Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Waktunya merekrut. Lalu?

Liz DeCarlo

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Para anggota beragih strategi dan wawasan rekrutmen mereka.

Untuk urusan merekrut, tiap penasihat punya proses sendiri. Sebagian mengalihdayakan seluruh prosesnya; sebagian yang lain lebih suka menanganinya sendiri. Sebagian percaya pada proses wawancara dan tes; sebagian lain lebih mengandalkan firasatnya. Baru-baru ini, kami meminta dua penasihat keuangan berbagi seluk-beluk proses mereka dengan para anggota yang sedang berencana menambah anggota stafnya.

Catherine Gough, FPFS, telah berprofesi di industri jasa keuangan selama 22 tahun. 11 orang anggota stafnya terdiri dari agen, paraplanner, dan staf administratif. Ia anggota MDRT satu tahun dari Shrewsbury, Inggris.

Craig Palfrey, CFP, telah berprofesi di industri jasa keuangan selama 18 tahun. Dalam tujuh tahun terakhir, personel agensinya telah tumbuh dari tiga ke 16 orang. Anggota MDRT sembilan tahun dari Cardiff, Wales, ini memiliki tim pendukung yang terdiri dari agen, urusan hubungan nasabah, dan urusan teknis.

Seperti apa Anda menentukan bahwa sudah saatnya menambah karyawan?

Gough: Saat kami sudah di ambang kewalahan. Tidak ada lagi cukup waktu untuk mengerjakan semuanya dan memenuhi semua kebutuhan nasabah.

Palfrey: Di tempat saya, atas desakan agensi. Mereka melihat, agar bisa menjumpai lebih banyak nasabah, Anda perlu staf pendukung. Jadi, sebagian biaya gajinya mereka danai. Dan efeknya langsung terasa.

Seperti apa Anda memutuskan jenis karyawan yang Anda butuhkan?

Gough: Pertama-tama, staf pendukung. Dulu saya yang mengerjakan semua surat kesesuaian (suitability letter). Tapi karena butuh lebih banyak riset, jelas kami butuh bantuan paraplanner.

Palfrey: Agensi merekomendasikan seorang paraplanner/personel administrasi agar kami bisa fokus bertemu nasabah.

Anda ikut serta dalam proses perekrutan atau menggunakan agensi perekrutan dari luar?

Gough: Dulu saya yang melakukannya sendiri, tapi sekarang saya menggunakan jasa agensi untuk itu. Agensi perekrutan menyusun iklan lowongan dan evaluasi awal para kandidat. Saat mereka sampai ke hadapan saya, mereka sudah terlebih dahulu diseleksi.

Palfrey: Kami pernah mencoba jasa agensi dua kali, tapi kedua-duanya mengecewakan. Yang kami alami: pekerjaan mereka tidak sesuai dengan biayanya. Tidak ada proses penyaringan dan pemeriksaan pelamar yang dihadapkan ke kami untuk memastikan mereka cocok dengan budaya dan nilai kerja kami.

Kalau menggunakan perekrut dari luar, apa hal penting yang harus dipastikan supaya berhasil?

Gough: Kita wajib melakukan uji tuntas terhadap agensi perekrutan yang akan dipakai jasanya. Saya pernah memakai jasa agensi yang terlalu longgar dalam proses seleksinya: asalkan masih bernapas, boleh jadi kandidat. Agensi yang sekarang lebih memahami saya, bisnis saya, dan kualitas yang perlu dimiliki pelamar.

Boleh jelaskan proses perekrutannya? Apakah Anda secara aktif terlibat?

Gough: Setelah saya menerima CV pelamar yang ingin saya temui, saya mewawancarainya dahulu lewat telepon. Saya ingin dengar seperti apa mereka nanti kalau berbicara dengan nasabah lewat telepon. Durasinya kira-kira 15 menit. Kalau saya merasa cocok, saya atur jadwal untuk mereka datang ke kantor. Sementara itu, saya juga mengirimi mereka evaluasi Kolbe. Saat mereka datang, saya yang mewawancarai dan manajer kantor yang melakukan penilaian kompetensinya. Mereka diminta untuk menulis surat kepada nasabah atau memeriksa hasil valuasi. Ini untuk melihat apakah mereka bisa menemukan kesalahan yang kami sisipkan di situ.

Palfrey: Butuh waktu, tapi sekarang kami sudah punya proses lengkapnya dan hal pokok yang ditegaskan oleh tim kami adalah saya tidak boleh ikut terlibat! Ada tahap wawancara telepon, lalu wawancara langsung di kantor. Selama wawancara kedua, para kandidat harus mempresentasikan sesuatu yang sangat mereka minati. Mereka juga bertemu tim kami selama setengah hari. Kami sangat yakin dengan sistem Kolbe untuk memastikan orang tersebut memiliki keterampilan inti yang mereka butuhkan untuk jenis pekerjaannya. Tambahan terbaru dalam prosesnya: tim kami mulai menyelidiki pelamar di media sosial mereka.

Bagaimana langkah Anda kalau ternyata orang tersebut bukan pilihan yang pas?

Gough: Kami mencoba melatih mereka dahulu untuk memahami kesulitannya. Tapi kalau tidak berhasil juga, langsung kami putus.

Palfrey: Belajar dari pengalaman, langsung kami PHK.

Ada saran untuk para kolega yang sedang berencana merekrut?

Gough: Jangan terburu-buru memilih. Bicaralah dengan orang lain. Gunakan agensi luar atau orang lain di tim Anda untuk membantu proses perekrutan. Coba pakai alat penilaian berbasis kompetensi.

Palfrey: Susun proses yang solid, dapat diulang, dan tidak membuat Anda terpaksa mengandalkan firasat. Biasanya Anda akan tertarik dengan calon yang mirip Anda, padahal bisa jadi bukan itu yang diinginkan atau dibutuhkan. Kalau saya masih aktif dalam proses perekrutan, mungkin isi tim kami hanyalah perencana keuangan abal-abal dan mungkin saya masih mencoba membuat orang-orang ini melakukan pekerjaan yang tidak relevan dengan mereka.

KONTAK

Catherine Gough cg@kingland-ifa.co.uk

Craig Palfrey craig@penguinwealth.com

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments