Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Dari keluargaku ke keluargamu

Matt Pais

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Domingo berbagi cerita seperti apa Perencanaan keuangan telah membantunya.

SELAMA 10 TAHUN LEBIH, Val Ladaban Domingo, anggota MDRT dua tahun dari Davao City, Filipina, bekerja di industri pemasaran jaringan, belajar cara mengidentifikasi kebutuhan orang dan mengkomunikasikan produk yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Tapi saat perusahaan tempat ia dan istrinya itu bekerja tutup di tahun 2011, Domingo, yang – seperti banyak orang Filipina lainnya – tidak pintar menabung, dipaksa untuk mencari cara lain.

Hanya karena istrinya, Catherine, telah menyisihkan dana darurat bagi keluargalah (yang saat itu sudah beranak dua, dan kini empat) mereka mampu bertahan selama sekitar setahun sebelum menghadiri sebuah presentasi bisnis jasa keuangan. Mereka melihat peluang penting untuk tidak hanya mengurai kusutnya kondisi keuangan mereka sendiri, tetapi juga berkarier di bidang ini demi membantu keluarga lainnya.

Sejak saat itu, mereka mencurahkan perhatian pada edukasi keuangan bagi keluarga, yang banyak di antaranya tidak punya asuransi atau program apa pun untuk menstabilkan diri di masa darurat finansial. Karena pengalamannya di dunia pemasaran, dan kenyataan bahwa sebagian besar kerabat dan temannya minim proteksi keuangan, Domingo mampu mengawali karier barunya dengan cepat.

Untuk membangun brand mereka, Domingo dan istrinya mulai mengadakan sesi-sesi literasi keuangan di Facebook Live, dengan berbagi pengalaman dan hal yang bisa mereka lakukan untuk nasabah. Satu contoh saja, teman istrinya mulai mengikuti sesi-sesi ini dan mengirim pesan yang meminta bantuan Domingo untuk menyusun rencana tabungan pendidikan bagi putranya yang berusia lima tahun.

“Karena kami tidak berhenti berusaha memberi nilai tambah melalui media sosial, teman istri saya ini jadi tertarik dan dalam satu minggu saja dia membeli polis untuk mengamankan pendidikan putranya,” katanya.

Walau Domingo tidak melibatkan anak-anaknya dalam promosinya di media sosial — sesi Facebook Live diadakan tiap Kamis pukul 9 pagi, saat anak-anak di sekolah — ia berinteraksi dengan prospek yang lain melalui anak-anaknya. Salah seorang orang tua siswa di sekolah mereka selalu gagal mendapatkan persetujuan polis asuransi karena kondisi kesehatannya bertahun-tahun yang lalu; setelah bertemu Domingo di sekolah, dia ternyata bisa memberikan semua dokumen pendukung yang diperlukan dan menerima proteksi yang selama ini dia cari.

Kami tahu rasanya terjebak dalam situasi yang tidak memungkinkan kita melanjutkan gaya hidup yang selama ini kita nikmati.

Domingo dan istrinya telah merambah ke luar pangsa pasar keluarga, dengan menyasar para pengusaha dan kalangan milenial. Kelompok milenial menjadi target khusus untuk seminar dua kali sebulan yang dibawakan Domingo. Salah satu dari seminar tersebut dimaksudkan untuk mencari nasabah, sementara seminar yang lain diarahkan sebagai upaya untuk mengenalkan profesi perencana keuangan (Domingo punya 32 anggota tim yang semuanya milenial).

Malah, kedua seminar ini tidak berbeda jauh. Sebagian dari anggota tim Domingo bermula sebagai nasabah. “Saat melihat misi dan advokasi kami dan sebagai bentuk apresiasi atas value yang kami berikan, mereka melamar untuk menjadi bagian dari tim kami,” kata Domingo.

Goal-nya adalah membentuk komunitas yang menghargai kesadaran finansial di wilayah yang rata-rata anggota masyarakatnya belum melek rencana keuangan. Mulai dari suami-istri yang berencana segera punya anak ke perusahaan yang butuh asuransi key person, Domingo terus berupaya menyebarkan edukasi dan dukungan, dan berencana untuk menambahkan rencana waris ke dalam menu layanannya.

“Kami berupaya masuk ke dalam lingkaran sosial di kota kami dan memastikan semua orang di sana tahu bahwa kami bekerja demi memproteksi keluarga, usaha, dan pewarisan harta,” kata-nya. “Kami mengalaminya sendiri – penghasilan cukup tetapi tidak pernah bisa menabung, dan kami tahu rasanya terjebak dalam situasi yang tidak memungkinkan kita melanjutkan gaya hidup yang selama ini kita nikmati.”

Mendidik dalam lingkungan tabu kultural

SOAL UANG, BEDA ORANG BEDA PIKIRAN. Situasi ini terjadi mulai dari konteks sempit seperti anggota keluarga atau kolega sendiri, sampai konteks sebesar budaya populasi di seluruh dunia.

Di Filipina, orang biasanya tidak bicara soal uang, karena dianggap tabu atau bahkan pemali, kata Domingo. “Ada anggapan, khususnya kalau Anda warga gereja, bahwa uang adalah akar semua kejahatan.”

Anda mungkin berpikir Domingo akan kesulitan kalau memprospek seorang pendeta. Tapi dengan mengaitkan nilai asuransi ke sebuah cerita di Alkitab tentang mengelola, melindungi, dan menumbuhkan sumber daya keuangan, prospek tersebut terbuka pikirannya dan meneladani cerita tersebut. Dia pun mulai mereferensikan anggota jemaat lain ke Domingo.

“Hal ini menguatkan arti penting edukasi nasabah dan meminta mereka menjadi promotor kita agar lebih banyak kalangan bisa kita jangkau,” katanya.

Kontak: Val Domingo val.domingo.mdrt@gmail.com

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments