Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

5 langkah menghadapi ketidakpastian dalam kepemimpinan

Maria Church, CSP, CPC

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Pemimpin adalah manusia, dan perasaan bimbang adalah manusiawi. Ketahui cara merangkul kerapuhan dan menemukan kesempatan.

Pemimpin sering dituntut untuk tahu segalanya. Jika tak tahu cara menghadapi tantangan sebagai pemimpin, Anda akan merasa tidak mumpuni, bimbang, dan rapuh. Perasaan yang tidak nyaman, dan kerap dicela di tempat kerja — atau mungkin seperti itulah pernah diajarkan kepada Anda. 

Tapi apakah pemimpin memang sudah semestinya tak pernah mengalami ketidakpastian? Semua orang menghadapi masalah dan banyak hal bisa terjadi. Anda mengalami semua suka dan duka sebagai seorang manusia. 

Lalu bagaimana cara menghadapi ketidakpastian dan kerapuhan sembari tetap menjadi pemimpin? Ikuti lima langkah berikut ini:  

1. Rangkul ketidakpastian dan kerapuhan 

Pemimpin sering mencoba menyembunyikan kebimbangannya. Cara memendam dan membungkam ini mungkin ampuh untuk sesaat, tapi akan berujung pada penyakit, bisul, atau lebih buruk. Mengapa sebagian pemimpin terperosok ke jurang stres, obesitas, dan kecanduan? Karena mereka memendam dan membungkam perasaan. 

Peliknya strategi membungkam ini adalah bahwa yang dibungkam bukan cuma perasaan “buruk” seperti bimbang, rapuh, ragu, dan takut, tapi juga perasaan “baik” seperti suka cita, damai, dan syukur. 

2. Hidupi yang kini 

Jangan cemaskan masa depan, jangan terpaku pada masa lalu. Satu-satunya masa yang Anda hidupi adalah masa kini. Jadi, jangan sia-siakan. Masa depan penuh dengan ketidakpastian. Waktu yang dicurahkan untuk meresahkan masa depan adalah waktu yang habis sia-sia. 

Apa rupanya manfaat menghidupi dan merangkul momen masa ini? Momen ketidakpastian dan kerapuhan menjadi sumber daya cipta, sukacita, dan keindahan. Pintu ketidakpastian dan kerapuhan membawa kita pada kemungkinan yang tak berbatas karena di sanalah letak diri Anda yang sesungguhnya. Kedamaian ada dalam kesejatian. 

3. Bersainglah dengan diri sendiri 

Bila Anda membandingkan diri dengan orang lain, Anda akan gagal. Bukan karena tak bisa sesukses orang lain, tapi karena Anda tidak bisa menjadi orang lain. Anda hanya bisa menjadi versi terbaik dari diri sendiri — diri yang terbaik dan sejati. 

Ini bisa sulit dilawan dalam momen ketidakpastian karena Anda mungkin melihat orang lain lebih luwes saat menghadapi ketidakpastian. Jangan bandingkan diri Anda dengan mereka. Menepilah sejenak dan amati. Ketahuilah bahwa Anda akan menemukan kedamaian ketika Anda jujur dan tidak berpura-pura. 

4. Amalkan syukur 

Rasa syukur adalah jalan tol menuju momen masa kini. Saat bersyukur, Anda diingatkan tentang berkat dan kesempatan yang mengelilingi Anda saat ini. Lucunya, saat fokus pada apa yang disyukuri, Anda akan menerima lebih banyak. Ya, lebih banyak. 

Yang menjadi fokus mental dan spiritual Anda akan mewujud dalam semua aspek hidup Anda. Karenanya, saat fokus pada hal-hal yang disyukuri, hal-hal tersebut serupa akan bermunculan dalam hidup Anda. 

Demikian pula sebaliknya. Jika terpaku pada kecemasan dan rasa takut, bersiaplah untuk makin cemas dan makin takut. Pikiran adalah daya yang dahsyat, jadi waspada dan bijaklah dalam menentukan fokus Anda. 

5. Kasihi dan jujurlah pada diri dan sesama 

Bersikaplah lemah lembut terhadap diri sendiri dan orang lain selama masa-masa ketidakpastian. Ketahuilah bahwa orang lain merasakan hal yang Anda rasakan saat ini. Saat Anda mengamalkan kebaikan dan cinta kasih, Anda akan merasakan kedamaian, rahmat, dan empati. Jujurlah dengan perasaan sendiri, dan bersiaplah untuk kembali menghadapi perasaan dan pikiran positif atau negatif. Hormati dan kenali semua tanggapan yang Anda terima dan dengan sadar arahkan hati ke perasaan dan pikiran yang lebih suportif dan hangat. Bagaimana caranya? Kerjakan hal yang menggembirakan hati dan pusatkan perhatian untuk menikmati kegiatan itu. Yang pasti adalah yang membawa sukacita di hati. Sesuatu yang tampaknya rumit sesungguhnya bisa jadi sederhana. 

Ingatlah, ketidakpastian dan kerapuhan adalah pangkal dari kebenaran, kesejatian, daya cipta, dan keindahan. Jika Anda memilih untuk menerima ketidakpastian, menghidupi momen masa kini dengan rasa syukur dan sikap menyayangi diri sendiri, Anda berkesempatan besar yang membentuk masa depan yang tak terbayangkan sebelumnya. 

Maria Church adalah pembicara, konsultan, dan coach eksekutif yang berspesialisasi di bidang budaya organisasi, kesigapan untuk berubah, dan pengembangan kemampuan memimpin. Hubungi Church di www.drmariachurch.com.  

Artikel ini telah dimuat di MDRT Blog

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments