Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

7 langkah menyelesaikan masalah bisnis

Mitzi Perdue

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Urai persoalan besar menjadi kepingan kecil yang lebih mudah ditangani.

AGEFOTOSTOCK/IKON IMAGES

Semua orang sukses berbuat hal yang sama: menyelesaikan masalah. Mereka tidak hanya duduk meratap dan berandai-andai masalah lenyap sendiri. Cara manjur untuk menyelesaikan masalah bisnis yang besar, rumit, dan pelik adalah dengan mengurainya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dan menyelesaikannya satu per satu. Lewat cara pandang ini, Anda bisa berkonsentrasi untuk menyelesaikan masalah lewat serangkaian langkah, bukan secara sekaligus.

1. Deskripsikan masalahnya.

Tuliskan Sering, Anda justru menemukan solusi saat menjelaskan masalahnya dengan jernih. Tapi tidak selalu begitu. Nah, jika demikian, lanjut ke Langkah 2.

2. Urai masalah menjadi kepingan kecil yang lebih mudah ditangani.

Pecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah ditangani, lebih tidak mengintimidasi. Kalau ada bagian yang masih tampak terlalu sulit, urai menjadi lebih kecil lagi. Kemudian urutkan isi daftar bagian-bagian masalah ini secara logis: mana yang mesti ditangani pertama, kedua, ketiga, dst.

3. Tulis rintangan yang menghadang.

Mungkin tampak mengejutkan, tapi langkah ini sebetulnya sangat penting. Perhatikan dengan teliti apa saja rintangannya, lalu susun ke dalam sebuah daftar. Optimis itu memang baik, tapi tidak peduli seberapa positif cara pikir Anda terhadap suatu masalah, Anda lebih berpeluang sukses jika menyadari dan siap menghadapi rintangan yang mungkin menghadang.

4. Munculkan solusi sebanyak-banyaknya.

Tuliskan apa saja solusinya, sebanyak mungkin. Sekreatif mungkin. Di titik ini, yang kita kejar adalah kuantitas, bukan kualitas. Jangan urung menuliskan ide hanya karena ide itu tampak bodoh atau tidak relevan. Seringnya, yang tampak seperti ide buruk justru bisa memancing imajinasi Anda untuk memunculkan ide cemerlang. Anda tidak akan menyangka, ide-ide baru ini bisa jadi ide-ide yang sangat kreatif, yang mungkin tidak akan pernah muncul kalau saja Anda tidak memikirkannya.

5. Tambah satu solusi lagi.

Ide-ide yang muncul karena Anda 'memaksa' diri untuk memunculkan satu ide lagi sering menjadi ide yang justru paling bermanfaat. Ini alasannya: Kalau jawaban yang kita cari itu mudah dan sudah jelas, masalah pasti sudah beres sekarang. Hanya kalau Anda bersedia memeras otak sajalah ide paling kreatif itu bisa muncul – ide yang tidak terpikirkan orang lainnya. Solusi yang paling kreatif, paling tidak terpikir sebelumnya, mungkin yang paling ampuh bagi masalah Anda. Jangan lupa: Thomas Edison benar saat mengatakan, “Bila rasa-rasanya semua kemungkinan telah dimunculkan, ingat-ingat ini: Belum semua.”

Hanya kalau Anda bersedia memeras otak sajalah ide paling kreatif itu bisa muncul.

6. Pilih solusi terbaik.

Setelah memutar otak untuk memunculkan berbagai pilihan solusi, saatnya menilai opsi mana yang realistis. Ingat, kali ini sikap berpikirnya berbeda. Tugas Anda adalah mengidentifikasi, dari semua ide yang muncul, mana yang terbaik. Tentukan solusi atau kombinasi solusi yang paling mampu menyelesaikan masalah, dan siapkan sumber daya untuk menjalankan solusi itu.

7. Laksanakan.

Yang mengherankan, banyak orang bisa memunculkan solusi bagus, tapi tetap diam saja. Mereka menunda pelaksanaan ide tersebut. Orang sukses tidak suka menunda tindakan mereka. Mereka tidak cuma cerdas memikirkan solusi; tapi juga cergas melaksanakannya. Mereka tahu masalah tidak akan selesai kalau rencana tidak dilaksanakan dan dirampungkan.

Mitzi Perdue adalah pembicara, pengusaha, dan penulis buku “How to Make Your Family Business Last.” Untuk info selengkapnya,kunjungi mitziperdue.com. Kontak Mitzi Perdue at Mitzi@MitziPerdue.com.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments