Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Menerangkan pentingnya asuransi perawatan jangka panjang

Matt Pais

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Watkins menggunakan pengalaman pribadi dan pertanyaan untuk menyampaikan pentingnya perlindungan ini.
Chris Griffiths

Cedric L. Watkins II, MBA, J.D., telah melihat sendiri dari dekat apa yang terjadi ketika orang tidak memiliki asuransi perawatan jangka panjang. Ketika ayahnya yang tak punya asuransi menderita penyakit Alzheimer’s dan diabetes, saudara perempuannya mencoba merawat. Setelah dua bulan melihat perilaku mengkhawatirkan (seperti hampir memicu ledakan dari oven) dan menangani kebutuhan si ayah sehari-hari, ia pun tak sanggup lagi.

“Pola tidurnya berantakan, bangun dua jam sekali untuk mengganti popok ayah, memberinya suntikan insulin, dan mengantar-nya cuci darah,” kata Watkins, anggota MDRT 27 tahun dari Los Angeles, California, yang fokus pada pengelolaan harta dan rencana waris untuk segmen pengusaha dan individu beraset bersih tinggi. “Ayah butuh bantuan profesional.”

Kemudian, ketika saudara perempuannya meninggal pada 2018 akibat penyakit yang sama, asuransi perawatan jangka panjang bisa menanggung biaya panti werdha ketika ia tak lagi bisa tinggal di rumah. Ketika istri Watkins menderita kanker payudara, asuransi perawatan jangka panjang membayar biaya perawat yang memandikan, mengenakan baju, dan memberinya makan selama tiga tahun.

Tidak heran jika Watkins menyebut dirinya ‘pewarta’ untuk jenis perlindungan ini. Tapi bagaimana cara memulai pembicaraan dengan nasabah, yang mungkin sudah terlanjur enggan menimbang asuransi perawatan jangka panjang sebelum menyelami masalah sulit seperti anggota keluarga yang menderita penyakit parah?

Mengapa Anda membiarkan anak menanggung beban jika Anda bisa menyisihkan $200 sebulan dan menanggulangi masalahnya?

Watkins menyarankan beberapa pertanyaan berikut:

Pernah ada anggota keluarga Anda yang butuh bantuan saat berusia lanjut?
“Itu pertanyaan pembuka yang pas — 98% orang akan menjawab ya,” kata Watkins. “Lalu mereka bercerita dulu waktu masih kecil mereka tidak bisa menonton di bioskop karena terpaksa menjaga dan merawat kakek-neneknya di rumah.”

Bila saya jelaskan bahwa ada asuransi perawatan jangka panjang yang memadai – dan bisa jadi pengurang pajak – untuk menanggung biaya perawatan mereka, Anda tertarik?
Kalau orang tidak bertindak, kata Watkins, kehidupan seisi keluargabisa terhambat, selain risiko bahwa perawatan yang diberikan bukan perawatan berlisensi dan tidak bisa di-reimburse dengan asuransi. “Kalau programnya tidak diambil saat orang tua beranjak ke usia senja, siap-siap saja karena aset Anda jadi taruhannya,” katanya.

Namun, pembahasan soal cakupan perlindungan ini lebih kompleks dari sekadar memastikan orang menyadari perlunya membeli saat masih memenuhi syarat. Kondisi kesehatan keluarga bisa jadi pokok pembicaraan yang sangat sensitif, dan kerap diselingi penyangkalan dan penundaan. Ada nasabah Watkins yang bilang, “Nanti saja kalau kami sudah berumur 50an,” lalu tetap menunda hingga berusia 60an dan bahkan 70an, sampai akhirnya saat mereka ingin beli semua sudah terlambat.

Jadi mungkin bisa sesimpel bertanya, “Apa kabar ayah dan ibumu?” Tapi bisa juga dengan membuka diskusi tentang topik perlindungan ini bersama orang yang punya riwayat keluarga berpenyakit kritis. Atau gali lebih dalam lagi dan tanya, “Anda ingin bebas bepergian dengan tenang karena tahu bahwa keluarga sudah ada yang menjaga?” atau “Bagaimana perasaan Anda kalau anak terpaksa meninggalkan pasangannya untuk merawat Anda?”

“Rata-rata orang tua dulu akan bilang anak mereka menyayangi dan pasti mau merawat mereka,” kata Watkins. “Saat saya tanya seperti apa perasaannya, rata-rata mereka menjawab, ‘Sebetulnya, serba tidak enak.’

“Jadi mengapa Anda biarkan anak menanggung beban jika Anda bisa menyisihkan $200 sebulan untuk menanggulangi masalahnya?”

Pertanyaan seperti ini bisa diajukan selama review tahunan atau saat berjumpa dengan nasabah yang usianya pas (40 tahun ke atas). Kadang, kata Watkins, ada nasabah yang mengaku punya cukup tabungan untuk membayar pengeluaran apa pun. Tentu itu pengecualian, tapi berapa banyak pun uang yang orang punya, rata-rata mereka lebih suka menghindari biaya daripada menanggungnya.

Tapi ceritanya berbeda untuk urusan mengambil keputusan wajar untuk merawat anggota keluarga.

Itu mengapa setelah kejadian yang menimpa ayahnya, Watkins membayar premi untuk ibunya, yang ternyata juga membutuhkan perawatan akibat Alzheimer’s. “Ketika usianya 78, ibu membutuhkan perlindungan tersebut, dan sudah saya sediakan,” katanya. “Ia mendapatkan kualitas hidup yang tidak bakal dimilikinya kalau saja perlindungan itu tidak ada.”

KONTAK: Cedric L. Watkins II thewatkinsgroup@att.net

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments