Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Tenangkan sang mesin tekanan

Liz DeCarlo

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Luangkan waktu untuk jeda dan menimbang kembali perspektif Anda dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Luangkan sesaat untuk berhenti. Matikan perangkat elektronik Anda. Tarik napas panjang. Jeda. Biarkan kemelut di dalam pikiran terurai, biarkan himpitan melonggar. “Saat jeda, kita menenteramkan otak dan merasa kembali mampu mengendalikan situasi,” kata Romie Mushtaq, M.D., seorang pakar neurologi dan spesialis pengobatan integratif.

Banyak pebisnis sukses terjebak dalam siklus stres-sukses, jelas Mushtaq, dan ini berdampak negatif pada fungsi otak kita. Ia mengumpamakan bagian otak yang bernama amigdala sebagai menara ATC di dalam kepala kita. Amigdala memproses semua kata dan bunyi yang kita dengar, semua yang dilihat mata, dan sensasi lainnya menjadi ingatan, tindakan, dan perasaan.

“Bila kita terjebak dalam siklus stres-sukses, menara ATC di otak kita macet, dan memunculkan reaksi stres,” kata Mushtaq. “Otak seperti dibajak dan kita tidak mampu berpikir jernih.”

Saat jeda, kita menenteramkan otak dan merasa kembali mampu mengendalikan situasi.

Ketika ini terjadi, emosi mengambil alih pikiran rasional dan kita menjadi reaktif. “Risikonya bisa berupa membalas surel dengan kata-kata kasar, salah bicara saat presentasi penjualan, atau memicu konflik dengan orang tercinta atau kolega kita,” kata Mushtaq. “Untuk mengendalikan situasi ini, kita harus mengendalikan otak kita.”

Rahasianya, kata Mushtaq, ada pada kekuatan waktu jeda. Dengan mengatur napas, meditasi, atau teknik-teknik kesadaran lainnya, kita dapat menggeser kondisi otak dari beku menjadi tenteram dan terkendali.

Mushtaq memaparkan tiga cara untuk memutus siklus respons stres dan beranjak maju mencapai tujuan dengan performa luar biasa.

  1. Keluar dari jerat perangkat digital. Matikan semua perangkat digital selama 30-60 menit sebelum tidur. “Kedip-kedip lampu biru dari perangkat itu memancing reaksi otak dan membuatnya beku,” katanya. “Bila begitu, kadar neurokimia serotonin dan melatonin yang penting di dalam otak akan menurun, yang berujung pada sulit tidur dan meningkatnya tekanan stres.”
  2. Tuangkan isi kepala. “Anda merasa pikiran Anda seperti sedang lari maraton di dalam otak? Dengan jeda untuk menyadari pikiran ini, kita menghentikan kecamuk pikiran di dalam kepala,” kata Mushtaq. “Ambil pena dan kertas, lalu tuliskan.”
  3. Jeda untuk bernapas. Luangkan tiga menit setiap hari untuk mengatur napas atau meditasi.

JEDA

Ruang putih (white space) adalah jeda strategis di sela-sela kegiatan. Baik itu setengah detik, satu detik, tiga detik, atau setengah jam, jeda yang dirajut ke dalam lembar kesibukan dapat meningkatkan kreativitas dan kualitas keterlibatan kita. Jeda ini ibarat oksigen yang membuat api semangat menyala.

SARAN DR. ROMIE TENTANG CARA JEDA 30 MENIT UNTUK MEDITASI

  1. Cari posisi yang nyaman dan pejamkan mata, atau pusatkan pandangan pada satu titik.
  2. Tarik napas panjang melalui hidung, tahan, lalu hela hingga habis melalui mulut. Tarik, dua, tiga, tahan napas. Hela, dua, tiga, empat. Lakukan selama tiga menit.
  3. Saat menarik napas, sadari tubuh dari ujung kepala, turun hingga ujung kaki.
  4. Tarik napas panjang. Saat menghela napas, bayangkan Anda mengirim napas keluar melalui tapak kaki.
  5. Jika benak dipenuhi pikiran dan gagasan, sadari alirannya. Terus berfokus pada napas Anda.
  6. Jika pikiran meluap, buat gelembung pikiran. Bayangkan ada gelembung besar dan bening tepat di depan kepala Anda.
  7. Setiap kali pikiran, citra, gambar, cerita, atau perasaan mendatangi Anda, bayangkan semua itu keluar dari otak dan mengisi gelembung ini satu per satu. Tidak perlu pilih-pilih. Setiap pikiran, perasaan, atau gagasan yang Anda taruh di dalam gelembung akan melayang pergi.
  8. Saat mengisi gelembung itu, bayangkan gelembungnya perlahan-lahan naik di atas kepala, lalu menembus langit-langit kemudian ke angkasa, membawa pergi semua pikiran tadi bersamanya.
  9. Tiba saatnya untuk meditasi dalam hening. Jika merasa pikiran Anda terusik, tarik napas sambil memusatkan perhatian pada kata “tenang”. Hela napas, sambil memusatkan perhatian pada kata “damai.”
  10. Saat Anda kembali pada kesadaran, atur niat Anda untuk sehari penuh — tenang, kuat, sukses. Saat menarik napas, katakan “aku”, dan saat menghela napas, hembuskan kata-kata ini: “Aku tenang.” “Aku kuat.”
 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments