Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Masih bisa dapat referensi di tengah pandemi?

Bryce Sanders

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Walau nasabah mungkin masih gelisah, Anda bisa membantu teman-teman mereka dan mendapatkan referensi.

Setiap penasihat ingin menumbuhkan bisnisnya melalui referensi. Namun, banyak pemilik portofolio produk investasi merasa takut di tengah masa pandemi ini. Termasuk di antaranya nasabah Anda, teman-teman mereka, dan teman-teman Anda sendiri. Ini bisa menjadi kesempatan Anda untuk membantu lebih banyak orang dan mendulang referensi.

Kata orang, “Kali ini, semua berbeda.” Coba tanyakan kepada manajer Anda: seperti apa regulasi menelepon prospek yang direferensikan kepada Anda? Negara bagian tertentu seperti New York telah memberlakukan larangan menelepon orang selain nasabah existing selama masa darurat ini. Antisipasi hal ini, daripada menyesal nanti.

Nasabah pasti punya pertanyaan dan mereka mungkin khawatir. Anda sudah berbincang dengan mereka lewat telepon dan mendengarkan isi pikiran mereka. Selesai dengan pertanyaan, Anda bisa menggunakan strategi abadi dalam meminta referensi:

Strategi pertama

“Anda punya kenalan yang juga ingin tahu tentang ...” Kalau mereka saja khawatir, teman atau anggota keluarga mereka yang lain mungkin khawatir juga. Anda ingin berbicara dengan mereka. Nasabah yang menjadi jembatan perkenalannya.

Strategi kedua

Di kasus ini, nasabah Anda dari kalangan usia lanjut yang mengalami masalah. Mungkin salah satu kegelisahannya adalah penerapan aturan distribusi minimal wajib untuk rekening pensiun mereka. Kondisi keuangan mereka aman dan mereka tidak ingin menambah penghasilan kena pajak jika hal itu dapat dihindari. Mereka mendengar tentang ketentuan di dalam Undang-Undang Bantuan, Pemulihan, dan Keamanan Ekonomi akibat Virus Korona (CARES Act) di Amerika Serikat. Meskipun bukan akuntan, Anda dapat memaparkan pandangan Anda dan merujuk nasabah ke sumber acuan untuk memeriksa kebenarannya. Mereka merasa lega. Masalahnya terselesaikan. Lagi-lagi, pakai strategi abadi dalam meminta referensi.

“Siapa lagi kenalan Anda yang mengalami masalah yang sama? Dengan senang hati saya akan membantu mereka.” Mereka punya teman dari kelompok usia yang sama. Mereka pun memberikan satu atau dua nama.

Dengan cara ini, Anda cepat mendapatkan referensi. Idealnya, mereka memperkenalkan Anda lewat telepon atau meminta temannya untuk menelepon. Karena sebagian besar orang sedang dalam masa di rumah saja, mereka punya waktu. Akan tetapi, jika ragu tentang boleh tidaknya menelepon orang-orang non-nasabah saat ini, beralihlah ke surel.

Bagaimana dengan peluang positif “pascapandemi”? Sebagian orang mungkin berpikir pasar saham terlalu rawan bagi mereka. Mereka mungkin tertarik dengan produk asuransi yang memiliki komponen investasi di pasar saham beserta proteksi untuk risiko penurunan pasar. Apa rekomendasi Anda? Itu bahan diskusi yang baik saat badai telah mereda nanti.

Sebagai praktisi profesional asuransi, Anda ingin membantu orang lain. Ada banyak orang di luar sana yang membutuhkannya.

Bryce Sanders adalah presiden Perceptive Business Solutions Inc. Bukunya, Captivating the Wealthy Investor, bisa dibeli di Amazon.

Artikel ini telah dimuat di Blog MDRT.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments