Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Jangan abaikan anak nasabah

James J. Silbernagel, LUTCF, CFP

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Cara menjelaskan pentingnya surat kuasa bagi keluarga.

Sering saya mendengar orang bilang, "Saya tidak urus anak nasabah karena anak-anak tidak punya uang. Saya fokus pada yang berduit saja. Bidik si gajah dan peduli amat pada si semut." Saya rasa ini sikap yang salah kaprah.

Saya bekerja keras bukan untuk membiarkan peluang lolos dari genggaman.

Saya mewajibkan diri untuk menyertakan anak nasabah ke dalam proses perencanaan keuangan. Saya bilang, “Anak Anda ibarat prajurit lapangan saya. Saya mesti memberi tahu mereka di mana letak pos-posnya, dan mereka mesti memberi tahu saya saat Anda sampai di sana.”

Segala hal bisa terjadi, dan jika si anak ini suatu saat perlu membantu ayah dan ibunya, ia harus tahu mesti berbuat apa ketika keadaan buruk itu datang melanda.

Jadi saya bila kepada nasabah, "Bawa serta anak-anak Anda – kita akan rapat keluarga. Dan kita putuskan nanti apakah detail-detail kecil ini akan mereka ketahui, ataukah cukup garis besarnya saja."

Mereka membawa anak-anaknya, dan di situlah proses seleksi mandiri terjadi. Waktu Anda tidak habis menghadapi nasabah yang malu karena punya utang kartu kredit sampai $30.000, serba salah, dan tak bisa menabung walau sepeser pun. Mereka tak mau menggelar cucian kotornya di hadapan Anda. Anak yang bertanggung jawab akan langsung terjun ke arena dan mau bekerja sama dengan Anda.

Masalahnya, bila orang tua mewariskan hartanya kepada anak-anak mereka, sayalah orang yang akan mendampingi mereka. Dan saat si anak ikut aktif dalam proses ini – mereka biasanya sudah menikah – pasangan mereka juga punya orang tua yang mereka pedulikan. Dan begitu terus tanpa ujung. Dengan begini, saya tidak perlu repot mencari prospek karena mereka yang justru datang ke saya.

Melindungi anak-anak nasabah

Saya selalu bertanya satu hal untuk nasabah yang sebaya dengan saya, "Anak-anak Anda sudah punya surat kuasa keuangan dan kesehatan?" Tanggapan mereka, "Maksudnya?" 

Ada nasabah di Wisconsin yang anaknya akan bersekolah di Colorado. Si anak ini mengalami kecelakaan mobil. Temannya kemudian menelepon si orang tua dan berkata, "Bapak perlu tahu: anak Anda dan saya kecelakaan, dan dia dilarikan ke rumah sakit."

"Rumah sakit mana?"

"Saya tidak tahu."

Lalu, mereka akhirnya mengetahui lokasi kecelakaan; dan ada dua kemungkinan rumah sakit tempat si anak dirawat. Mereka kemudian menelepon rumah sakit tersebut. "Apakah anak saya di sana?" "Kami tidak bisa memberi tahu." Si anak yang usianya baru 18 atau 19 tahun ini baru saja pindah dari rumah orang tuanya. Bayangkan, sebagai seorang ibu, anak Anda baru pindah, dan sekarang nyawanya terancam, mungkin dia koma, bisa jadi baik-baik saja, tetapi Anda tidak tahu keadaan yang sebenarnya. Dia jauh di luar kota, dan Anda bahkan tidak tahu keberadaannya. Betapa mengerikan perasaan seperti itu.

Bila orang tua mewariskan hartanya kepada anak-anak mereka, sayalah orang yang akan mendampingi mereka.

Saya ceritakan itu ke salah seorang nasabah, dan tanggapannya, "Anak kami akan berangkat ke Afrika Selatan untuk ikut program pertukaran mahasiswa dalam dua minggu ini. Menurut Anda dia butuh asuransi?" Saya jawab, "Tentu saja. Itu sudah pasti." "Kami sibuk sekali, mungkin kami tidak sempat." Saya bilang, "Saya tidak tahu isi daftar prioritas Anda, tetapi lakukan hal ini: sebelum berkemas untuk perjalanan itu, bawa dia ke kantor saya. Kita akan susunkan surat kuasa untuk kebutuhan layanan kesehatan dan keuangannya."

Nyatanya, anak si nasabah itu benar-benar jatuh sakit di sana. Mereka tidak akan mampu membawanya pulang kalau bukan karena sepucuk surat kuasa ini.

Sekarang, setiap kali nasabah ini bertemu saya, dia pasti bawa kenalannya. "Ayo, kamu harus bicara dengan orang ini. Dia penyelamat keluarga kami." Apa saya dapat bayaran untuk hal itu? Tentu tidak. Tidak dengan uang. Tetapi imbalan emosional untuk hal seperti itu luar biasa; karena Anda tahu, Anda telah berbuat kebaikan untuk keluarga mereka. 

James Silbernagel adalah anggota MDRT selama 23 tahun dari Kewaskum, Wisconsin.

DENGARKAN seperti apa pengaruh hal ini pada pribadi Silbernagel di MDRT Podcast mdrt.org/podcast.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments