Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Malu-malu sukses

Matt Pais

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Ketika sukses besar berbumbu malu.

Anda di ambang penjualan polis besar ke seorang Direktur Keuangan perusahaan internasional raksasa. Hubungan dengan nasabah sudah terjalin mantap. Anda girang karena akhirnya nasabah mau membeli polisnya.

Terlalu girang sampai-sampai setelah naik ke jalan masuk di depan rumah nasabah, keluar dari mobil, Anda lupa menarik rem tangan.

Halo, komisi; da-dah, mobil.

“Setelah urusan selesai, saya terpaksa kembali ke rumah itu, mengetuk pintu, dan malu-malu bertanya, ‘Tadi lihat mobil saya?’” kenang Jay M. DeFinis, CLTC, anggota MDRT 17 tahun dari Cleveland, Ohio.

Awalnya, DeFinis mengira salah seorang anak nasabahnya pasti sedang mengerjainya. Akhirnya mereka menemukan mobil itu, yang meluncur turun ke ujung jalan dan menabrak pohon.

“Mereka sampai membuat album foto dari kamera pengawas; saya malu sekali,” katanya. “George merangkul pundak saya dan berkata, ‘Adegan ini akan kamu ingat seumur hidup, dan aku senang menjadi salah satu tokoh di dalamnya.”

Pengalaman ini mengajarkan DeFinis bahwa sukses itu punya banyak bumbu.

“Tapi reaksi jujur saya justru diapresiasi nasabah,” katanya. Insiden ini membuatnya terpaksa merogoh $8.000 dari kantong untuk memperbaiki mobil, dan terlambat pulang menghadiri pesta ulang tahun putra bungsunya. “Sampai sekarang, kalau bertemu saya, mereka masih saja membahasnya.”

Jay DeFinis adalah anggota MDRT 17 tahun dari Cleveland, Ohio Hubungi DeFinis di jay.definis@nm.com.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments