Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

4 pertanyaan yang mesti saling diajukan nasabah dan agen

Matt Pais

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Didik nasabah tentang hal yang perlu dicari dari seorang agen.

James Anthony Savage percaya diam itu emas. Selama pertemuan pertama dengan nasabah, ia meminta mereka untuk mengemukakan empat pertanyaan yang ingin diajukan kepada seorang penasihat keuangan. Ia tuliskan angka satu sampai empat di atas secarik kertas, untuk mereka isi. Lalu diam.

“Luar biasa; di saat itu, Anda bisa tahu mereka ituvorang yang karakternya reaktif atau metodis,” katavanggota MDRT delapan tahun dari Calgary, Alberta,vKanada, ini. Nasabah sering bertanya tentang latarvbelakang Savage dan seperti apa ia dibayar. Setelahvmenjawab pertanyaan nasabah, ia bertanya apakahvboleh kalau ia menambah empat lagi yang mestivmereka tanyakan kepada diri sendiri sebelum bekerjavbersama seorang agen:

1. Apakah suka dengan orangnya?

Ini komponen penting yang menarik, kata Savage, dan sering sekali jawabannya berdasar pada insting semata.

2. Apakah bisa saling percaya?

Butuh waktu sedikit lebih lama untuk memastikannya, kata Savage. Ia bertanya apakah ada orang yang nasabah suka tapi tidak percaya; kemudian apakah ada orang yang nasabah percaya tapi tidak suka. Jawabannya menyiratkan tipe orang yang mereka inginkan untuk menangani keuangan mereka.

3. Apakah orangnya kompeten?

Di samping kepakaran profesional, pertanyaan ini juga menyiratkan apakah si penasihat mampu mengedukasi Anda dengan cara yang pas. Pengetahuan itu meluas sejauh ia diserap oleh pendengarnya. Savage sering meminta nasabah untuk membayangkan guru favorit mereka. Orang-orang seperti ini berkesan bagi kita karena cara mereka menyampaikan informasi.

4. Apakah situasinya sama-sama menang?

Di sini tampak bahwa nasabah perlu melihat hasil positif dari hubungan tersebut, dan penasihat perlu diberi imbalan atas pekerjaan mereka.

Setelah ini, Savage menyadari bahwa selama pertemuan tersebut ia pun mengajukan pertanyaan yang sama mengenai nasabah di hadapannya.

Kemudian, lagi-lagi, ia diam.

“Saya jadi punya izin — dan ini langka — semisal perlu memecat nasabah itu,” katanya, sambil mengingat peristiwa saat ia memecat nasabah topnya karena tidak suka sikap orang tersebut dan tidak mempercayainya. “Uang memang membuat hidup jadi lebih mudah, tapi itu bukan segalanya. Integritas saya lebih penting dari uang.”

Begitu juga sebaliknya; pernah ada seorang nasabah yang memberi tahu Savage bahwa ia bisa percaya tapi tidak begitu menyukainya sehingga enggan bekerja sama. “Memang menyakitkan, tapi baik juga karena saya jadi tahu bahwa saya tidak perlu mengejarnya lagi. Dengan begitu, kami berdua bisa melanjutkan hidup masing-masing.”

KONTAK

James Savage at jasavage1@live.com.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments