Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Ubah potensi karyawan menjadi performa

Brad Wolff

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Tingkatkan kesuksesan kerja dengan memberikan karyawan peran yang pas dengan potensinya.
AGE FOTOSTOCK

Bayangkan bila di suatu Senin, akuntan Anda yang teliti dan tertib aturan ternyata beralih posisi dengan tenaga pemasaran Anda yang kreatif dan eksentrik. Bagaimana jadinya? Faktanya, kasus-kasus salah posisi ini lazim terjadi di banyak organisasi.

Banyak pemimpin bisnis berkata bahwa 80 persen pekerjaan dilakukan hanya oleh 20 persen tenaga kerja. Yang 20 persen ini adalah orang-orang yang dahsyat kinerjanya. Mereka biasanya tiga hingga empat kali lebih produktif dibanding yang lain. Alasan utama kesuksesan mereka adalah karena kesesuaian peran, bukan sikap atau motivasi kerja.

Ini buktinya: Umum terjadi, karyawan dengan kinerja luar biasa kemudian melempem setelah dimutasi atau naik jabatan. Demikian pula, banyak karyawan dengan kinerja buruk kemudian bersinar setelah dipindah ke jabatan yang cocok. Kesimpulannya: Setiap orang bisa berkinerja baik atau buruk tergantung seberapa pas pekerjaan mereka dengan watak bawaannya (yang sering disebut bakat atau kemampuan alami).

Bagaimana cara menciptakan organisasi yang orang-orang di dalamnya bekerja selaras dengan bakat alamnya?

Geser pola pikir Anda dari fokus pada keterampilan, pengalaman, dan pendidikan ke watak bawaan. Sering terjadi, orang yang bagus di atas kertas kemudian jelek kinerjanya setelah direkrut. Demikian pula, banyak orang dengan kinerja terbaik memulai kariernya dengan kondisi kurang pengalaman dan pendidikan. Saat pekerjaan selaras dengan watak bawaan karyawan, mereka dapat menggunakan bakat alam mereka dan mencurahkan passion-nya untuk pekerjaan tersebut.

Pilih alat penilaian yang benar. Banyak organisasi menggunakan penilaian kepribadian demi mendapatkan informasi yang lebih obyektif mengenai orang-orangnya. Akan tetapi, hasilnya sering mengecewakan. Ini terjadi karena yang Anda sangka kepribadian ternyata hanyalah perilaku kulit luar yang kelihatan.

Apa opsi yang lebih baik? Pilih alat penilaian yang mampu menilik kepribadian lebih dalam dan menemukan watak orang yang lebih hakiki. Taylor Protocols dan Predictive Index adalah contoh perusahaan yang punya alat penilaian untuk mencapai tujuan ini.

Susun tanggung jawab kerja karyawan sejelas-jelasnya. Anda perlu tahu jenis kegiatan kerja sehari-hari untuk tiap-tiap posisi. Tim yang sedang membutuhkan SDM (kepala departemen dan staf lain yang paling merasakan efek penempatan karyawan) perlu bertemu untuk tahu persis persentase waktu yang dibutuhkan dalam melaksanakan tiap pekerjaan secara bertanggung jawab. Mereka mengelompokkan tugas-tugas yang sifatnya sangat mirip dan memperkirakan persentase waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan bidang-bidang tugas tersebut.

Mereka menentukan watak bawaan mana yang dibutuhkan untuk tiap aspek pekerjaan. Mereka juga menyepakati kisaran yang diinginkan untuk tiap watak tersebut. Misalnya, dengan skala 1 sampai 10, untuk ditempatkan di posisi tertentu, kandidat harus berada di kisaran antara 7 dan 9 untuk watak berpikir kreatif. Atau, untuk jenis posisi lain, syarat untuk kemampuan memperhatikan detail adalah antara 8 dan 10. Anda bisa menyusun kisaran yang optimal untuk tiap watak yang dibutuhkan.

Lakukan penilaian dan selaraskan karyawan dengan peran/jabatan mereka. Penilaian dilakukan untuk karyawan dan calon karyawan. Lalu bandingkan hasilnya dengan kisaran yang diinginkan. Ambil langkah yang tepat berdasarkan seberapa selaras watak mereka dengan peran/jabatannya. Pekerja dengan performa tinggi hampir selalu memenuhi kisaran yang diinginkan untuk tiap watak yang dibutuhkan di peran tersebut.

Bila karyawan tidak selaras dengan pekerjaannya, evaluasi posisi lain di perusahaan yang mungkin selaras. Bahas opsi yang tersedia bersama karyawan yang tidak selaras dengan peran/jabatannya yang sekarang. Susun rencana untuk mutasi jabatan atau, jika memungkinkan, atur ulang uraian kerjanya. Seringnya, ada saja karyawan lain yang sebetulnya ingin sekali bertukar peran atau tugas dengan yang lebih cocok dengan watak bawaan mereka.

Pada akhirnya, pekerjaan terpenting seorang pemilik usaha adalah menempatkan orang-orangnya pada posisi yang pas agar mereka bisa meraih sukses, bukan sekadar bertahan atau bahkan gagal. Sudahkah Anda menjalankan peran terpenting ini dengan maksimal?

Sebagai partner pelaksana untuk PeopleMax, yang berkantor di Atlanta, Georgia, Brad Wolff berspesialisasi dalam bidang optimasi tenaga kerja dan pemaksimalan kualitas pribadi. Ia seorang pembicara dan penulis buku “People Problems? How to Create People Solutions for a Competitive Advantage.”

Kontak: Brad Wolff peoplemaximizers.com

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments