Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Daya berpikir positif

Liz DeCarlo

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Vanderwolf mengintai kesempatan saat tantangan datang menghadang.

Ross Vanderwolf, CFP, adalah tipe orang yang gelas-nya selalu setengah penuh. Walaupun menghadapi perubahan regulasi yang terus-menerus di Australia, ia tetap bisa melihat peluang yang bakal timbul dari tengahtengah pergolakan.

Ketika Vanderwolf mengampu peran sebagai Presiden MDRT, ia ditatang untuk mengawasi sebuah organisasi global dengan 66.000 anggota di 72 negara. Tidak merasa kewalahan, Vanderwolf justru bersemangat mencari cara menjaga MDRT tetap relevan dan bermakna, di mana pun anggotanya tinggal dan bekerja.

Meski telah 37 tahun berkarier sebagai penasihat keuangan, ia tetap merasakan sensasi kuat setiap kali duduk bersama nasabah untuk membantu merencanakan masa depan mereka.

“Tidak jarang kita melihat penasihat keuangan yang kehilangan antusiasmenya akibat perubahan yang mesti ditanggung,” kata Vanderwolf, anggota MDRT 31 tahun dari Fortitude Valley, Queensland, Australia.

“Hal-hal positif dalam profesi ini luput dari perhatian. Kita begitu terpaku pada seluk-beluk kepatuhan formal, regulasi, dan laporan sampai lupa dengan kebaikan yang kita perbuat bagi para nasabah.”

Vanderwolf lebih suka fokus pada sisi positifnya. Baru-baru ini ia duduk bersama pasangan suami-istri yang telah menjadi nasabah pribadinya selama lebih dari 30 tahun.

Saat pertama sekali bertemu, Vanderwolf masih lajang dan nasabahnya masih pengantin baru. Kini, anak-anak Vanderwolf dan istrinya sudah dewasa dan nasabahnya sudah punya cucu.

“Saya tumbuh bersama mereka; awalnya melayani dengan produk proteksi keluarga, lalu lanjut ke investasi dan tabungan masa pensiun, dan sekarang perencanaan pensiun karena mereka sudah di ambang pensiun.

“Saat menyadarinya, saya jadi berpikir, ‘Sudah lama juga ternyata,’” katanya. “Anda merasa mereka sudah seperti sahabat sendiri. Rasanya luar biasa.”

Vanderwolf tahu peran penasihat keuangan merupakan pelengkap sempurna bagi hasratnya: mengenal manusia secara mendalam dan bermakna. “Hasrat saya, berbincang dengan orang lain tentang hasrat mereka. Di titik itu, rasanya luar biasa bisa berbicara dengan orang tentang keluarga, tujuan, komitmen, dan rencana masa depan mereka,” katanya. “Bagian terbaiknya, duduk di hadapan mereka dan mencoba mengenal diri dan kehidupan mereka.”

Ketika Vanderwolf masih hijau di bisnis ini, tidak mudah duduk di hadapan nasabah untuk berbincang. Perlu beberapa tahun baginya untuk bisa menemukan nasabah yang bukan keluarga atau teman sendiri.

Vanderwolf memulai karier sebagai agen terikat yang men-jual asuransi jiwa permanen dan universal. Ia diberi pelatihan dasar, kemudian dibiarkan kerja sendiri. Mentalitas bisa berenang-atau-tenggelam yang diadopsi agensi-agensi asuransi di masa itu menenggelamkan Vanderwolf, hingga ia bertemu seorang anggota MDRT yang menjadi mentornya.

Empat tahun kemudian, ia memenuhi kualifikasi untuk menjadi anggota MDRT. Ia mulai sebagai relawan, awalnya membantu Komite Komunikasi Anggota, sebelum kemudian terlibat dengan komite-komite Pengembangan Program Pertemuan Tahunan, Keanggotaan, dan Keuangan.

Kini, sebagai mitra senior Rothgard Financial Partners, bisnis jasa keuangan dengan berbagai spesialisasi, Vanderwolf lebih senang memandu para agen baru. “Di tahap awalnya kami melibatkan mereka di tugas-tugas administratif perencanaan keuangan,” katanya. “Kami latih, dan mereka mendapatkan peluang untuk lebih sering berinteraksi dengan nasabah dibanding di tempat lain karena kami ajak mereka ikut rapat dengan nasabah.”

Kendati para penasihat junior dilatih dalam aneka bidang jasa keuangan, mereka diharapkan menjadi spesialis di satu atau lebih bidang khusus seperti asuransi bisnis, perencanaan pensiun, dana pensiun (superannuation) yang dikelola sendiri, portofolio investasi, perawatan kesehatan di hari tua, atau jaminan sosial.

“Kami latih mereka secara luas, nanti mereka sendiri yang mencari bidang khusus yang ingin digeluti,” kata Vanderwolf. Dengan semakin ketatnya regulasi dan persyaratan taat-aturan, hampir mustahil seorang penasihat mampu mempertahankan kepakarannya di seluruh bidang perencanaan keuangan.

“Industri ini selalu berubah. Di Australia, hampirhampir seperti revolusi,” katanya. “Sektor jasa keuangan saat ini mendapat sorotan kencang.”

Di tengah perombakan industri ini oleh regulator, salah satu perubahan besarnya adalah kebijakan persyaratan pendidikan, yang dijadwalkan akan berlaku mulai 2024. Pengaruhnya tidak hanya dirasakan orang yang akan masuk ke profesi ini, tapi juga para penasihat yang sudah berkecimpung di dalamnya.

“Itu perubahan besar, untuk orang yang sekawakan saya sekalipun,” kata Vanderwolf. “Mereka menilik apa pendidikan yang perlu diikuti agar kita boleh terus bekerja sebagai penasihat. Ketakutannya adalah bahwa pendidikan-pendidikan yang telah diikuti sebelumnya tidak diakui.

“Kami sedang menunggu pemerintah meratifikasi dan mengklarifikasi apa maksudnya. Dari survei baru-baru ini, ada indikasi sekitar 68 persen penasihat dengan pengalaman 20 tahun ke atas akan memilih pensiun atau pindah ke jabatan non-penasihat, ketimbang mengambil tingkat pendidikan yang tengah dibahas saat ini.

Seperti biasa, Vanderwolf melihat peluang yang dibawa tantangan ini. “Kita paham, standar kepatuhan, regulasi, dan pendidikan tinggi akan makin ketat, tapi ujung-ujungnya, kalau Anda siap berkomitmen memenuhi syarat pendidikan agar dapat meneruskan karier sebagai penasihat, pasti ada peluang di baliknya,” katanya.

Sekalipun angka 68 persen ini turun menjadi 30 hingga 40 persen, tetap saja jumlah penasihat berpengalaman yang meninggalkan sektor ini sangat besar dan dengan tingkat permintaan pelanggan yang ada, kesenjangannya jadi sangat lebar, kata Vanderwolf.

Sebagai anggota Komite Eksekutif MDRT empat tahun terakhir, Vanderwolf telah menyaksikan para anggota di banyak negara menghadapi perubahan. “Di pasar Australia, Inggris, Kanada, Amerika Serikat, dan Asia yang telah matang, perubahannya lebih bersifat legislatif,” katanya. “Di negara-negara berkembang Asia, tantangan terbesarnya ada di titik penyampaian rekomendasi berkualitas di bidang yang sedang bertumbuh secara eksponensial. Tantangannya berbeda, tapi semua itu berujung pada cara kita menyampaikan nasihat keuangan.”

Pengalaman Vanderwolf telah mengajarkannya bahwa hari-hari penuh bisnis transaksional akan cepat berlalu, karena kaum profesional jasa keuangan bergerak menuju peran sebagai penasihat keuangan. “Ketika saya diminta bicara di Asia, fokusnya lebih pada upaya membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah, lebih pada penasihat, bukan agen penjualan.”

Vanderwolf memang fokus pada hubungan dalam praktiknya sendiri, menitikberatkan pada kerja sama dengan pengacara, akuntan, dan perencana harta nasabahnya. “Bukan cuma perencanaan pensiun dan nasihat asuransi lagi saja.”

Vanderwolf bekerja erat dengan mitra bisnisnya, Gino Saggiomo, CFP, anggota MDRT 11 tahun. Selain itu, Rothgard memiliki asosiasi kuat dengan dua bisnis serupa di Australia. Plus, ia kerap menjaga koneksi dengan para anggota MDRT lainnya di Australia dan luar negeri.

“Industri ini bisa terasa sangat sepi. Kalau bertempur sendiri, sulit,” katanya. “Lebih mudah kalau Anda menjadi bagian dari kelompok yang lebih besar seperti MDRT.

“Saya banyak berbincang dengan orang-orang sepemikiran di industri ini,” katanya. “Kita semua agak berkecil hati dengan perubahan yang terjadi, tapi tetap antusias dengan potensi kesempatannya.”

MEMASTIKAN RENCANA TERLAKSANA

Empat tahun terakhir Vanderwolf sebagai anggota Komite Eksekutif MDRT difokuskan pada pelaksanaan rencana strategis organisasi ini. Setelah proses perencanaan dan riset yang teliti, sebagian besar inisiatif besar dalam rencana tersebut telah dilaksanakan atau sedang berlangsung. Dari berbagai jenis pertemuan baru hingga konten yang dilokalkan, MDRT telah menapaki langkah baru dalam upayanya menyampaikan nilai bagi para anggota.

Saya bisa saja duduk santai melihat kesuksesan tersebut, kata Vanderwolf. “Kita bisa bilang, ‘Kita sudah kerja keras; sekarang nyalakan fungsi otopilotnya,’ tapi cepat berpuas diri bukan cara pikir MDRT. Kita selalu berupaya memberikan nilai lebih bagi anggota.”

Vanderwolf dengan bangga bercerita tentang pertemuan MDRT EDGE yang akan datang sebentar lagi untuk para anggota dari AS dan Kanada, Konferensi Global MDRT, yang akan berlangsung pertama kalinya pada September 2019, dan peluncuran uji beta Akademi MDRT, sebuah asosiasi baru dan mandiri yang dibentuk MDRT guna membantu para calon anggota meraih level produksi MDRT. Tapi ia pun sama antusiasnya dengan berbagai inisiatif anggota yang lebih kecil yang akan dimulai di tempattempat seperti Hong Kong, Filipina, Thailand, dan AS.

“Tantangannya ada pada titik demografinya, yang berubah hampir setiap tahun,” kata Vanderwolf. “Jadi intinya, bertindak lokal, berpikir global. Bagaimana kita bisa terlibat lebih giat lagi dan menjalin koneksi serta mencipta konten yang lebih lokal lagi?”

MDRT menggunakan agensi-agensi konsultansi untuk membantu merancang perspektif global ini. “Kita butuh masukan dari orang yang dapat melihat cara kerja bisnis ini dari sudut pandang yang lebih luas,” katanya. “Saya dan Gino sama-sama di bisnis ini. Pandangan kami bisa jadi sempit. Kalau ada perspektif orang luar, kami dapat berpikir lebih terbuka.”

Dalam perjalanannya, Vanderwolf berfokus untuk tetap positif sembari melangkah ke depan. “MDRT mengerahkan segala daya dan upayanya untuk memenuhi semua kebutuhan anggota dan memastikan agar kita tetap relevan,” katanya. “Sama seperti kita ke nasabah, MDRT harus tetap relevan; kalau tidak, tidak ada tempat bagi kita dalam hidup mereka.”

Vanderwolf dan mitranya, Gino Saggiomo.

KONTAK

Ross Vanderwolf at rossvmdrt@gmail.com

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments