Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Memprakirakan masa depan regulasi

Antoinette Tuscano

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Lihat keadaan dunia untuk mengenali calon hambatan Anda.
AGEFOTOSTOCK/IKON IMAGES

Kalau Anda bisa menerawang guncangan industri yang terjadi setahun, atau bahkan 10 tahun lagi, apa yang akan Anda perbuat untuk mempersiapkan diri? Semua industri berubah, baik sebagai reaksi atas teknologi teranyar, regulasi baru, atau pergeseran pasar ekonomi. Tidak satu pun perubahan ini terjadi tanpa sebab. Pemahaman skala global akan memampukan Anda melihat lebih jauh dari pesaing, memberikan waktu lebih untuk menyesuaikan diri, tetap kompetitif, tetap berbisnis – apa pun perubahan yang terjadi.

Kalau saja anggota MDRT 16 tahun Sanjay Tolani, Ph.D., MBA, dari Dubai, Uni Emirat Arab, tahu masalah hampir bangkrut akan datang menghadang, ia akan menerapkan prosedur yang berbeda agar dapat menghadapi aturan pencabutan komisi (clawback) yang berlaku di UEA. Awalnya, pencabutan komisi bukan masalah baginya, hingga tahun 2010, ketika badai krisis ekonomi global tiba di UEA. Saat krisis terjadi, kira-kira 70 nasabah terbesar Tolani membiarkan polis mereka tidak aktif (lapsed) karena mereka melarikan diri dari negara tersebut. Kunci-kunci ditemukan di dalam hampir 3.700 mobil mewah yang ditinggalkan pemiliknya tergesa-gesa di bandara. Di UEA, kalau bangkrut, Anda masuk penjara.

Bagi Tolani, nasabah yang menghilang dan polis yang tidak aktif berarti berutang banyak pada perusahaan asuransi. Perusahaan-perusahaan asuransi ini memberlakukan kebijakan clawback untuk menarik kembali komisi yang telah mereka bayarkan kepada Tolani dan semua penasihat lain di perusahaannya.

Andai Tolani menjalankan bisnis di India atau negara lain yang tidak punya aturan pencabutan komisi, ia tidak akan dipusingkan dengan pengembalian komisi ke perusahaan asuransi. Tapi ini, ia berada di posisi yang sama dengan nasabahnya dan banyak orang lain di UEA: berhadapan dengan risiko bangkrut, yang bisa berarti terpaksa lari dari negara itu.

Ia lalui badai krisis dengan selamat. Ia kini jadi lebih bijak. Tolani tahu Resesi Besar dekade lalu bukan krisis keuangan atau fluktuasi pasar terakhir. Ia mengubah prosedur kerjanya, supaya ada cukup dana cadangan untuk mengatasi risiko pencabutan komisi. Ia juga tahu ada beragam regulasi lain, yang bisa memaksa penasihat keuangan gulung tikar kalau persiapan tidak matang. Regulasi-regulasi ini meliputi persyaratan pendidikan atau pelarangan komisi, dan perlu bertahun-tahun untuk mempersiapkan diri menghadapinya.

Contoh saja, ketika pelarangan komisi dan kewajiban untuk kembali mengikuti ujian sertifikasi diberlakukan di Britania Raya, jumlah penasihat keuangan di sana anjlok. Karena perubahan peraturan, Britania Raya kehilangan 90 persen penasihat keuangannya dalam 20 tahun.

“Kalau terpaku pada kejadian itu, gawat,” kata anggota MDRT 20 tahun Karl Hartey, dari Oswestry, Inggris. “Bagi kami yang berhasil melaluinya, beradaptasi dengannya, mendukungnya, dan memperoleh kualifikasi yang lebih baik, bisnis kami sekarang lebih kuat. Pemasukan dari biaya jasa yang kami peroleh lebih dari sebelumnya dan jumlah pesaing pun lebih sedikit. Jumlah penasihat keuangan sekarang 10 kali lebih sedikit, padahal jumlah populasi berkembang. Ini peluang emas bagi kami. Jadi, proses ini tidak perlu dipandang sebagai kabar buruk.”

Larry Rybka, J.D., CFP, presiden dan CEO Valmark Financial Group di Akron, Ohio, sepakat bahwa pilihannya tidak harus angkat kaki dari industri. “Kalau mau membangun bisnis yang sukses dan berbuat terbaik bagi nasabah, Anda akan berjuang untuk melampaui standar minimal yang disyaratkan pemerintah,” katanya. Menurut Rybka, masa depan akan fokus pada kondisi yang lebih fleksibel dan transparan.

Bila nasabah tidak mengerti apa yang tengah terjadi dan ekspektasi mereka tidak terpenuhi, mereka kemungkinan besar tidak senang, kata Rybka. Produk harus mudah dipahami nasabah, dan mereka lebih senang dengan produk yang menawarkan fleksibilitas, sehingga lebih mampu memenuhi kebutuhan perubahan hidup, katanya.

Ketika Anda membangun bisnis dengan nasabah sebagai mata pusarannya, dan menjalin hubungan yang menciptakan nilai tambah bagi nasabah, bisnis Anda pasti sukses, kata Rybka. “Kalau nasabah tidak bersedia menulis cek untuk jasa Anda, itu berarti mereka berpikir Anda tidak memberi nilai tambah bagi mereka.”

“Saya menyaksikan sendiri begitu banyak perubahan terjadi,” kata Hartey. Ia teringat dengan satu grup berisi 20 anggota Top of the Table yang bergaul bersamanya di Pertemuan Tahunan 2000. Hari ini, isi grup tersebut tinggal satu orang: ia sendiri. “Kita mesti menjadi wirausaha dengan spesialisasi di bidang jasa keuangan. Kita harus menjadi wirausaha, bukan wirajual.” Kalau pikiran tidak mau berubah, Anda tidak akan mampu beradaptasi, kata Hartey.

Australia pun tengah berada di ambang perubahan. “Akan ada banyak perubahan di Australia, khususnya di aspek persyaratan pendidikan,” kata anggota MDRT enam tahun Dominique Schuh, dari Gympie, Queensland, Australia. Ke depannya, semua penasihat keuangan wajib memenuhi syarat gelar akademis yang relevan dengan industri serta lulus ujian khusus sektor industri.

Awalnya, kata Schuh, persyaratannya cukup gelar pendidikan tinggi saja, dan para penasihat yang sudah bekerja sebelum syarat ini diberlakukan tidak wajib memenuhi syarat ini. Sekarang, tidak bisa lagi asal gelar S1. Harus terkait dengan bidang keuangan. Ini berarti ada penasihat yang terpaksa harus kembali duduk di bangku pendidikan, baik itu ikut beberapa mata kuliah yang relevan atau ikut kuliah penuh untuk mendapatkan gelar sarjana, katanya.

“Kalau Anda pemilik usaha kecil, waktu Anda akan banyak tersita,” kata Schuh. “Kami semua harus mencari cara untuk meluangkan waktu. Saya sendiri mungkin akan merekrut orang-orang baru di bisnis saya, agar beban kerja saya lebih ringan, dan saya bisa mengikuti studi yang disyaratkan. Pendidikan adalah investasi yang perlu Anda lakukan sendiri, dan memang itulah syarat yang mesti dipenuhi agar bisa berbisnis di sektor ini. Begitu pun, ada risiko bahwa industri jasa keuangan Australia akan kehilangan sebagian penasihatnya yang lebih kawakan dan berpengalaman, yang tidak bersedia mengambil jalur pendidikan ini.

“Dengan demikian, perubahan besar sedang terjadi di Australia,” kata Schuh. “Cara terbaik untuk melaluinya adalah dengan tetap berpikiran terbuka, dan juga terus beradaptasi kalau ingin tetap berada di bisnis ini untuk waktu yang lama.”

Para penasihat di Amerika Serikat tidak hanya dihadapkan dengan banyak perubahan. Sistem negara federal membuat mereka harus berjibaku dengan peraturan lokal, yang sering tidak sejalan dengan peraturan federal, kata Rybka. Tapi, ia menganjurkan agar kita mengamati negara-negara seperti Britania dan Australia, yang terdepan dalam hal perubahan regulasi, untuk bisa mengawasi apa yang tengah terjadi.

TUNTUTAN PIDANA ATAS NASIHAT KEUANGAN YANG BURUK

Tiongkok dan Hong Kong: Para manajer dianggap bertanggung jawab atas agen-agennya. Kalau ada agen yang dituntut pidana atas nasihat keuangan yang buruk atau melakukan malapraktik, manajer bisa ikut terseret.

Jepang: Poin penalti diberlakukan di beberapa perusahaan. Penalti diberikan untuk tindakan-tindakan indisipliner.

Australia: Penasihat keuangan memiliki kewajiban fidusia atas nasabah mereka. Kalau melanggar, mereka bisa kehilangan lisensi, didaftar-hitamkan dari industri, dan untuk pelanggaran berat, dipenjara.

Britania Raya: Terdapat berbagai ketentuan pidana, perdata, dan regulasi untuk melindungi pelanggan. Hukuman atas pelanggaran meliputi: kehilangan izin praktik, denda, pengumuman publik mengenai tindakan indisipliner, dan dakwaan pidana.

illustration

PERSYARATAN PENDIDIKAN

Singapura: Para penasihat keuangan paling tidak harus memiliki ijazah A-Level atau yang setara untuk bisa menjual produk-produk terkait investasi dan harus lulus beberapa ujian, serta memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan (CE) selama 30 jam setahun. Termasuk di dalamnya: ikut kelas kode etik selama delapan jam pelajaran.

Hong Kong dan India: Ijazah SMA menjadi salah satu syarat, di samping beberapa ujian, untuk mendapatkan lisensi atau menjual produk-produk terkait investasi.

UAE: Persyaratan minimal masih disusun.

Australia: Para penasihat keuangan akan wajib bergelar sarjana di bidang ilmu yang sesuai dengan industri yang digelutinya dan lulus ujian khusus industri serta mengumpulkan poin-poin CE sebanyak 30 jam (atau lebih) setahun.

Britania Raya: Wajib memiliki Statement of Professional Standing (surat pernyataan dari badan pemberi lisensi) dan memenuhi persyaratan berdasarkan jenis nasihat keuangan atau produk yang disediakan. Juga wajib memenuhi minimal 35 jam kelas pengembangan kapasitas profesional setahun.

Jepang: Wajib berijazah SMA ke atas, kendati perusahaan tetap dapat mensyaratkan level pendidikan tinggi.

illustration

PENCABUTAN KOMISI

Jepang: Berbeda-beda tergantung perusahaannya.

UAE: Pencabutan komisi berlaku hingga empat tahun ke belakang. Penasihat keuangan di sana mencadangkan dana khusus pencabutan komisi sebagai tindakan antisipasi.

Hong Kong: Beberapa produk memberlakukan kebijakan ganti-rugi komisi. Di beberapa perusahaan, mengubah polis jangka panjang akan menimbulkan pencabutan komisi.

India: Tidak ada pencabutan komisi.

Australia: Jumlah komisi yang dibayar di depan dibatasi maksimal 60 persen premi, dan komisi lanjutan 20 persen premi, berlaku mulai 1 Januari 2020. Pencabutan berlaku untuk 100 persen komisi jika polis tidak aktif di tahun pertama, lalu 60 persen komisi jika tidak aktif di tahun kedua.

Britania Raya: Penasihat keuangan tidak menerima komisi. Ada agen penjualan langsung yang bekerja untuk perusahaan yang menjual produknya. Dalam hal ini, pencabutan berlaku untuk 48 bulan ke belakang jika nasabah berhenti membayar atau membatalkan premi.

PENENTUAN PROFIL RISIKO

India: Tidak wajib. Agen menggunakan alat pencari fakta (fact-finder) yang disebut Analisis Nilai Jiwa Manusia (Human Life Value Analysis). Alat ini dipakai untuk memilih tipe investasi yang paling cocok untuk nasabah. Hanya sedikit saja jumlah produk terkait investasi yang dijual. Pencarian fakta dianggap sebagai prosedur tetap. Namun, tidak diwajibkan oleh undang-undang.

Jepang: Pencarian fakta dianggap sebagai prosedur tetap, tapi tidak wajib. Niat nasabah harus dipastikan, sebagai bagian dari prosesnya. Penentuan profil risiko wajib dilakukan untuk menjual produk-produk keuangan.

Tiongkok: Pencarian fakta dianggap sebagai prosedur tetap, tapi tidak wajib.

Hong Kong: Penentuan profil risiko wajib dilakukan untuk produk-produk terkait investasi. Agen menggunakan beberapa dokumen: KYC (know your customer/kenali pelanggan Anda), dokumen analisis kebutuhan keuangan, alat pencari-fakta dan profil risiko yang mencakup informasi pengalaman investasi nasabah.

Singapura: Pencarian fakta wajib dilakukan untuk semua program asuransi jiwa. Program asuransi kecelakaan bisa diterapkan tanpa pencarian fakta. Penentuan profil risiko perlu untuk semua produk, tetapi CKA (Client Knowledge Assessment/Penilaian Pengetahuan Nasabah) tidak wajib untuk produk asuransi murni.

Australia: Fact-finding and risk profiling are required, and a thorough justification must be completed as to why certain recommendations are appropriate for each individual client, given their risk tolerance and level of investment understanding.

Britania Raya: Pembuatan profil risiko dan pencarian fakta yang komprehensif wajib dilakukan di semua kasus untuk menentukan toleransi dan kapasitas merugi nasabah.

illustration

KONTESTABILITAS

Hong Kong: 1) Nasabah meninggal di tahun pertama; 2) Agen salah menjual polis; 3) Ketentuan inkontestabilitas berlaku selama dua tahun pertama (kemudian beban pembuktian ada di pihak perusahaan asuransi).

Singapura: 1) Dua tahun seperti dinyatakan di dalam kontrak; 2) Rawat inap/terkait penyakit dalam tiga tahun pertama. Beban pembuktian ada di pihak perusahaan asuransi.

India: Gugatan di tiga tahun pertama dianggap sebagai gugatan dini, dan dilakukan penyelidikan terkait pengungkapan informasi.

Jepang: Dalam dua tahun pertama. Namun, jika agen menganjurkan nasabah untuk tidak mengungkapkan informasi tertentu, polis tetap valid (hukuman terberat untuk agen adalah PHK).

Tiongkok: Sama dengan Jepang.

UAE: Dua tahun. Beban pembuktian, jika dicurigai ada penipuan/kecurangan, ada di pihak perusahaan asuransi.

Britania Raya: Dua tahun.

Australia: Tertanggung wajib mengungkapkan semua informasi. Namun, agen harus mampu membuktikan bahwa dirinya telah menginstruksikan tertanggung untuk mengungkapkan semua informasi.

NEGARA-NEGARA BERIKUT INI MELARANG KOMISI

Britania Raya: Komisi untuk agen independen dilarang pada tahun 2013, diganti dengan biaya jasa yang dibayar langsung dari nasabah.

Australia: Komisi dari produk-produk investasi dilarang. Semua pemasukan dari produk-produk investasi wajib berbasis biaya jasa.

SUMBER KEKAYAAN

India: Pembayaran awal harus secara tunai atau cek. Wajib memiliki bukti tanda pengenal untuk bisa membeli polis. Pembayaran tambahan dapat dilakukan secara daring (online) atau lewat cek atau tunai. Untuk pembayaran di atas $800, wajib memberikan salinan Nomor Rekening Tetap (Permanent Account Number).

Singapura: Tidak boleh tunai untuk pembayaran di atas jumlah tertentu (berbeda-beda tergantung perusahaan). Pembayaran dapat diterima melalui cek, kartu kredit, atau transfer bank elektronik. Wajib memiliki bukti tanda pengenal untuk bisa membeli polis.

Hong Kong: Beberapa perusahaan menerima pembayaran tunai untuk jumlah-jumlah tertentu. Wajib menunjukkan bukti sumber dana dari bank untuk pembayaran di atas $64.000.

Jepang: Pembayaran tunai dilarang. Pembayaran dapat dilakukan dengan kartu debit atau kredit untuk jumlah di bawah $3.000, atau di bawah $2.000 untuk beberapa perusahaan. Semua pembayaran dapat dilakukan dengan kartu debit atau transfer bank.

Tiongkok: Pembayaran hanya melalui transfer bank. Jika premi total di atas $30.000, nasabah wajib menyertakan fotokopi kartu tanda pengenal.

UAE: Pembayaran tunai dilarang. Pembayaran diterima melalui cek, kartu kredit pribadi, atau transfer bank pribadi. Wajib membuktikan sumber kekayaan jika pembayaran dilakukan oleh orang lain atas nama tertanggung.

Australia: Pembayaran tunai dilarang. Pembayaran dapat diterima melalui cek, kartu kredit, atau transfer bank elektronik. Wajib memiliki bukti tanda pengenal untuk bisa membeli polis.

Britania Raya: Pembayaran tunai dilarang, dan dokumentasi lengkap terlegalisir diperlukan untuk menunjukkan sumber kekayaan.

illustration
 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments