Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

3 cara mengubah perspektif Anda

Matt Pais

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Cara menjadi lebih bahagia dan menyeimbangkan kehidupan di kantor dan di rumah.

CARA MUDAH MENGETAHUI APA YANG DIHARAPKAN ORANG-ORANG PENTING DARI ANDA

Coba tanya pasangan atau staf Anda: apa hal terbaik yang tampak dalam diri Anda? Kira-kira, apa jawaban mereka?

Daniel O’Connell, MBA, anggota MDRT selama 10 tahun dari Addison, Texas, menganggap jawaban tersebut sangat penting nilainya. “Dari situ, Anda mulai melihat ke mana harus menuju, apa yang perlu diperbuat, apa yang dibutuhkan orang lain, dan mulailah merancang hari, tahun, dan hidup Anda,” katanya. “Kalau saya mencoba menjadi versi terbaik dari diri saya, berarti saya mencoba menderma, meluangkan waktu untuk orang lain, menjadi pasangan yang peduli, menjadi atasan yang perhatian pada bawahannya. Itu berarti saya harus bertanya langsung ke orang itu, 'Menurutmu bagaimana?'"

O'Connell mengakui masih mengupayakan hal ini dengan istrinya – berbuat lebih untuk-nya. Termasuk menyiapkan kopi tiap malam sebelum tidur supaya siap dinikmati di pagi hari; dan hal ini sangat berarti bagi istrinya.

“Kadang seperti itulah hidup,” katanya. “Dimulai dari hal kecil yang menunjukkan kepedulian kita.”

MELIHAT WAKTU LUANG SEBAGAI PELUANG MOTIVASI, BUKAN BERPANGKU-TANGAN

Ada orang langsung ambruk ke sofa dan memilih untuk lanjut menonton sinetron segera setelah mereka pulang dari kantor. Seperti itu cara mereka melepas penat, mengendurkan saraf.

Tapi tidak bagi Jonathan D.W. Lewis, anggota MDRT selama 11 tahun dari Mahone Bay, Nova Scotia, Kanada.

“Saya tidak suka buang-buang waktu; saya tidak suka mengisi kepala dengan hal yang tidak membuat saya menjadi ayah, kawan, atau pengusaha yang lebih baik,” katanya. “Saya menyukai hal-hal yang menan-tang dan membentuk karakter saya lewat proses belajar.”

Artinya, Lewis mengisi waktu di mobil dengan mendengar rekaman ceramah dari pendeta atau materi dari pembimbing bisnis. Sambil berlatih untuk maraton dengan berlari di treadmill, ia menonton video motivasi atau, kadang, film action untuk mendapatkan motivasi. (Dan filmnya bukan film asal-asalan — film terakhir yang dipilihnya berjudul “Ali,” yang dibintangi Will Smith sebagai Muhammad Ali.)

Inspirasi yang konstan itu justru menambah semangat, bukan mengurangi, katanya. Ia juga melatih tim baseball anaknya – datang ke tempat latihan lebih awal, dan tetap di sana hingga semua selesai.

“Usia saya 41, tapi saya suka bermain. Bagi saya, bermain itu oase,” katanya. “Sekali-sekali, saya dan istri menonton film bersama anak-anak. Kami tak sabar menunggu film ‘Star Wars’ yang baru diputar; kami pakai kostum ‘Star Wars’ untuk menambah keasyikan.

“Tapi saya jauh lebih senang mengajak istri tersayang makan malam romantis ketimbang duduk diam menonton TV.”

RENUNGKAN 3 PERTANYAAN INI JIKA ANDA INGIN LEBIH BAHAGIA

Sebetulnya tidak ada yang terlalu istimewa dari kiat untuk hidup bahagia. “Bersyukur? Tentu bersyukur itu bagus sekali. Tidak perlu dibilang lagi.”

Yang pasti, saran-saran ini jadi berguna karena orang terlalu sibuk dan sering tak punya waktu melakukan hal-hal kecil, mudah, tapi penting. Dalam presentasinya di Pertemuan Tahunan Top of the Table 2015 "Living a happier life", Nataly Kogan berbagi beberapa pertanyaan simpel yang perlu kita renungkan untuk menambah kualitas kebahagiaan kita, antara lain:

  1. Saya bersyukur karena apa hari ini? “Lebih dari 11.000 studi ilmiah menunjukkan luar biasanya pengaruh pola pikir bersyukur terhadap kesejahteraan kita. Dan pola pikir bersyukur ini berarti Anda menghentikan mode autopilot otak Anda, dan memperhatikan momen-momen kecil yang terasa baik dan indah, atau hal-hal positif. Semua itu sudah ada; tidak perlu diapa-apakan lagi. Semuanya sudah menjadi bagian dari hidup Anda."
  2. Apakah saya selalu sadar dan mawas diri? “Baru-baru ini saya membaca sebuah studi yang menyatakan bahwa dari 100 menit yang kita gunakan untuk melakukan suatu hal, 47 menit dilalui tanpa fokus. Dan riset menunjukkan bahwa jika Anda tidak fokus pada hal yang tengah Anda lakukan, Anda kurang bahagia. Yang sedang kita lakukan sebetulnya tidak sepenting fokus kita. Kewaspadaan (mindfulness) sekarang sudah jadi topik populer, dan kita pikir itu seperti meditasi. Tapi cara termudah untuk tetap waspada adalah dengan berfokus pada hal yang sedang kita kerjakan.
  3. Apakah tubuh cukup nutrisi? “Susah sekali merasa bahagia jika pola makan kita buruk, malas keluar, malas bergerak. Riset menunjukkan bahwa cukup 20 menit saja sehari berkegiatan di luar ruang untuk menajamkan daya konsentrasi Anda. Jadi, keluarlah dan hirup udara segar.”
 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments