Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Merangkul perubahan di Thailand

Elizabeth Diffin

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Usia dan pertumbuhan berujung kesempatan di Thailand.

Sejak peralihan milenium, populasi Thailand telah dengan cepat menua. Malah, Dewan Ekonomi dan Sosial Nasional negara tersebut memperkirakan pada 2040, penduduk lansia, yang hanya berjumlah 5% saja dari populasi total di tahun 1995, akan melonjak hingga sepertiga jumlah total penduduk Thailand.

Menurut Watchara Intharachat, anggota MDRT 13 tahun dari Bangkok, Thailand, perubahan demografi penduduk ini bisa menguntungkan industri asuransi. Intharachat menunjukkan bahwa premi asuransi jiwa di Thailand naik hampir 6 persen di tahun 2017, dan diperkirakan akan terus bertumbuh makin cepat. Ia melihat pertumbuhan ini sebagai akibat dari makin menuanya populasi, dan memprediksi bahwa hal ini akan terjadi terus hingga bertahun-tahun ke depan.

“Banyak produk baru yang saat ini diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan tiap kelompok sasaran, khususnya kalangan pensiunan,” katanya. “Karena jumlah warga lansia di Thailand meningkat pesat, paket-paket dana pensiun dan asuransi jiwa plus penghasilan reguler jadi makin populer. Perusahaan mulai meragamkan produk asuransi kesehatan mereka.”

Diversifikasi dan perubahan terus menjadi aktor dominan di negara dengan penduduk 69 jiwa ini. Srichan Pattananitsakul, anggota MDRT 15 tahun dari Bangkok, berkata bahwa regulasi baru pemerintah di Thailand telah memicu bertambahnya jumlah produk dan membentuk masyarakat yang lebih melek asuransi.

Banyak produk baru yang saat ini diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan tiap kelompok sasaran, khususnya kalangan pensiunan.
— Watchara Intharachat

“Karena pelanggan menginginkan kemudahan dan manfaat, perusahaan asuransi harus menciptakan produk yang mudah dimengerti,” katanya. “Para agen dan penasihat keuangan perlu beradaptasi dengan regulasi baru untuk meningkatkan dirinya, belajar, patuh, dan mampu menawarkan layanan yang memenuhi permintaan dan kewajiban pelanggan.”

Salah satu dari perubahan tersebut adalah peralihan dari polis asuransi murni ke program asuransi unit-linked (ULIP). Struktur ULIP serupa dengan reksa dana, yang membutuhkan dana awal lump sum dan juga pembayaran premi tahunan, enam bulanan, atau bulanan, dan dikaitkan dengan pasar investasi.

ULIP dapat digunakan untuk menciptakan beragam manfaat seperti asuransi jiwa, dana pensiun, dan pendidikan. Pattananitsakul memperkirakan dalam lima hingga 10 tahun ke depan, ULIP akan makin lazim di negaranya, dan ini membuat para agen perlu menyesuaikan strategi penjualan mereka.

“Produk asuransi unit-linked telah memikat perhatian besar dari publik pelanggan,” katanya. “Tapi ada risiko dalam investasi. Pelanggan dan penasihat keuangan mesti memiliki pengetahuan dan pengalaman.”

Intharachat sepakat bahwa ULIP adalah masa depan dan banyak rakyat Thailand yang baru mulai memahami jenis investasi ini.

“Produk ini cukup berperan besar dalam bisnis,” katanya. “Pelanggan jadi lebih terlindungi di semua segi. Saya dan tim harus menyusun rencana yang membuat kami nanti bisa menjual semua jenis asuransi jiwa, khususnya unit-linked, dan kami harus mendapatkan izinnya.”

Ia juga menekankan bahwa timnya harus belajar cara menjelaskan produk-produk rumit seperti ULIP dan mempertimbangkan kebutuhan serta keinginan nasabah sebelum closing.

“Tidak boleh ada kesalahpahaman saat merancang polis asuransi,” katanya. “Lebih penting lagi, tiap tawaran perlu fokus pada tingkat kesanggupan nasabah dalam membayar premi.”

Perubahan regulasi lain terjadi di bidang asuransi kesehatan. Pemerintah kini memberikan pemotongan pajak bagi warganya yang memiliki asuransi kesehatan — maksimal 15.000 baht — serta untuk mereka yang memiliki asuransi kesehatan dan jiwa — maksimal 100.000 baht. Hasil dari inisiatif ini jelas — dan membesarkan hati para agen seperti Intharachat dan Pattananitsakul.

“Ini mendorong orang untuk lebih memerhatikan asuransi jiwa dan program asuransi kesehatan,” kata Intharachat. “Bagus sekali, saya dan tim jadi tergerak untuk mengembangkan produk asuransi kesehatan kami agar memenuhi kebutuhan nasabah."

Selain itu, pada 2013, Kantor Komisi Asuransi Thailand mengumumkan pembuatan Sistem Biro Asuransi (Insurance Bureau System), sebuah basis data terpusat yang meningkatkan pengawasan pemerintah atas industri ini dan pada akhirnya memampukan nasabah untuk memantau produk-produk asuransi mereka sendiri.

Jelas, teknologi semacam ini makin berperan dalam industri asuransi Thailand. Pattananitsakul memperkirakan bangkitnya teknologi asuransi, ditopang dengan makin maraknya penggunaan ponsel pintar, akan berujung pada makin banyaknya layanan on-demand, nasihat yang diubah-suaikan, dan analisis data dari sistem kecerdasan pelanggan.

“Perusahaan asuransi jiwa mesti beradaptasi, dan fokus pada produk yang tepat sembari tidak meminggirkan pelanggan yang tidak melek teknologi atau industri,” katanya. “Teknologi akan mentransformasi seluruh sistem kerjanya.”

Intharachat percaya bahwa, seiring bertumbuhnya pasar, teknologi akan berdampak signifikan pada saluran distribusi.

“Kelak, transaksi jual-beli akan dilakukan secara daring atau digital, yang memang jauh lebih nyaman,” katanya. “Saluran distribusi akan terus bertumbuh dan berubah. Karena itu, agen yang menggeluti bisnis ini harus siap beradaptasi.”

KONTAK

Watchara Intharachat at intharachat.1199@gmail.com

Srichan Pattananitsakul at prt-1@hotmail.com

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments