Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Tak cuma daster dan sandal: Efektif bekerja dari rumah

Kate Zabriskie

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Agar kerja jarak jauh jadi efektif, cobalah beberapa teknik berikut ini.

Bekerja dari rumah, baik atas pilihan sendiri maupun karena tuntutan kantor, punya kelebihan dan tantangannya sendiri. Kalau Anda baru dengan dunia kerja jarak jauh, ingat-ingat ini: tanpa disiplin, Anda akan tetap terjaga jauh setelah jam kerja normal berakhir dan mengidap perilaku yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya.

Awalnya, mungkin satu-dua hari telat bangun pagi atau masih pakai piyama walau sudah lewat tengah hari masih bisa Anda terima. Akan tetapi, malas-malasan berkepanjangan adalah kebiasaan yang jarang disukai kalangan profesional. Agar kerja jarak jauh Anda efektif, kuasai beberapa jurus andalan ini.

Buat dan jaga rutinitas

Akui bahwa kerja jarak jauh membutuhkan disiplin diri. Sehari bangun pukul 5 pagi, lalu esoknya pukul 9, dan esoknya lagi pukul 10 adalah pola menuju perangkap musibah. Susun dan patuhi jam kerja di depan meja. Selain itu, pastikan ada jeda. Anda perlu makan, perlu berdiri, dan perlu meregangkan otot tubuh. Anda juga mesti berhenti bekerja bila waktu bekerja telah usai. Kecuali memang sudah jadi tuntutan bidang kerja Anda, jangan periksa surel di tengah malam. Anda mesti menegakkan batas-batas psikologis yang memisahkan kehidupan kerja dari kehidupan rumah.

Pelajari teknologi baru, perdalam yang lama

Dalam kondisi kerja jarak jauh, Anda perlu belajar cara menggunakan peranti lunak konferensi web populer, tampil nyaman di depan kamera, dan siap untuk bertemu online secara berkala. Dunia tengah bergeser ke ruang konferensi virtual, dan Anda perlu tahu aturan main di dalamnya. “Aku nggak suka tampil di depan kamera,” “Aku orangnya gaptek” dan “Biar kutelepon saja ya” adalah dalih yang akan membuat Anda ketinggalan kereta. Tak seorang pun tampil sempurna di depan kamera web; itu fakta. Fakta juga bahwa raut muka, bahasa tubuh, dan berbagai isyarat visual lain merupakan bagian besar dari komunikasi. Kalau itu semua tak ada, pesan Anda kurang jelas terbaca. [Baca lebih lengkap di "Building better video conferences."]

Selain menguasai teknik konferensi video, jika layar monitor Anda cuma satu, pertimbangkan untuk membeli satu atau dua layar lagi. Hal ini berguna, terlebih jika Anda tidak punya printer laser dan terpaksa membaca di monitor dokumen-dokumen yang biasanya dicetak di kantor.

Tetap terhubung

Bekerja sendiri memang menghemat berjam-jam waktu, tetapi hilangnya suara-suara celoteh santai waktu berinteraksi dengan rekan kerja bisa berdampak buruk pada relasi Anda. Untuk mengatasi masalah ini, komunikasi antar-rekan kerja harus diniatkan. Jadwalkan waktu untuk bertukar kabar.

Sisihkan beberapa menit selama hari kerja untuk berbincang dengan rekan sejawat. Sedang tidak mengerjakan proyek yang butuh adanya rapat? Coba buat janji makan siang virtual bersama. Orang biasanya tiba-tiba merasa kesepian karena kurang pergaulan virtual. Maka bergaullah sebelum Anda merasa kesepian.

Cari peluang

Kalau bekerja dari rumah membuat waktu luang Anda bertambah, saatnya untuk belajar keterampilan baru. Mau itu pengetahuan, teknik kerja, atau jaringan profesional baru, nantinya pasti akan berguna.

  1. Coba susun rencana belajar mandiri. Misalnya, daripada pura-pura bisa PowerPoint, belajarlah cara menggunakan fitur 'Slide Master', templat, dan fitur-fitur lain supaya tiap alat dapat berfungsi sebagaimana diniatkan oleh pembuatnya.
  2. Cari cara untuk lebih mengefisienkan kerja. Apakah sudah waktunya menata sistem surel? Bukankah ini waktu yang baik untuk menyusun prosedur, menata folder, dan membereskan urusan perapian komunikasi elektronik? Bisa dilakukan, walau akan makan waktu. Kalau ada waktu yang bisa Anda luangkan karena tak lagi habis di jalan, gunakanlah.
  3. Perluas jaringan bisnis di internet. Poles kembali profil LinkedIn Anda dan mulailah mencari koneksi. Cari teman sepermainan, teman satu sekolah, atau mantan rekan kerja di kantor lama. Siapa tahu usaha menjalin koneksi ini akan berbuah manis ke depannya nanti.

Bersiaplah

Bekerja dari rumah berarti Anda harus bisa berswasembada. Contohnya, antisipasi sekecil apa pun bisa menyelamatkan Anda dari masalah teknis dalam bekerja.

Mulailah dari yang mendasar. Perhatikan berkas dan alat yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Misalnya, apa Anda sudah mencadangkan data di penyimpanan awan? Apa Anda sudah punya program akses jarak jauh, sehingga teknisi IT kantor bisa membantu bila Anda tersandung masalah teknologi?

Menjalani rutinitas, memanfaatkan teknologi, merencanakan komunikasi, menyisihkan waktu untuk belajar, dan mengantisipasi potensi masalah adalah lima cara untuk mengefektifkan pengalaman kerja di rumah.

Kate Zabriskie adalah presiden Business Training Works Inc., sebuah firma pengembangan bakat yang berkantor di Maryland. Ia dan timnya membantu perusahaan menyusun strategi layanan pelanggan dan melatih mereka untuk menepati janji perusahaan. Untuk info lengkapnya, kunjungi businesstrainingworks.com.

Artikel ini telah dimuat di MDRT Blog.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments