Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Merekrut agen muda

Matt Pais

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Peplinski menemukan potensi muda dengan merekrut lulusan SMA untuk magang.

Bukan rahasia bahwa perencanaan kelangsungan bisnis sangat penting perannya dalam bisnis Anda – kalau bukan untuk saat ini, berarti nanti. Boleh dibilang, menyusun rencana suksesi itu bisa jadi tugas menantang, karena tidak gampang mencari orang yang dapat dipercaya untuk mengambil alih nasabah-nasabah Anda.

Kalau problema ini Anda alami, mungkin Anda belum mempertimbangkan kandidat yang masih cukup belia.

Jason Peplinski, MBA, FSS, memperoleh banyak nasabah perencanaan pensiunnya lewat cara akuisisi agensi, dan dari situ ia banyak berpengalaman dengan suksesi bisnis. Jawaban bagi kelangsungan bisnisnya sendiri muncul dari segmen yang tidak diduga: orang muda yang baru lulus SMA.

“Anak-anak muda ini baru lulus dari SMA dan sedang getol membangun resume mereka dan ingin sukses,” kata Peplinski, anggota MDRT lima tahun dari Lincoln, Nebraska. “Mereka bisa diajari, cepat, dan atentif. Mereka ini sumber daya yang belum dioptimalkan.”

Noah Walz adalah orang muda pertama dengan kualitas seperti ini yang 'ditemukan' Peplinski. Walz menghubunginya lewat LinkedIn, mencari kesempatan magang. Sebelumnya, Peplinski mendapatkan tiga pekerja magang lewat situs pekerjaan daring, tapi ternyata belum cocok. Tapi, pada diri Walz, Peplinski seperti melihat dirinya sendiri, terlebih ketika ia tahu bahwa saat masih kelas enam Walz membaca buku Mad Money karya Jim Cramer.

“Kalau dia sudah sanggup baca buku seperti itu di kelas 6 SD, lalu menjadi orang yang meminati dunia investasi dan perencanaan keuangan, saya tahu orang seperti inilah yang bisa ditempa,” katanya.

Dan hasilnya pun memuaskan. Awalnya Peplinski merekrut pekerja magang lulusan SMA untuk memperbarui basis data dan kerja-kerja administratif sehari-hari. Tapi setelah program magang musim panas, lalu kerja paruhwaktu setahun penuh selama kuliah, Walz akhirnya kerja purnawaktu dengan Peplinski sembari mengambil kelas-kelas kuliah daring. Seperti itulah Walz, yang masih di usia 20 awal ini, meniti jalannya sampai ke bagian operasi bisnis dan sekarang menjadi bagian dari rencana suksesi jangka panjang Peplinski.

“Kami saling bantu di bidang-bidang yang lebih kami minati atau kuasai,” kata Peplinski. “Saya sudah berani mendelegasikan tugas yang cukup penting kepadanya. Dia seperti kembaran saya — di bisnis ini, satu-satunya cara agar mampu mengurus lebih banyak nasabah adalah dengan memperbanyak diri.”

Dan Walz membantu Peplinski untuk itu: Seorang sobat dan nasabah Peplinski dulu mereferensikannya dengan cara unik “Kalau mau urus Roth IRA, ini dia orangnya.” Tentu ini tampak baik — siapa sih yang tidak suka referensi?

Tapi ketika temannya itu membuka tabungan pendidikan untuk kuliah anaknya, dia tidak datang ke Peplinski. Ketika ditanya mengapa, jawabnya, “Aku tak tahu kalau kamu juga bisa mengurus hal itu.”

Di titik itu Walz datang membawa solusi. Ia menyarankan agar agensi menyediakan menu layanan tercetak, yang dirancang seperti buku menu restoran, agar nasabah tahu segala hal yang bisa dilakukan penasihat mereka.

“Ide brilian ini datang dari Noah, dan pelaksanaannya pun total dia yang menjalankan karena dia mampu dan bisa fokus mewujudkan idenya,” kata Peplinski. “Ini poin penting bagi keberhasilan jangka panjang agensi kami.”

Walz juga mengusulkan nama-nama lain, yang berhasil dalam program magang mereka bersama Peplinski, yang menghargai cara orang-orang muda ini memunculkan pendekatan yang objektif dan boleh jadi lebih efisien bagi bisnisnya, agar Peplinski bisa lebih fokus bertemu nasabahnya. Dan karyawan-karyawan belia ini begitu bersemangat untuk berkontribusi dan memuncaki persaingan.

“Seperti itulah saya waktu seusia mereka dulu,” kata Peplinski. “Saya sudah berpikir tentang masa depan saya, dan karena itulah saya sangat mendukung orang-orang yang punya niat dan tekad untuk meniti kariernya sejak dini.”

5 KIAT MENGAKUISISI AGENSI

Jason Peplinski telah mengakuisisi dua bisnis. Berikut ini beberapa rekomendasi untuk Anda yang ingin melakukan hal yang sama:

  1. Sediakan waktu untuk mempelajari semua metriks usaha yang hendak Anda akuisisi. Lakukan valuasi komprehensif dan tentukan seperti apa arus kas Anda. Pahami bahwa basis nasabah yang baru akan memengaruhi hal ini.
  2. Luangkan waktu untuk duduk bersama para agen di agensi yang dijual itu, agar Anda memahami goal dan kontribusi mereka setelah Anda mengambil alih.
  3. Pastikan Anda tahu usia semua nasabah dan demografi kebutuhan serta ekspektasi mereka.
  4. Bangun tim untuk meningkatkan kapasitas bisnis Anda. Bila jumlah nasabah langsung berlipat-ganda, Anda perlu mempertahankan karyawan dari agensi yang Anda beli atau menambah jumlah staf terlebih dahulu. “Nasabah akan lari kalau Anda tidak mampu mempertahankan pengalaman dan kualitas layanan yang selama ini mereka rasakan,” kata Peplinski.
  5. Kenali penjual bisnisnya dan bersikaplah fleksibel. Kadang masa transisi bisnis yang Anda ambil alih itu bisa lebih lama dari yang Anda sangka.

Kontak Jason Peplinski at jason@fp-wealth.com

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments