Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Perencanaan harta yang lebih dari sekadar uang

Monroe M. Diefendorf Jr., CLU, CIMA

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Pertimbangkan pendekatan yang holistik dan multi-generasi untuk bekerja bersama nasabah.

Bayangkan Anda dibangunkan putri Anda yang berusia 5 tahun, yang berkata bahwa dia mencium bau asap. Anda kumpulkan semua anggota keluarga di titik kumpul di pohon depan rumah. Saat Anda melihat balik ke arah rumah, belum tampak ada api, dan karenanya Anda kembali untuk menyelamatkan beberapa barang. Saat Anda masuk ke ruang tengah, asap mulai menebal. Anda tiarap di lantai dan mulai merangkak menyusuri lorong. Pikiran Anda kalut karena tahu tidak ada cukup waktu untuk menyelamatkan semua barang penting dan berharga.

Ada kotak tahan api di lemari ruang tidur dan $30.000 tersimpan di dalamnya. Di ruang sebelah dapur ada laptop, yang menyimpan semua data proyek penting yang belum Anda cadangkan. Dan di lemari besar di selasar rumah ada kotak warisan keluarga yang baru Anda ambil dari rumah ibu Anda setelah ia meninggal. Tanpa pikir lama, Anda memutuskan untuk mengambil satu barang saja. Anda menyabet barang itu, keluar, dan saat memandang balik Anda melihat rumah sudah dilalap si jago merah.

Mana yang Anda ambil? Uang? Benda yang menjadi alat penghasil uang? Atau benda yang “lebih dari sekadar uang”?

Dari pengalaman saya, mayoritas orang akan memilih kotak warisan. Itu lambang bagi hal yang oleh mayoritas orang dianggap terpenting: keluarga. Dan tumbuh sebagai keluarga yang sehat ada di peringkat teratas dalam daftar prioritas. Tapi bagaimana sebuah keluarga bisa menumbuhkan akar yang kuat untuk pohon keluarga mereka?

Dimensi kekayaan

Mari kita telaah hal-hal yang biasanya menyatukan sebuah keluarga:

  • Orang tua (bisa meninggal)
  • Harta benda (bisa menyusut dan hilang)
  • Tujuan (yang melampaui sekaligus mengikat generasi demi generasi)

Dengan ini sebagai latarnya, saya mulai mengatur ulang fokus praktik saya pada keluarga dan tiga dimensi kekayaan. Saya tidak hanya menyertakan kekayaan finansial (harta-benda), tetapi juga kekayaan personal (siapa Anda) dan sosial (kontribusi ke masyarakat).

Banyak uang bukan jawaban bagi masalah orang. Malah, seringnya justru jadi akar masalah. Makin banyak uang, makin sulit membangun keluarga yang lebih baik. Ini karena konsep yang disebut Malcolm Gladwell di dalam bukunya “David and Goliath” dengan istilah “hidup di dunia berbentuk U terbalik.”

Saat aset bertumbuh, manfaat bagi pewaris aset tersebut berangsur-angsur hilang dan pada akhirnya berdampak negatif bagi mereka, kecuali kita bisa menjajaki kekayaan total keluarga – nilai yang mereka anut dan harta-benda yang mereka miliki.

Sayangnya, ada banyak keluarga yang tidak menyadari bahwa uang mereka bukan jawaban, hingga sudah terlambat. Akan tetapi, jika seorang penasihat bisa menyertakan kekayaan berwujud dan tidak berwujud dalam perencanaan keuangan keluarga sejak dini, hasilnya bisa berbeda. Untuk itu, sangat penting bagi penasihat untuk berpikir dalam kerangka multi-generasi saat menyampaikan layanannya.

Riset menunjukkan bahwa mempersiapkan pewaris untuk kekayaan total membutuhkan empat area fokus: nilai, warisan, rasa syukur, dan tata kelola. Bila empat aspek ini tidak menjadi bagian dalam pembahasan rencana multi-generasi, ia akan menjadi bisnis seperti biasa, yang tidak diarahkan pada titik kebutuhan aktual nasabah. Hanya dengan menjajaki kekayaan total nasabahlah kita bisa membimbing mereka ke perancangan warisan yang lebih langgeng dan bermakna.

MENYAJIKAN RENCANA MULTI-GENERASI DI HADAPAN PROSPEK

Ini presentasi yang saya sampaikan kepada prospek, dan bisa dikerjakan di atas tisu saat makan siang.

  1. Pak Prospek, Anda setuju bahwa kekayaan Anda lebih dari sekadar uang?
  2. Dimensi mana dari kekayaan Anda — finansial (harta-benda), personal (siapa Anda), dan sosial (kontribusi ke masyarakat) — yang ingin Anda wariskan sebagai peninggalan Anda bagi keluarga?
  3. Kalau Anda terpaksa menyisihkan salah satu dimensinya, yang manakah itu? Jawaban yang paling sering saya dapat adalah dimensi “finansial” karena kalau anak-anak punya dua dimensi yang lain, mereka bisa cari uang sendiri.
  4. Dalam semua urusan yang Anda kerjakan bersama penasihat Anda, aspek mana yang paling banyak dibahas?
  5. Jadi, maksud Anda, hampir semua waktu Anda curahkan untuk menangani dimensi yang paling tidak penting bagi Anda? Bukankah sudah saatnya untuk mencari penasihat lain yang mampu menangani kekayaan total Anda, termasuk kekayaan yang lebih dari sekadar uang itu?

Monroe Diefendorf adalah anggota MDRT 41 tahun dari Locust Valley, New York.

Kontak: Monroe Diefendorf roey@3dwealthadvisory.com

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments