Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Kebangkitan di kepulauan

Elizabeth Diffin

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Kesempatan melimpah seperti sinar sang surya di Karibia.

Kepulauan Karibia mungkin paling terkenal dengan pantainya yang polos dan gaya hidupnya yang santai, tapi industri jasa keuangan dan asuransi jiwa di sana sama sekali tidak berleha-leha. Malah, para penasihat keuangan dari Jamaika dan Trinidad dan Tobago yakin kepulauan ini di ambang kebangkitan.

“Kami makin sejalan dengan zaman,” kata Gregg Anthon Mannette, LUTCF, anggota MDRT 11 tahun dari Arima, Trinidad dan Tobago. “Sudah ada langkahlangkah signifikan di bidang pengembangan produk dan integrasi dengan teknologi. Tapi jalan masih panjang.”

Kawasan Karibia terdiri dari kira-kira 700 pulau, tapi hanya 15 saja yang menjadi anggota penuh Satu Pasar dan Ekonomi Karibia (lima negara lainnya dianggap sebagai anggota rekanan). Penduduk Karibia sekitar 16 juta jiwa, mayoritas berusia di bawah 30 tahun.

Meila Annalee McKitty Plummer, LUTCF, FSS, anggota MDRT 10 tahun dari Kingston, Jamaika, mengatakan bahwa hanya sebagian kecil saja dari populasi ini yang memanfaatkan layanan yang ditawarkan penasihat keuangan, tapi ia melihat kondisi ini sebagai “peluang emas” di tahun-tahun mendatang.

“Saya menduga kesadaran keuangan akan meningkat signifikan,” kata Plummer. “Karenanya, penasihat keuangan makin dituntut untuk mampu membantu nasabah membangun kekayaan dan mengelola risiko mereka.”

Delta Maud Barrett, anggota MDRT 17 tahun dari Kingston, Jamaika, juga merasakan bangkitnya kesadaran ini.

“Makin banyak orang yang makin sadar pentingnya manfaat asuransi jiwa,” katanya. “Pilihan polis pun makin beragam untuk memenuhi kebutuhan spesifik. Dalam beberapa tahun lagi, saya rasa industri ini akan terus tumbuh, dan menawarkan makin banyak pilihan polis lagi.”

Secara umum, para penasihat keuangan merasa publik perlu memahami bahwa nilai produk asuransi pasti melebihi biayanya, khususnya dalam konteks Karibia, yang bisa porak-poranda hanya karena satu badai besar saja.

“Masih banyak orang tidak tahu tentang asuransi dan manfaatnya bagi bisnis dan keluarga,” kata Gail Singh, FCCA, anggota MDRT enam tahun dari El Dorado, Trinidad dan Tobago.

“Saya sangat senang berinteraksi dan membantu orang lain,” katanya. “Motivasi saya bukan uang, tapi kepuasan karena bisa membawa manfaat positif dalam hidup sesamalah yang membuat saya bangun pagi dengan bersemangat.”

Trinidad dan Tobago kini tengah mengalami resesi ekonomi, yang membuat kerja Singh, dan rekan sesama penasihat lainnya, menjadi makin penting, sekalipun kondisi tampak segera membaik.

“Di masa-masa seperti ini, saya yakin rekomendasi keuangan dan produk asuransi jadi jauh lebih penting,” katanya. “Resesi membuat saya makin giat bekerja, dan jumlah nasabah saya pun bertambah.”

Mannette percaya iklim ekonomi yang sulit di beberapa negara Karibia sebetulnya justru berdampak positif bagi bisnisnya.

“Seperti paradoks, kondisi ekonomi ini memberikan lingkungan yang tepat, karena saya banyak menawarkan pilihan asuransi jiwa dan risiko murni,” katanya. “Seperti pepatah, ‘Asuransi jiwa itu kebal resesi,’ karena orang jadi lebih sensitif terhadap kesukaran. Agen yang terampil tahu cara memasukkan sugesti ini ke benak prospek dan membuatnya setuju membeli polis.”

Sejalan dengan makin tingginya kesadaran akan nilai produk keuangan dan asuransi, pemerintah di Karibia juga makin giat mengundangkan peraturan-peraturan baru. Regulasi yang dititik-beratkan pada transparansi dan kepatuhan kini mengubah cara kerja banyak agen.

“Di tahun-tahun pertama saya di MDRT, saya merasakan suasana tidak senang dan gelisah dari para anggota di Amerika Utara dan Inggris ketika kata ‘kepatuhan’ disebut,” kata Mannette. “Anginnya kini sudah sampai pantai Karibia dan memengaruhi cara kami berbisnis di sini.”

Ia menyebut pemberlakuan UU Taat Pajak Lembaga Keuangan Asing (FATCA) dan UU Antipencucian Uang (AML) terbaru sebagai contoh utama regulasi yang makin ketat. Plummer juga mengatakan bahwa pelaksanaan syarat Ketahui Pelanggan Anda (KYC) telah sedikit menyusahkan agen dan nasabah.

“Aturan ini mensyaratkan penyerahan dokumendokumen tambahan dan dipandang invasif oleh sebagian nasabah,” katanya. “Namun, kemungkinan perubahan industri yang tengah terjadi di negara yang lebih berkembang saat ini akan diadopsi di Karibia dalam waktu dekat.”

Pada Februari 2018, Parlemen Trinidad dan Tobago menyepakati Undang-Undang Asuransi, yang disebut Mannette sebagai “perubahan legislatif bermakna pertama setelah 40 tahun”. Undang-undang ini, yang masih menunggu persetujuan presiden, mengatur pengawasan tambahan dari pemerintah terhadap industri asuransi. Mannette yakin inilah langkah pertama dalam upaya emastikan Trinidad dan Tobago, serta negara-negara Karibia lainnya, memiliki regulasi yang lebih selaras dengan praktik terbaik di level internasional.

Singh memprediksi akan ada perubahan tambahan di tahun-tahun mendatang, dari regulasi cryptocurrency hingga pembangunan makroekonomi seperti penemuan sumber minyak bumi di Guyana, anggota CSME.

Tapi di setiap tantangan yang mengintip di cakrawala Karibia, ada peluang yang sama melimpahnya – yang memang sepatutnya dimiliki surga dengan keindahan, daya hidup, dan pantai berpasir putih yang memesona ini.

KONTAK

Meila Annalee McKitty Plummer at meila_mckittyplummer@sagicor.com.

Gregg Anthon Mannette at greggmannette@gmail.com.

Delta Maud Barrett at delta.barrett@myguardiangroup.com.

Gail Singh at singh.gail@gmail.com.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments