Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Cara efektif bicara bisnis dengan teman

Bryce Sanders

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Dengan ide-ide ini, sahabat baik bisa menjadi nasabah baik, tanpa perlu takut merusak pertemanan.

Anda senang dengan nasabah dan menghormati mereka. Tidak heran, kadang nasabah baik menjadi sahabat baik. Namun, tampaknya jauh lebih sulit membuat sahabat baik menjadi nasabah baik. Seperti apa cara efektif untuk berbicara bisnis tanpa membuat mereka risi?

Anda pakai banyak topi

Cara Anda berinteraksi dengan orang berbeda-beda. Anda memakai topi sebagai pasangan, orang tua, saudara kandung, tetangga, agen asuransi dan penasihat keuangan, relawan dan teman. Berbeda orang, berbeda pula pembawaan kita. Hidup Anda berisi berbagai peran dan prioritas.

Untuk berbicara tentang pekerjaan Anda kepada seorang teman dan memanfaatkan konsep topi peran, mengobrollah dalam situasi santai. Katakan: “Biar kulepas dulu topi temanku dan kupakai topi agen asuransiku. Lima menit saja.” Lalu bicarakan tentang bisnis seolah teman Anda itu prospek yang sedang butuh dibantu. Bila sudah selesai, katakan: “Sekarang topi agen kulepas, dan topi teman kupakai kembali.” Menirukan gerak melepas dan memakai topi tak kasat mata ini akan menciptakan kesan yang efektif.

Mengapa cara ini ampuh? Anda berpindah peran dari yang satu ke yang lain. Alurnya sudah ditentukan. Ujungnya adalah peran sebagai “temannya” lagi.

Pendekatan pihak ketiga

Ucapan “Eh, ini ada program asuransi bagus, lo!” bisa membuat orang risi. Mereka membatin, Gimana caranya aku bisa lari dari sini? Namun, “Kamu mungkin punya kenalan yang butuh bantuanku” membingkainya dalam konteks pihak ketiga. Teman Anda berpikir, Yang dikejar bukan aku, buat apa risi?

Salah satu cara terampuh untuk melancarkan percakapan adalah bertanya tentang pekerjaan seorang teman. Jika dia sudah pensiun, apa kegiatannya sekarang? Dia mungkin akan bertanya apa kegiatan Anda. Barangkali juga tidak. Daripada bertanya langsung, coba Anda gunakan cara ini: “Kita sudah lama kenal dekat. Saat kamu bercerita kepada temanmu tentang aku, kamu bilang pekerjaanku apa?” Dia menjawab, Anda mengoreksi atau melengkapi: “Ya, benar begitu, dan aku juga bisa membantu di bidang ini ...”

Mengapa cara ini ampuh? Pendekatan pihak ketiga dapat mengendurkan sikap tegang dalam percakapan.

Mencegah risiko rusaknya pertemanan

Acap kali, kita enggan menjajaki teman sebagai prospek karena takut merusak pertemanan. Teman Anda mungkin tersinggung. Dia mungkin merasa Anda sudah kelewat batas. Pertemanan pun jadi berubah. Gunakan “risiko” sebagai “alasan” untuk membicarakan bisnis.

Coba katakan kepada teman Anda: “Kamu tahu apa profesiku. Aku belum pernah menawarimu karena kamu temanku. Pertemanan kita penting bagiku. Aku tak ingin pertemanan kita rusak gara-gara itu.” Anda menunjukkan rasa hormat di sini. “Aku rasa kamu sudah punya penasihat sendiri. Dan penasihatmu sudah bekerja dengan baik.” Lagi-lagi, rasa hormat. “Tapi mungkin kamu kenal seseorang yang tidak seberuntung kamu. Boleh aku minta waktu sebentar untuk menjelaskan detail pekerjaanku? Supaya nanti, kalau kamu bertemu orang yang perlu dibantu, kamu sudah tahu seperti apa aku bisa membantunya.”

Mengapa cara ini ampuh? Pendekatan ini sama seperti pendekatan pihak ketiga yang diuraikan tadi, tetapi diimbuhi dengan rasa hormat.

Bila ragu-ragu, tanya

Setiap orang mesti diberi kesempatan untuk menjawab tidak. Jangan putuskan sendiri (bahwa mereka pasti menolak) dengan sama sekali tak pernah bicara soal asuransi jiwa atau perencanaan keuangan. Misalkan mereka berkata sudah beli asuransi dari agen lain, Anda mungkin bertanya: “Kenapa tidak beli dariku saja?” Bayangkan kalau balasannya: “Kamu tak pernah tanya. Jadi, kupikir memang tak tertarik.”

Bryce Sanders adalah presiden Perceptive Business Solutions Inc. Bukunya, Captivating the Wealthy Investor, bisa dibeli di Amazon. Lihat konten video Bryce Sanders, “Turn clients into friends."

Butuh ide mengenai referensi? Kunjungi Resource Zone MDRT.

Artikel ini telah dimuat di MDRT Blog.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments