Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Menyingkirkan penghalang kesuksesan

Steven A. Plewes, CLU, ChFC

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Mudahkan langkah ke depan dengan menentukan siapa Anda dan apa keinginan Anda.
Masterfile/Andrew Judd

Kalau besok Anda mati, bagian mana dari hidup Anda yang tidak terpenuhi? Seperti apa Anda di mata orang lain?

Pertanyaan seperti ini saya ajukan karena ada banyak faktor yang berperan dalam mencari cara menyingkirkan penghalang untuk mencapai sukses. Pertama-tama, coba renungkan: Apa aku sungguh ingin sukses, dan apa arti sukses bagiku?

Siapa Anda?

Pikirkan hal yang akan membuat Anda merasa sukses. Untuk mendefinisikannya, kita harus merenungkan siapa kita sesungguhnya? Dan nilai yang kita anut menjadi faktor penentu di sini.

Kita cenderung mengenali diri melalui peran yang kita mainkan — sebagai penasihat keuangan atau seorang ayah atau seorang ibu. Tetapi saya mengajak Anda untuk merenungkan nilai-nilai inti yang Anda pegang kuat. Karena ketika Anda bisa menjalani hari dengan nilai yang selaras dengan tujuan hidup, akan jauh lebih mudah bagi Anda untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan hidup Anda.

Jadi ketika kita tahu siapa kita sesungguhnya, hal yang kita perbuat dan tidak perbuat, yang kita terima dan tidak terima, dan apa saja batasan-batasan kita, fokus kita menjadi tajam. Dan saat kita bisa fokus, rintangan takkan lagi bisa menghalangi kita.

Apa keinginan Anda?

Setelah tahu siapa Anda, renungkan apa yang sesungguhnya Anda inginkan. Boleh keinginan jangka pendek, kalau mau. Kalau ingin mencapai Court of the Table untuk pertama kalinya, boleh. Top of the Table, boleh. Turun 5 kilogram, boleh. Apa pun tujuan tersebut, tetapkan.

Tuliskan beberapa hal yang penting dalam hidup Anda, untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Mengapa Anda menginginkannya?

Apa karena uangnya? Apa demi keamanan finansial? Apa karena ego? Apa demi status? Apa demi rasa kepuasan? Coba munculkan alasannya, dan tuliskan.

Saat kita tahu siapa dan apa kita, kita menerima diri sendiri. Dan kita bisa bilang, “Inilah saya. Inilah yang saya inginkan. Dan ini alasan saya menginginkannya.” Semuanya terang dan jelas.

Saat Anda tahu siapa Anda, itulah fondasinya. Dan saat Anda tahu keinginan Anda, itulah misinya. Dan alasan menjadi bahan bakarnya, sumber dari passion Anda.

Jadi sederhana karena jika Anda tahu persis keinginan Anda, dan mengapa Anda menginginkannya, Anda akan membangun sistem di sekitar hal tersebut. Semua keputusan Anda kembali pada hal tersebut, dan semua hal yang bertentangan dengannya hanyalah angin lalu.

Angin lalu karena tidak berkaitan dengan siapa Anda, batas-batas yang Anda tetapkan untuk diri sendiri, nilai penting yang Anda pegang teguh, dan tidak pas dengan alasan Anda. Mengambil keputusan pun jadi lebih mudah. Khususnya bila kita begitu sibuk dan tenaga kita sudah terkuras.

Tapi, sekalipun semua itu sudah jelas, masih ada tiga rintangan yang menghadang kita.

Seperti apa Anda memandang diri sendiri? Beberapa penghalang kesuksesan adalah justru cara pandang dan cara pikir kita sendiri.

Seperti apa Anda memandang dunia sekitar? Cara kita bereaksi di bawah tekanan dan cara kita menjalani hari besar dampaknya pada produktivitas kita.

Seperti apa kita mengelola pola pikir? Apakah Anda bersedia meninggalkan ide-ide yang sebelumnya Anda anggap benar? Ide-ide tersebut hanya menghasilkan semua yang sudah Anda miliki, tapi mungkin bukan hal yang Anda ingini. Anda berada di posisi sekarang ini mungkin karena terpaku pada satu cara pikir tertentu, baik ataupun buruk. Biasanya, cara pikir ini berakar pada hal-hal yang telah kita pelajari. Tapi kita bisa belajar hal baru, dan kita bisa menerapkan kebiasaan dan praktik baru.

7 CARA UNTUK MENGUBAH POLA PIKIR

  1. Berhentilah mencoba menyenangkan hati semua orang.
  2. Cara Anda memberi nilai haruslah jelas.
  3. Terimalah bahwa kegagalan itu bumbu rahasia kesuksesan.
  4. Bersiaplah untuk meninggalkan prospek yang keliru demi menyediakan ruang bagi nasabah yang tepat.
  5. Tidak ada titik akhir bagi kesuksesan, yang ada hanyalah langkah-langkah kecil ke depan.
  6. Tidak ada kesempurnaan, yang ada hanyalah perkembangan.
  7. Jangan takut untuk mendelegasikan.

Steven Plewes adalah anggota MDRT 32 tahun dari Naples, Florida.

Kontak: Steven Plewes coachplewes@gmail.com

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments