Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

8 langkah untuk mengubah budaya perusahaan Anda

Magi Graziano

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Membangun tim yang kompak berawal dari pemimpinnya.

LEVEL KETERLIBATAN karyawan ditentukan oleh faktor yang lebih dari sekadar paket benefit yang lengkap, gaji yang kompetitif, jadwal kerja fleksibel, dan proyek yang menantang. Budaya perusahaan adalah daya saing Anda yang sebenarnya..

Rata-rata pemimpin menginginkan tempat kerja yang kolaboratif dan inovatif, tapi upaya mencapai hal ini bisa berupa jalan yang terjal. Delapan langkah berikut telah menjadi strategi yang terbukti ampuh menciptakan tempat kerja yang efektif.

1. Pahami bahwa organisasi adalah sistem “manusiawi”, yang berisi aneka ragam orang dengan aneka ragam perspektif, keyakinan, dan preferensi. Dalam budaya perusahaan yang konstruktif, semua karyawan diberdayakan untuk berpartisipasi penuh satu sama lain di luar batas-batas agenda dan ego pribadi. Lingkungan semacam itu mendorong orang untuk berkolaborasi dan berkontribusi pada tujuan bersama. Bila pemimpin betul-betul memahami sistem ini, mereka bisa dengan proaktif menciptakan lingkungan kerja penunjang kesuksesan bersama..

2. Awali percakapannya. Sampaikan kepada karyawan bahwa Anda ingin mendengar aspirasi mereka, atau kirimkan survei tentang budaya di tempat kerja Anda. Ungkapkan tujuan di balik rasa ingin tahu Anda. Sebelum memulai prosesnya, renungkan hal yang ingin Anda ketahui dan informasi yang didapat nanti akan Anda apakan. Saat berbicara dengan karyawan dan meninjau hasil surveinya, jadilah orang yang tulus ingin tahu, tidak menghakimi, dan tidak bersikap reaktif. Tetap bersikap netral selama proses perbincangan membuat Anda mampu merasakan pola dan mencermati tema-tema yang bersifat sistemik.

3. Mau menerima. Langkah pertama saat berupaya membawa perubahan yang positif adalah bersikap mau menerima hal yang perlu berubah dan hal yang perlu dilakukan agar perubahan tersebut langgeng. Catat aspek-aspek yang belum terungkap dalam proses pengumpulan data (wawancara, diskusi kelompok terarah, survei). Prioritaskan aspek-aspek yang dampaknya paling besar — yang, jika ditingkatkan, akan memberi hasil besar secara waktu, uang, dan upaya. Lalu, kaitkan perilaku-perilaku tersebut dengan berbagai proses kerja yang menghambat terciptanya kinerja, kolaborasi, dan inovasi yang baik dalam tubuh tenaga kerja Anda. Setelah tahu persis apa yang perlu diubah dan apa dampaknya, ambil tindakan.

4. Pikul tanggung jawabnya. Staf paling senior adalah yang paling tahu cara perusahaan dijalankan. Mereka menentukan perilaku mana yang ditoleransi dan seperti apa orang memperlakukan rekan sejawatnya. Introspeksi dan kesadaran diri akan membuka mata pikiran Anda tentang apa yang sebenarnya terjadi di tubuh perusahaan. Jika bisa melepaskan perangai bebal dan defensif, Anda akan berani memikul tanggung jawab atas semua kendala yang sudah terjadi. Bukan soal merasa bersalah, tapi soal menilik teliti cara Anda, sebagai pemimpin, menata nada kerja dan mencipta ruang tempat mewujudnya perilaku konstruktif atau destruktif di tempat kerja.

5. Buat visi yang menginspirasi. Pernyataan misi akan membantu karyawan memahami bahwa tiap hal yang mereka kerjakan itu selaras dengan upaya mencapai tujuan bersama. Tanpa misi yang solid dan memantik semangat, wajar bila orang terpaku pada pengalaman dan tujuan pribadinya sendiri. Inilah penyebab terbentuknya mentalitas picik dan persaingan tidak sehat di tubuh perusahaan.

Tiaporang punya sudut pandang dan cara mendengarnya sendiri.

6. Libatkan yang lain. Setelah punya misi dan visi yang jelas, menyampaikan pesan tersebut kepada seluruh unsur perusahaan menjadi langkah penting berikutnya Sadari bahwa tiap orang punya sudut pandang dan cara mendengar-nya sendiri. Maka, sesuaikan pula cara Anda mengkomunikasikan pesan.

7. Susun dan jalankan rencana. Setelah menginspirasi pasukan dan menjanjikan masa depan gemilang, waktunya merumuskan rencana aksi yang jelas. Rencana penyesuaian budaya perusahaan meliputi hasil yang diharapkan, inisiatif, program, pelatihan, proyek, dan linimasa.

Tiap orang yang terlibat dalam membentuk budaya perusahaan yang konstruktif perlu memahami peran mereka masing-masing, upaya yang perlu dilakukan di luar tanggung jawabnya yang biasa, dan hasil umum yang diinginkan. Memaparkan rencana yang menunjukkan apa langkah pertama, kedua, dan ketiga, serta siapa yang bertanggung jawab memastikan semua agenda dan inisiatif terlaksana, adalah bekal penting untuk melangkah maju. Pertemuan rutin, melacak progres, dan mengumumkan hasil akan mendorong kemajuan.

8. Ukur yang penting. Setelah tahu mengapa, apa, bagaimana, dan siapa, saatnya mengukur manfaat dari perubahan yang tengah dilakukan. Mengungkapkan dan melacak berbagai aspek hasil utama bisa membantu kita tahu mana yang efektif mana yang tidak, mana yang perlu disesuaikan, dan mana yang perlu dihentikan. Tanpa sikap bertanggung jawab dari seluruh komponen perusahaan, dari atas hingga bawah, perusahaan Anda tidak akan bisa berkembang. Lewat akuntabilitas dan transparansi, orang bisa melihat dampaknya, kinerja timnya, dan peran perubahan budaya dalam mengangkat level efektivitas kerja perusahaan.

Magi Graziano adalah pembicara, penulis, dan chief evangelist untuk KeenAlignment, sebuah agensi konsultansi untuk optimasi tenaga kerja berskala global.

Kontak: Magi Graziano keenalignment.com

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments