik di bidang tertentu lebih membanggakan daripada berkemampuan rata-rata untuk banyak bidang atau medioker di segala bidang.
  • Lebih mudah membangun jenama (brand). Satu fokus yang jelas menjadikan kita ahlinya, dan hal itu membuat kita lebih kredibel.

— Brad Elman, CLU, ChSNC, anggota MDRT 27 tahun Los Altos, California

Prospek bernilai aset bersih tinggi

JANGAN LUPA orang kaya juga manusia. Jangan takut untuk mendekati mereka. Perluas lingkaran pergaulan Anda; cari hobi baru yang disukai orang-orang kaya dan juga bisa Anda nikmati; gabung ke klub, asosiasi, atau kelompok amal tempat mereka biasa berkumpul. Setelah tahu mau gabung di aktivitas mana, pastikan Anda giat di dalamnya. Seiring waktu, Anda akan menjalin persahabatan yang erat. Persahabatan menciptakan rasa percaya. Dan rasa percaya adalah kunci membuka bisnis besar.

— Hsiao Wen Hsiung Veronica, anggota MDRT 6 tahun, Hong Kong

Bersiap menghadapi penyakit

PERLINDUNGAN PENYAKIT KRITIS tidak bisa mengobati penyakit pasien, tetapi bisa membantu mereka bertahan hidup. Jangan sampai krisis kesehatan berubah menjadi krisis keuangan.

— Cristine T. Tan, RFC, LUTCF, anggota MDRT 16 tahun, Quezon City, Filipina

Pertanyaannya saya di pertemuan awal

  • Anda berasal dari mana dan seperti apa dulu waktu Anda tumbuh besar? Luar biasa, pertanyaan sesederhana itu bisa memperluas pengetahuan kita. Jawaban atasnya membuka wawasan kita tentang siapa mereka dan apa yang memotivasi mereka.
  • Saat tumbuh besar dulu, seperti apa pengalaman Anda dengan uang? Dari pertanyaan ini, kita dapatkan wawasan berharga tentang pengalaman dan hal yang memengaruhi cara pikir mereka terkait uang sejak dini.
  • Apa pengalaman terburuk Anda terkait uang?
  • Apa pengalaman terbaik Anda terkait uang?
  • Waktu luang Anda gunakan untuk apa? Pertanyaan ini berkenaan dengan kegiatan yang disukai tetapi tidak ada kaitannya dengan uang. Kegiatan-kegiatan yang dapat diikuti setelah pensiun untuk membantu mereka merasakan makna hidup di tahun-tahun purnabaktinya. Acapkali identitas seseorang terpaku pada profesinya. Mereka perlu menjalani proses transisi fisik dan emosi dari titik pensiun ke tahun-tahun pascapensiun.
  • Ada hal penting terkait uang Anda yang perlu saya ketahui?
  • Apa pendapat Anda tentang asuransi jiwa dan perannya bagi keluarga Anda?
  • Di masa pensiun, berapa banyak dari penghasilan Anda yang boleh terkena risiko investasi?
  • Di masa pensiun, berapa banyak dari aset Anda yang boleh terkena risiko investasi?

Ajukan semua pertanyaan ini jauh sebelum kita bicara tentang diri kita sebagai penasihat keuangan atau membahas produk dan solusi yang ingin ditawarkan.

— Curtis V. Cloke, LUTCF, RICP, anggota MDRT 20 tahun, Burlington, Iowa

Anda peduli?

ORANG TIDAK MENGAMBIL KEPUTUSAN semata-mata atas dasar untung dan ruginya saja. Bobot pertimbangannya condong ke kualitas hubungan mereka dengan Anda. Nasabah mesti merasakan kepedulian Anda. Apakah Anda sahabat yang bisa menjadi tempat nasabah mencurahkan cerita soal impiannya?

— Miki Nagumo, anggota MDRT 9 tahun, Tokyo, Jepang

Ikuti nasihat sendiri

BISNIS ANDA tidak bisa bertahan kalau Anda tidak bertahan. Pastikan Anda mengikut nasihat yang Anda anjurkan ke orang lain. Susun rencana keuangan pribadi dan ikuti dengan disiplin. Susun rencana waris dan sahkan dengan wasiat atau amanat. Beli asuransi, yang tepat jenisnya dan tepat besar uang pertanggungannya. Beri tahu keluarga apa yang akan terjadi jika Anda jatuh sakit, mengalami cedera, atau meninggal dunia. Susun rencana sehingga mereka punya pedoman saat hal terburuk menimpa diri Anda.

— Mark J. Hanna, CLU, ChFC, anggota MDRT 31 tahun dan Presiden MDRT 2017, Walnut Creek, California

Mencipta sukses

DALAM HIDUP kinerja terbaik merupakan perpaduan dari daya saing — harus mau dahulu, dan bersedia berupaya — dan welas asih. Bila kedua unsur tersebut ada, Anda bisa menyelesaikan semua yang sudah Anda mulai, dan itulah yang mendatangkan kesuksesan.

— Lisa Bentley, pembicara motivasi yang mengajarkan audiensnya cara mengubah kesukaran jadi kepakaran

5 langkah mencapai target pribadi

MASALAHNYA, tidak ada tenggat untuk target pribadi, padahal ada tenggat untuk setiap target lain dalam hidup kita — target kerja, pelunasan mobil, pembayaran cicilan. Kita harus mulai membuat tenggat dan bertanggung jawab atas target-target pribadi.

  1. Tuliskan target-target Anda. Semua berasal dari ide, tapi mewujudkannya mesti lewat upaya nyata. Peluang Anda mewujudkan target 40% lebih besar ketika target tersebut dituliskan.
  2. Ceritakan. Jika tidak Anda ceritakan, tak akan ada orang yang akan membantu.
  3. Gigih berupaya. Terus mencoba adalah kunci mewujudkan target Anda.
  4. Terobos batas. Sederhananya, mimpi yang besar senantiasa memotivasi Anda untuk menjalani hari, dan membuat orang-orang terbaik mendekat pada Anda.
  5. Beri. Tindakan memberi menghadirkan rasa puas yang tidak Anda rasakan saat berbuat untuk diri sendiri saja.

— Ben Nemtin, penulis buku “What Do You Want To Do Before You Die?”

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments