Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Memprospek dengan renjana baru

Bryce Sanders

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Masuki lingkaran kalangan elite lewat klub penggemar dan kolektor wine.

Anda seorang penasihat keuangan di Amerika Serikat, agen asuransi di Asia, atau perencana estat di Kanada. Anda ingin nasabah baru, idealnya dari kalangan elite. Anda ingin berkawan, bergaul. Bagaimana caranya?

Coba ini: Jadilah penggemar wine. Pelajari selukbeluknya. Gabung dengan klub atau grup pencinta wine. Temui orang-orang yang tepat. Apresiasi renjana (passion) mereka.

Mengapa begitu? Ada tiga alasan:

  • Lahan gaul kalangan atas. Banyak orang kaya yang juga kolektor wine. Tidak perlu beli alat mahal, tidak perlu keluar duit banyak. Beli wine saja. Minum. Bagikan.
  • Tempat beredar uang besar. Anda tinggal di Asia? Menurut CNN, di tahun 2010 Hong Kong sudah menggeser posisi London sebagai pasar lelang wine. Tiga pasar lelang wine terbesar di dunia adalah New York, Hong Kong, dan London.
  • Sangat populer. Orang-orang muda zaman sekarang belajar tentang wine. Pengusaha sukses kolektor wine. Minat yang sama menjembatani perbedaan generasi.

Masuk ke dunia wine

1. Temukan wine yang Anda suka. Wine diproduksi di banyak tempat. Dunia wine serius berada di beberapa tempat saja, dan banyak sekali subkategorinya.

Coba: Pilih tipe anggur dan wine style yang Anda sukai. Pinot noir, misalnya. Tanah air wine merah ini ada di kawasan Burgundy, Prancis.

Jangan: Jangan pilih wine style hanya karena banyak orang lain yang suka, padahal Anda tidak.

2. Pelajari kategorinya. Anda mungkin juga menjual produk investasi, tapi bidang spesialisasi Anda asuransi. Kalau kategori spesialis Anda adalah burgundy merah, pelajari nama-nama desa asalnya. Apa yang membuat tanah di sana istimewa? Apa yang membuat tahun tanam dan panen (vintage) tertentu lebih baik? Siapa produsen topnya? Siapa pendatang/penantang barunya?

Coba: Cari buku yang tepat. Catat. Anda mesti bisa menjawab mantap kalau ditanya: “Mengapa suka pinot noir?” dan “Apa burgundy merah favorit Anda?”

Jangan: Plin-plan — itu menunjukkan ketidakseriusan. “Suka semuanya” pertanda Anda amatir.

3. Beli gelas wine yang berkualitas. Untuk urusan wine, beda gelas, bisa beda rasa. Anda akan belajar kaitan rasa wine dengan gelas. Dan belajarlah dalam kondisi ideal.

Coba: Cari gelas berbahan kristal, berbibir tipis, dan lebar di bagian bawah tapi melancip sedikit di bagian atas. Gelas seperti itu membuat aroma wine lebih terjaga.

Jangan: Gunakan gelas cut crystal. Akan mengganggu saat mengamati wine sebelum mencicipinya.

4. Cari penjual wine yang bagus. Anda perlu mencari toko wine yang bagus dan berteman dengan pegawai di sana.

Coba: Minta rekomendasi, dan beli wine yang dianjurkan. Jelaskan kategori spesialis Anda.

Jangan: Minta info gratis. Mereka perlu merasa berteman dengan Anda itu menguntungkan. Jangan bilang: “Di swalayan sana harganya lebih murah.”

5. Jajaki kategori Anda dengan mendetail. Kalau Anda spesialis asuransi, Anda kenal bidang ini luar-dalam. Cobalah wine dari vintage yang lain. Desa yang lain. Produsen yang lain. Beli satu botol yang harganya super mahal, dan temukan mengapa bisa se-wah itu. Ingat-ingat cita rasanya, dan coba cari cita rasa yang mirip di wine yang lebih murah.

Coba: Buka dan nikmati wine Anda bersama teman. Catat. Minta pendapat.

Jangan: Mengemudi dalam keadaan mabuk.

6. Gabung ke klub wine. Penjual wine Anda bisa menginfokan klub penggemar wine setempat. Atau cari info di internet.

Coba: Cari tahu klub mana yang berisi kolektor dan penggemar serius. Di konteks ini, serius berarti kaya.

Jangan: Berbual dan mendaku diri sebagai pakar wine.

7. Nikmati hobi ini bersama teman-teman baru. Tetap rendah hati dan menunjukkan minat serius, Anda mestinya diterima di grup itu. Seperti waktu SMA, cari orang-orang sepemikiran dan bergaullah dengan mereka.

Coba: Berbelanja wine bersama teman-teman baru. Kunjungi bar wine. Usulkan agar sekalian membawa pasangan.

Jangan: Diam-diam saja. Berbagi itu baik; pelit info itu tidak. Kalau ada wine bagus dengan harga menarik, beri tahukan. Orang kaya suka produk bagus dengan harga menarik.

8. Buat acara seputar wine. Undang teman-teman klub wine Anda untuk makan malam bersama. Atau atur acara jamuan makan di restoran yang memperbolehkan pengunjung membawa minuman sendiri.

Coba: Usulkan acara kumpul-kumpul. Bawa wine terbaik Anda. Akrabi orang-orang di lingkaran pergaulan yang baru ini.

Jangan: Jadi orang yang selalu bawa wine murah, tapi minum wine bagus yang dibawa orang lain.

9. Kunjungi wilayah tempat wine favorit Anda dibuat. Pemahaman Anda akan meningkat kalau mengunjungi dan bertemu para pembuat wine favorit.

Coba: Rencanakan liburan ke wilayah produksi wine Anda. Teliti terlebih dahulu, atur pertemuan dengan produsen di perkebunan anggur terkemuka.

Jangan: Asal berangkat. Kunjungan ini perlu perencanaan. Kalau Anda terbang ke sana tanpa rencana, Anda hanya akan jadi turis biasa.

Bryce Sanders adalah presiden Perceptive Business Solutions Inc. Ia memberikan pelatihan bagi penasihat keuangan profesional mengenai teknik mendapatkan nasabah kelas atas. Kontak Bryce Sanders at perceptivebusiness.com.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments