Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Ketika nasabah mengungkapkan utang kartu kredit

Daniel Evan Jossen

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Info nasabah yang hilang mengagetkan penasihat keuangan.

Waktu itu saya tengah menemui orang-orang yang telah bertahun-tahun menjadi nasabah saya. Mereka ada uang lebih, dan kami membahas ke mana dana tersebut akan diinvestasikan. Tujuh tahun belakangan, kami selalu memperbarui Sertifikat Deposito, tapi mereka tahu saya sangat enggan memilih opsi itu mengingat tingkat bunga yang berlaku sekarang. Lagi pula, mereka punya banyak pilihan lain.

Kami ingin investasi yang lebih agresif dan yang profil investasinya lebih baik bagi mereka. Mereka tertawa: “Cuma perlu tujuh tahun bagimu untuk memutus kebiasaan Sertifikat Deposito kami!” Jadi saya rasa mereka setuju.

Saya punya alat yang saya sebut dasbor finansial. Walau kurang suka kalau hanya rapat dengan salah satu dari nasabah suami-istri, saya diskusi dengan si istri karena suaminya tidak berminat mengelola perangkat lunak alat tersebut. Si istri ini penggemar perangkat lunak komputer, dan saya suka itu.

Dia senang sekali dan berkata, “Oh, kita perlu mengoneksikannya dengan Chase.” Saya bilang, “Kenapa Chase?” Jawabnya, “Daniel, di situ kami ada utang kartu kredit $19.000, dan susah sekali lepas dari utang itu.”

Apa?! Untung saja waktu itu dia tidak di kantor saya – kami rapat menggunakan GoToMeeting lewat telepon – karena rasanya saya ingin lompat ke atas meja dan bilang, “Jadi selama ini kalian menyembunyikan utang kartu kredit $19.000 dari saya?!”

Menangani yang tak terduga

Saya menahan diri untuk tidak mengatakannya, tapi dia bilang, “Ya, susah sekali membereskannya. Kadang naik, kadang turun.” Saya tahu begitu banyak soal pasangan ini. Begitu banyak. Saya sudah lama sekali berhubungan baik dengan mereka, tapi saya tidak tahu bahwa di lembar neraca mereka ada utang kartu kredit berbunga tinggi sejumlah $19.000.

Andai saya tahu, saya pasti menganjurkan agar utang itu dilunasi dulu, bukan mengambil investasi agresif seperti rekomendasi saya dua minggu sebelumnya. Saya renungrenungkan perkara ini dan saya simpulkan saya memang tidak menerima informasi yang lengkap.

Untung saja saya menindaklanjutinya. Sekarang saya lebih tahu dan begitu ada uang masuk, langsung kami serang utang kartu kredit itu. Saya menyesuaikan nasihat yang saya berikan kepada mereka karena sekarang saya punya gambaran yang berbeda. Saya menyesali rekomendasi awal saya, tapi saya tidak menyalahkan diri karena rekomendasi itu saya buat dengan data yang saya kira lengkap.

Di situ letak kesalahannya. Saya jadi belajar bahwa semua harus dipastikan dahulu, tapi juga tidak apa-apa kalau kita melakukan yang terbaik dengan bekal info yang diberikan nasabah. Ke depannya, salah satu pertanyaan yang pasti tidak saya lewatkan adalah, “Apa ada hal yang belum saya tanyakan? Ada hal lain yang perlu saya ketahui?”

Jossen adalah anggota MDRT tujuh tahun dari Bethesda, Maryland.
Kontak: Daniel Evan Jossen at
djossen@mindfulwealthpartners.com.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments