Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Memahami masalah plastik

Matt Pais

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Yayasan MDRT dan Top of the Table berkolaborasi dengan Algalita untuk membantu lingkungan.

Foto yang gamblang dan mencemaskan: seekor albatros mati di pantai, perutnya dibedah, dan meluber keluar benda-benda plastik yang dimakannya sebelum mati.

MDRT Foundation

Foto itu digunakan lembaga Penelitian dan Pendidikan Kelautan Algalita, mitra amal Top of the Table Yayasan MDRT untuk tahun 2018, sebagai representasi dampak plastik terhadap lingkungan. Hal senada diungkapkan Sekretaris Yayasan MDRT Brian P. Walsh, CLU, ChFC.

“Orang dikejutkan dengan angka prevalensi plastik di perairan laut, dan dampaknya terhadap biota laut dan burung,” tutur anggota MDRT 24 tahun dari Wayne, Pennsylvania, yang telah menjadi relawan bersama Yayasan MDRT sejak 2002 ini. “Saya rasa itu makin menyadarkan masyarakat.”

Angka donasi yang diberikan menguatkan pernyataan itu: Dari lebih dari $53.000 donasi yang digalang Yayasan MDRT pada Pertemuan Tahunan Top of the Table lalu di Kauai, Hawaii, hampir $30.000 disumbangkan untuk Algalita. Selain kehadiran Algalita di bilik Yayasan MDRT dan presentasi direktur eksekutif Algalita Katie Allen untuk semua hadirin, 50 anggota beserta pasangan menghadiri forum di mana Allen memberikan detail lebih lengkap mengenai realitas pencemaran plastik dan apa yang dapat diperbuat untuk menanggulanginya. Sesi tersebut tidak sekadar memantik percakapan seru.

“Kami benar-benar sampai 'diusir' ke luar ruangan karena tak bisa berhenti bicara,” kata Allen. “Begitu banyak orang yang menghampiri saya setelah sesi itu dan berkata, ‘Saya ingin anak saya ikut terlibat.’”

Melalui serangkaian ajang pertemuan dan program penelitian yang menjangkau ribuan guru dan siswa setiap tahunnya di 19 negara, lembaga yang berusia hampir 25 tahun dan berkantor di Long Beach, California, ini bertujuan menjadikan orang muda sebagai pendukung dan bahkan inovator. Tujuannya, kata Allen kepada hadirin Top of the Table, bukan untuk menghilangkan plastik, karena bahan plastik telah banyak membantu masyarakat. Yang ingin dicapai adalah perilaku yang lebih bertanggung jawab atas bahan tersebut. “Dan untuk plastik yang mutlak kita butuhkan,” katanya, “bagaimana kita menginspirasi pengusaha dan politikus untuk mencari cara agar efeknya tidak merugikan?”

Allen adalah contoh kasus bagaimana pengetahuan dan keterlibatan dapat berdampak pada diri seseorang dan sebuah lembaga. Pernah menjadi musisi keliling dan karyawan di Warner Brothers Records, Allen berhenti dari pekerjaannya tidak lama setelah menonton pendiri Algalita Charles Moore di acara “Late Night with David Letterman”. Ia mulai sebagai relawan, direkrut sebagai direktur pendidikan dan enam tahun kemudian menjadi direktur eksekutif. Singkatnya, ia berupaya menyadarkan masyarakat mengapa laut layak dilindungi.

“Kami tidak menginspirasi orang untuk menyelamatkan sesuatu yang tidak mereka cintai,” katanya.

Itu dimulai dengan menyusun bahan ajar tentang polusi plastik pertama di dunia, yang lebih dari 1.800 di antaranya telah dikirim gratis kepada para siswa selama enam tahun terakhir. Mereka juga membantu agar siswa dapat ikut dalam ekspedisi kapal riset.

Sejak 2011, Algalita telah bekerja dengan hampir 3.000 guru dan hampir 300.000 siswa, menginspirasi anak-anak untuk terlibat dalam berbagai proyek mulai dari seni di sekolah mereka sampai bekerja bersama politikus setempat. Satu Gugus Depan Pramuka dari Burbank, California, misalnya, memulai dengan membersihkan botol plastik dari sekolah mereka. Saat ini mereka bekerja bersama kantor Senator Dianne Feinstein untuk isu tersebut.

Pada 2018, Algalita menyelenggarakan Forum Inovasi Pemuda pertamanya, yang mempertemukan kaum muda profesional dengan orang-orang di industri plastik untuk membahas seperti apa penyesuaian teknologi dan strategi dapat mengurangi pencemaran plastik.

Perbincangan dengan para pemimpin industri inilah, kata Allen, yang membantunya tetap positif menghadapi tugas penting dan berat ini. “Kita tidak sedang melawan kejahatan; kita melawan kecanduan akan kenyamanan,” katanya. “Orang-orang di industri plastik mau berpartisipasi dalam perbincangan dan mendengarkan perspektif kami. Masih banyak yang perlu dilakukan, tapi fakta bahwa mereka mau saja sudah menguatkan hati saya.”

Dan proses pembelajaran di Pertemuan Tahunan Top of the Table itu ternyata dua arah. Allen berkata ia memperoleh perspektif baru tentang cara meminta orang mendukung misinya dari para penasihat yang membahas seperti apa mereka membantu nasabah memahami manfaat dari pekerjaan mereka.

Allen sudah menjadwalkan pertemuan pertamanya dengan penasihat keuangan sehari setelah wawancara kami.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments