Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

7 cara untuk menggiatkan kerja memprospek

Bryce Sanders

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Hubungi para sahabat, nasabah, dan prospek dengan tujuh strategi bijak bagi para penasihat keuangan dan agen asuransi ini.

Karantina di masa pandemi ini tampak seperti peristiwa yang timbul-tenggelam. Satu hari kita bisa makan di luar dan berbelanja, hari berikutnya kita takut ke gym. Suara hati Anda mungkin berkata: “Aku harus mencari nafkah! Aku harus kembali memprospek.”

Namun, situasinya boleh jadi pelik. Orang mungkin sedang tidak bersemangat untuk berbicara bisnis. Namun, percaya atau tidak, kondisi ini juga menyimpan peluang. Anda mau jadi orang pertama yang melintas di benak prospek/nasabah saat mereka mau berbicara bisnis. Sebagai insan yang etis, Anda tidak ingin mengambil keuntungan dari kemalangan orang lain. Pada saat yang sama, pandemi ini adalah pengingat kuat atas mortalitas kita sendiri, dan itu merupakan alasan kuat untuk menghubungi teman dan nasabah.

Tujuh strategi bijak dalam memprospek

  1. Telepon keluarga jauh. Biasanya Anda bertemu mereka di acara pernikahan, reuni, dan ulang tahun. Dalam situasi pandemi, acara-acara seperti itu tidak terjadi. Telepon mereka. Tanyakan kabarnya.
  2. Telepon tiap nasabah. Anda punya waktu. Anda peduli dengan mereka. Mereka akan senang karena tahu Anda memikirkan mereka. Hal ini menunjukkan kepedulian Anda pada sesama manusia. Mereka bukan sekadar nomor polis saja. Ini waktu yang tepat untuk melakukan tinjauan.
  3. Mantan prospek. Semua agen pasti punya. Apa info kontak mereka tersimpan di laci meja? Atau di penyimpanan awan? Mungkin disimpan di sistem CRM? Banyak hal telah terjadi dalam tujuh bulan pertama di tahun ini.
  4. Koneksi LinkedIn. Anda punya banyak. Kirimkan pesan pendek pribadi ke tiap-tiap koneksi Anda. Selain menunjukkan rasa peduli, Anda juga akan mendapatkan gambaran tentang situasi tiap-tiap dari mereka di tengah pandemi ini. Mereka mungkin butuh bantuan atau kenal orang yang perlu dibantu.
  5. Orang yang belum siap membeli. Mungkin mereka sedang menunggu cek pengembalian pajak atau piutang yang sudah akan jatuh tempo. Terakhir kali Anda menghubungi mereka, waktunya belum tepat. Sekarang bagaimana keadaannya? Awali dengan meminta pendapat mereka mengenai arah gerak ekonomi ke depannya.
  6. Mereka yang dirumahkan. Berita seperti ini ada di mana-mana. Mungkin ada teman atau nasabah Anda yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang merumahkan karyawannya. Apakah mereka terkena dampaknya? Sebagai praktisi jasa keuangan, Anda ingin selalu up-to-date tentang perubahan kondisi orang lain. Sebagai sahabat, Anda ingin membantu.
  7. Kenalan waktu liburan. Apakah Anda mengirimi mereka kartu ucapan selamat hari raya? Ada baiknya Anda menghubungi mereka sekarang. Mereka suka bepergian. Anda suka bepergian. Tak seorang pun bepergian sekarang. Ini bisa jadi topik pembuka percakapan.

Kabar apa yang akan Anda dapati?

Anda mungkin mendapati kabar tentang anggota keluarga yang sakit atau meninggal. Anda prihatin. Anda bisa menelepon dan mengirimkan kartu ucapan yang sesuai. Akan tetapi, selain masalah-masalah ini, ada kekhawatiran yang lebih serius.

Pengganti penghasilan

Gunakan manfaat klaim polis asuransi. Anda memang tidak mengutarakannya dengan gamblang, tetapi sebagai praktisi asuransi yang mereka kenal, mestinya mereka disadarkan tentang pilihan ini.

Dirumahkan oleh perusahaan mendatangkan masalah tersendiri

Sebagai insan yang baik, Anda ingin membantu mereka mencari pekerjaan baru. Anda punya kenalan. Anda juga punya koneksi LinkedIn yang bisa dibagikan. Dirumahkan oleh perusahaan sering berujung pada pencairan aset-aset program pensiun. Walau perusahaan tempat mereka bekerja dahulu mungkin tidak mendesak mereka untuk langsung keluar dari program pensiun perusahaan, mereka mungkin ingin menjaga jarak sejauh mungkin dengan mantan pemberi kerja. Mereka mungkin ingin memutus ikatan ini.

Anda perlu proaktif. Hubungilah mereka. Mereka mungkin mengingat Anda tetapi tidak menelepon. Pesan yang tersampaikan lewat inisiatif ini adalah “Anda penting bagi saya.” Mereka mungkin langsung mengajukan pertanyaan soal itu atau Anda dapat menyinggungnya nanti. Menghubungi berarti Anda peduli.

Bryce Sanders adalah presiden Perceptive Business Solutions Inc. Bukunya, Captivating the Wealthy Investor, bisa dibeli di Amazon.

Artikel ini telah dimuat di MDRT Blog.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments