Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Memadukan anatomi dan nasihat asuransi

Liz DeCarlo

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Yeoh menggunakan latar pendidikan medisnya untuk membantu nasabah memahami asuransi dan perencanaan keuangan.

Ketika Jenny Yeoh, RFP, berhadapan dengan nasabah, ia sering membawa benda aneh di dalam tasnya. Untuk menjelaskan penyakit kritis dan jaminan medis, Yeoh mengeluarkan alat peraga anatomi tubuh manusia dari tas itu. “Bisa dibuka-buka, dan saya bisa tunjukkan mana jantung, mana otak, mana kerangka. Saya bisa menjelaskan penyakit kritis,” katanya.

Kalau nasabah punya masalah jantung, yang keluar berikutnya adalah alat peraga jantung berukuran sekepalan tangan yang dapat dibuka di bagian tengah untuk menunjukkan bagian dalam organ ini. “Saya tunjukkan, ‘Ini aorta. Ini arteri,’” katanya, sembari menunjuk bagian-bagian jantung. “Saya perlihatkan, ‘Biasanya bagian ini yang tersumbat.’”

Kemampuan Yeoh untuk fasih membahas aspek-aspek medis asuransi berakar dari pengalamannya selama 10 tahun menjadi perawat dan bidan. Setelah menyaksikan pasien kehilangan penghasilan dan tak sanggup membayar tagihan medis, Yeoh mencari cara agar ia dapat membantu kehidupan mereka di luar cara-cara medis.

“Kalau mereka mengalami kecelakaan atau sakit, saya berempati sebagai seorang perawat, tapi saya hanya bisa merawat saja, menyemangati, berbuat sebaik mungkin sambil berharap mereka dapat sembuh dan sehat lagi,” kata Yeoh, anggota MDRT selama 16 tahun dari Petaling Jaya, Malaysia. “Tapi kadang kecelakaan atau penyakit ini juga berarti hilangnya penghasilan atau kemampuan untuk mencari nafkah. Dalam hati saya selalu merasa — bagaimana supaya saya bisa lebih membantu mereka?”

Dampaknya pada keluarga

Saat kakak ipar Yeoh dan teman dekatnya didiagnosis mengidap kanker, Yeoh mendapati bahwa keduanya tidak memiliki perlindungan asuransi yang cukup dan harus menghadapi tagihan medis yang luar biasa besar. Tidak ingin mengalami hal serupa, ia memantapkan hati menemui agen asuransi untuk membeli polis.

Tetapi Yeoh tidak hanya menandatangani polisnya, ia membaca setiap detail mengenai perlindungan penyakit kritis dan medis supaya paham apa yang dilindungi dan apa yang tidak, berapa lama masa tunggunya, dan seperti apa cara mengajukan klaimnya.

Sadar bahwa ia memiliki pengetahuan medis untuk memahami asuransi dan proses klaim, serta karena ingin menolong sesama, Yeoh menjadi agen asuransi, dengan fokus utama asuransi penyakit kritis dan jiwa.

“Sebagai perawat, mudah bagi saya untuk membangun rasa percaya,” kata Yeoh. “Saya menjelaskan pengertian kanker dan cara mengajukan klaimnya. Saya tunjukkan bahwa banyak pengusaha yang, ketika berusia 40 atau 50 tahun, pembuluh jantungnya tersumbat dan klaimnya mudah sekali.”

Yeoh memeragakan di hadapan prospek seperti apa nasabah yang menjalani operasi angioplasti dan bedah bypass dapat mengajukan klaim dan menerima manfaat pengganti penghasilan di masa pemulihan. “Anda bebas secara keuangan saat menjalani perawatan dan penyembuhan. Anda tidak perlu bekerja dalam kondisi sakit,” jelas Yeoh kepada mereka.

Meluaskan layanan

Yeoh kemudian mendapatkan lisensi perencana keuangannya karena ia sadar para nasabah membutuhkan lebih dari sekadar asuransi. Lagi-lagi, dengan latar belakang medisnya, Yeoh berbicara dengan nasabah tentang perlunya menyiapkan wasiat.

“Saya sarankan kepada nasabah untuk mengambil rencana warisan dan wasiat, karena saat menua, orang sudah sakit-sakitan atau mungkin kena demensia, dan tidak mampu menuliskan wasiatnya,” katanya.

“Latar belakang medis dan riwayat keluarga saya membantu saya tetap sadar dan berempati terhadap orang lain,” kata Yeoh. “Perpaduan pengalaman sebagai perawat dan perencana keuangan memberi saya kemampuan untuk menghadirkan solusi terbaik.” 

MEMPROSPEK ANAK NASABAH LEWAT KEGIATAN OUTBOUND DAN KELAS PRA-PERSALINAN

Ketika nasabah mulai mereferensikan anak-anak mereka kepada Jenny Yeoh, ia langsung tahu bahwa mereka pasti malas kalau harus duduk mendengarkan presentasi lewat seminar. Karena itu, ia merancang aktivitas lain.

Kegiatan positif yang menantang seperti arung jeram, piknik, dan berkemah menjadi alternatif paling menarik. “Mereka tidak mau duduk dan membaca hal-ihwal keuangan, mereka lebih suka berkegiatan yang asyik,” kata Yeoh. “Tapi sekaligus bicara soal mimpi dan tujuan hidup mereka juga.”

Yeoh mengadakan kelas pra-persalinan untuk pasangan muda. Di situ ia menjelaskan tahap-tahap kehamilan dan perkembangan janin. Ia merancang buku harian kehamilan yang bisa diisi foto USG dan bahkan jejak kaki pertama si bayi. Buku harian ini memuat informasi mengenai apa yang harus dikemas bumil baru sebelum ke rumah sakit.

“Karena saya ini bidan, saya bisa menjelaskan itu kepada mereka,” kata Yeoh. Ia menjelaskan tentang asuransi untuk si bayi. Di Malaysia, orang tua dapat membeli program asuransi untuk anak yang belum lahir saat usia kandungan sudah 14 minggu. Asuransi tersebut meliputi perlindungan medis, penyakit kritis, tabungan, serta pendidikan.

“Kalau bayi tersebut menderita penyakit kuning atau lahir prematur, orang tua tidak bisa membeli asuransi medis untuk anaknya. Jadi lebih baik beli sebelum bayinya lahir,” katanya. “Pengalaman sebagai bidan membuat saya menjadi orang yang relevan untuk mengenalkan program ini dan mengedukasi nasabah.”

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments