Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

The Bucket Plan: Melindungi dan Mengembangkan Aset demi Pensiun yang Nyaman

Jason L Smith

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Dewasa ini, rencana pensiun menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang menghadirkan tantangan tersendiri. Tanggung jawab untuk memproyeksikan pergolakan pasar global, pajak, inflasi, dan meningkatnya harapan hidup berada di pundak para investor dan penasihat mereka. Smith menyajikan cara sederhana untuk mengumpulkan, menelaah, dan menempatkan aset nasabah ke dalam tiga keranjang ('bucket') khusus yang dapat memitigasi risiko dan memaksimalkan aset untuk masa depan. Ia menunjukkan seperti apa proses perencanaan ini membantu nasabah menghindari rangkaian risiko keuntungan investasi. Berbagai diagram, frasa, dan konsep yang dapat Anda daya-gunakan untuk mengilustrasikan model perencanaan yang sederhana tapi efektif ini pun akan disajikan. Di mana pun Anda menyediakan jasa keuangan di dunia ini, proses perencanaan "The Bucket Plan" akan merevolusi cara Anda menjajaki perencanaan penghasilan untuk masa pensiun nasabah Anda.

Dewasa ini, rencana pensiun menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang menghadirkan tantangan tersendiri. Tanggung jawab untuk memproyeksikan pergolakan pasar global, pajak, inflasi, dan meningkatnya harapan hidup berada di pundak para investor atau penasihat keuangan mereka. Berinvestasi secara terlalu hati-hati dapat berakibat hilangnya daya beli nasabah akibat inflasi; berinvestasi secara terlalu agresif dapat berisiko kerugian finansial besar. Kedua skenario tersebut dapat berisiko nasabah terlalu cepat kehabisan uang di masa pensiunnya. Selain itu, para investor biasanya berkutat pada investasi yang mereka anggap "aman", seperti obligasi. Dengan tingkat bunga pada rekor terendah di banyak negara besar dunia, jika tingkat bunga naik, investor akan mendapati bahwa yang mereka sebut sebagai lahan aman itu sebetulnya adalah rumah kaca.

Tiga contoh ini mengilustrasikan tiga bahaya terbesar yang dihadapi para pensiunan: risiko pasar, risiko suku bunga, dan risiko sekuensi keuntungan investasi (sequence-of-returns risk). Para penasihat keuangan yang tidak sungguh paham akan ketiga bahaya ini tidak mampu melayani nasabah mereka dengan efektif. Sebaliknya, para penasihat keuangan yang memahami risiko-risiko ini memiliki kesempatan besar untuk melindungi nasabah mereka dan menjalin hubungan agen-nasabah jangka panjang. Di mana pun Anda tinggal—Amerika, Asia, Eropa—semua risiko ini dapat, dan kemungkinan besar akan, berdampak pada para nasabah Anda dan peluang mereka mewujudkan pensiun yang sukses, kecuali Anda membantu mereka menghadapinya sejak dini.

Kabar baiknya: ada cara untuk memitigasi tiap potensi risiko ini dengan membagi uang ke dalam tiga ember (bucket) berdasarkan kurun waktu (time horizon) investasi, toleransi terhadap volatilitas, kebutuhan akan penghasilan, dan, sesuai peraturan di tempat masing-masing, kualifikasi pajak nasabah dengan memanfaatkan The Bucket Plan. [gambar]

Kendati namanya menyiratkan citra ember-ember terpisah, The Bucket Plan tidak semata-mata berarti membagi uang nasabah ke dalam ember belanja yang berbeda-beda; melainkan, membagi dan menata aset dengan patut untuk mewujudkan rencana pensiun jangka panjang yang bebas dari kekhawatiran. Sederhananya, The Bucket Plan merupakan filosofi pemosisian aset. Rencana ini dengan efisien memastikan likuiditas, memaksimalkan distribusi potensi penghasilan, meminimalkan pajak, mengeliminir risiko sekuensi keuntungan investasi, memaksimalkan peluang pertumbuhan, dan memastikan bahwa risiko-risiko tertentu terkait perilaku keuangan emosional (behavioral finance) – keputusan keuangan diambil tidak berdasarkan informasi lengkap dan akurat tetapi berdasarkan sikap emosional – tetap minimal. Hal ini dicapai dengan menetapkan tiga tahap, atau ember, bagi rencana keuangannya – jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Biar saya jelaskan. [gambar]

Ember 1: Ember “Sekarang” dirancang menjadi uang aman dan tetap dan dipakai untuk memenuhi pengeluaran hidup di tahun pertama pensiun serta pengeluaran besar terencana seperti membeli mobil baru atau merenovasi rumah. Uang di ember ini juga merupakan dana darurat untuk menanggung pengeluaran yang tidak terduga, semisal ada. Ember ini terlindung dari fluktuasi pasar; akan tetapi, keuntungannya minimal dan kemungkinan besar tidak mengikuti inflasi. Oleh karena itu, jumlah uang yang ditaruh di Ember Sekarang ini hendaknya lebih besar dari yang diperlukan. Biasanya uang ini disimpan di bank.

Ember 2: Ember “Segera” adalah ember preservasi. Uang di dalam ember ini adalah uang yang mungkin perlu kita akses segera, sehingga hendaknya diinvestasikan untuk pertumbuhan, tetapi pertumbuhan yang konservatif. Dengan memilih investasi konservatif, keuntungan rata-rata semestinya lebih tinggi dibanding uang di Ember Sekarang. Pertumbuhan uang ini membantu mengimbangi naiknya harga BBM, bahan kebutuhan pokok, dan belanja keperluan hidup harian lainnya, dengan menyediakan nilai penghasilan dasar dan benteng terhadap inflasi yang dapat kita tarik sedikit lebih banyak dalam tahun-tahun ke depan dan ketika harga barang-barang jadi lebih mahal. Dan, dengan menginvestasikannya secara konservatif, kita menghindari risiko mengambil uang saat pasar sedang lesu (disebut dengan risiko sekuensi) karena investasi ini tidak terpapar fluktuasi pasar yang ekstrem. Ember ini mungkin diakses untuk distribusi berkala yang dibutuhkan untuk uang tambahan di luar Ember Sekarang, atau untuk menyediakan penghasilan di tahap pertama masa pensiun. Asuransi secara luas digunakan di ember ini untuk menyediakan keamanan serta penghasilan yang konsisten bagi tahap pensiun ini.

Jika nasabah berusia muda atau masih jauh dari masa pensiunnya, model investasi untuk ember kedua ini dapat berupa produk yang memungkinkan nasabah menarik uangnya tanpa terkena penalti.

Tujuan utama kita untuk Ember Segera adalah pelestarian dana. Kita berupaya memitigasi potensi kerugian katastropis yang dapat disebabkan oleh volatilitas pasar atau risiko sekuensi terhadap nilai dari investasi ini. Untuk nasabah yang konservatif, investasinya dapat berupa investasi yang 100 persen tetap atau berisiko rendah. Untuk nasabah yang bersedia mengambil risiko sedikit lebih tinggi, uangnya dapat disertakan ke dalam pasar, tetapi perlu ditanamkan secara konservatif guna melestarikan nilai investasinya. Alih-alih membiarkan anjloknya pasar memaksa nasabah kita mengubah gaya hidup atau menunda masa pensiunnya, investasi konservatif untuk Ember Segera membantu melindungi nasabah dari koreksi pasar yang besar. Ini membantu nasabah untuk tidak terpaksa menarik uangnya dari investasi ketika pasar sedang lesu. Ember Segera harus pula menyertakan pencegahan risiko inflasi guna memastikan bahwa kalau nasabah menarik uang dari ember ini di tahap pertama pensiunnya, tetap tersedia cukup dana untuk mampu meningkatkan penghasilan agar tidak tertinggal laju inflasi.

Ember 3: Ember “Nanti” dirancang untuk pertumbuhan investasi jangka panjang dan perencanaan warisan. Karena sekarang nasabah sudah memiliki kurun waktu investasi yang cukup panjang dengan uang yang ditaruh di Ember Sekarang dan Ember Segera, kita beralih ke Ember Nanti. Karena kita tahu bahwa uang di ember ketiga ini tidak perlu ditarik hingga tahun-tahun lebih lanjut dari masa pensiun (umumnya 10 tahun atau lebih lama), kita bisa yakin menanamkan uang di ember ini di investasi dengan jangka lebih panjang dan yang orientasinya lebih pada pertumbuhan. Karena Ember Segera akan berkurang isinya seiring waktu, Ember Nanti akan dipakai untuk mengisi kembali aset-aset tersebut. Ini dilakukan dengan salah satu dari dua cara berikut, atau gabungan dari keduanya: untuk nasabah yang mau ambil risiko, pertumbuhan pasar dalam portofolio berbiaya rendah, beragam, dan terkelola atau, untuk nasabah yang lebih konservatif, penghasilan seumur hidup terjamin (anuitas pensiun) sebagai dasar penghasilannya.

Karena sudah ada kurun waktu investasi yang sehat di Ember Sekarang dan Ember Segera, nasabah bisa merasa lebih nyaman dengan komitmen menanamkan sebagian dari aset mereka di Ember Nanti ke wahana investasi jangka panjang. Selain pertumbuhan dan penghasilan, penting pula untuk mendidik nasabah tentang perawatan kesehatan jangka panjang, disabilitas, dan perencanaan warisan di Ember Nanti ini. Biasanya, di tahun-tahun lanjut masa pensiun, risiko pengeluaran untuk perawatan kesehatan jangka panjang atau disabilitas berada pada titik tertingginya, dan memastikan tersedia cukup dana untuk menanggung pengeluaran ini penting dalam membangun rencana keuangan yang komprehensif. Selain itu, tidak banyak orang menyadari bahwa perencanaan warisan, atau mau diapakan aset dan harta yang dimiliki setelah si suami/istri meninggal dunia, bukan hanya soal nasib anak-anak tetapi juga nasib suami/istri yang ditinggalkan. Ketika seorang suami/istri meninggal, penghasilan rumah tangga kerap menurun dan pajak justru bisa lebih tinggi. Ember Nanti ini membantu menyusun rencana untuk skenario ini; sehingga, tidak ada 'kejutan keuangan' jika atau bila salah satu dari peristiwa ini terjadi.

Nah, untuk merangkumnya, Ember Sekarang menyediakan dana darurat atau dana mudah diakses yang dapat pula membiayai pengeluaran terencana di kurun waktu investasi – uang di ember ini adalah uang jaga-jaga dan cair. Ember Segera menyediakan sumber penghasilan bagi orang tersebut di tahun-tahun awal pensiunnya. Isinya adalah investasi konservatif dan uang penghasilan. Uang di ember ini digunakan untuk mengamankan kurun waktu investasi agar uang yang ditanamkan di Ember Nanti dapat bertumbuh sehingga inflasi tidak membuat pensiun jangka panjang nasabah melenceng dari rencana. Tiap tahap memiliki kurun waktu investasi yang berbeda; karena itu, tiap tahap memiliki profil volatilitas yang berbeda pula – kita akan bahas ini lebih dalam nanti.

Salah satu kekhasan yang kita lakukan sebelum mulai mendampingi nasabah melalui proses perencanaan adalah sesi melengkapi Lembar Kerja Penentuan Peringkat Kekhawatiran Awal. [gambar] Sesi ini memastikan bahwa kita fokus pada prioritas nasabah, bukan prioritas kita.

Kita minta nasabah untuk menentukan peringkat kekhawatiran besar mereka, dari peringkat satu hingga tiga. Satu adalah “Saya sangat khawatir mengenai ini. Poin ini jadi prioritas utama.” Dua adalah “Yang ini penting, tetapi bukan nomor satu.” Tiga adalah “Tidak sama sekali. Saya tidak khawatir dengan hal ini.” Wawasan kita tentang diri, pemikiran, dan prioritas nasabah menjadi bertambah luas dan dalam dengan hal ini. Acapkali, kita, sebagai perencana dan penasihat, terpaku pada agenda kita sendiri. Padahal, fokus kita sepatutnya bertumpu pada nasabah semata. Inilah guna lembar kerja tersebut. Berdialog dengan nasabah saat melengkapi lembar kerja ini merupakan tindakan yang sangat efektif, khususnya ketika tiba di ujung pertemuan dan Anda kembali ke prioritas-prioritas utama serta menegaskan mengapa nasabah perlu menggunakan jasa Anda sebagai perencana mereka, penasihat mereka, dan pendamping mereka di sepanjang prosesnya. Jika informasi ini telah ada di tangan, Anda dapat mulai menggunakannya dalam proses The Bucket Plan.

Bila Anda menjajaki perencanaan ini dengan pertimbangan tersebut, Anda akan sangat strategis dalam mengajukan solusi keuangan yang memaksimalkan dan melestarikan kekayaan nasabah sembari meminimalkan risiko-risiko terkendali seperti volatilitas pasar, risiko sekuensi, inflasi, pajak, durasi ketahanan, dan pengalihan kekayaan.

Ada enam langkah dan alat yang dapat digunakan di dalam proses perencanaan The Bucket Plan bersama nasabah untuk sampai pada rencana atau rekomendasi final. Keenamnya adalah:

  1. Siklus Uang: Didik nasabah Anda mengenai tiga tahap siklus uang, serta tentang kesalahan terbesar yang dilakukan rata-rata nasabah – melewatkan tahap preservasi.
  2. Presentasi The Bucket Plan: Kemas rencana keuangan dalam bahasa yang dapat dipahami nasabah.
  3. Lembar Aset: Kumpulkan informasi komprehensif mengenai aset cair yang dapat diinvestasikan, yang dikelompokkan menurut kualifikasi pajaknya.
  4. Kaji Kesenjangan Penghasilan: Tentukan “kesenjangan penghasilan” di antara sumber penghasilan pensiun dan kebutuhan penghasilan di masa pensiun.
  5. Analisis Toleransi Volatilitas: Ketahui jumlah risiko yang dapat diterima nasabah untuk setiap ember agar rekomendasi yang diajukan sesuai.
  6. Rancang Rencananya: Padu-padankan semua detail yang sudah diperoleh untuk menyusun The Bucket Plan versi nasabah.

Kita mulai dengan siklus uang. Siklus uang adalah cara kita menjelaskan risiko sekuensi. Sederhananya, risiko ini merupakan bahaya kerugian investasi secara prematur di masa pensiun sehingga nasabah terpaksa menarik uang dari investasi tersebut untuk pemasukan mereka ketika pasar sedang lesu. Begitu kerugian tersebut terealisasi, uang tidak akan dapat kembali. Jika penurunan nilai investasi terjadi lebih dini di masa pensiun dan nasabah menarik aset-asetnya, imbasnya akan sangat negatif di akhir masa pensiun.

Siklus uang terdiri dari tiga tahap: tahap akumulasi, tahap preservasi, dan tahap distribusi. Akumulasi dimulai begitu seseorang mulai menghasilkan uang. Akumulasi adalah masa menghasilkan, menabung, dan menanam uang dalam rentang kehidupan seseorang. Kurun waktunya panjang sebelum orang membutuhkan aset tersebut dan tahap ini sanggup menanggung volatilitas dan naik-turunnya pasar karena, faktanya, kalau orang kehilangan uang tersebut, mereka masih bekerja; mereka masih punya banyak waktu untuk mengembalikannya. Tahap preservasi dimulai lima hingga sepuluh tahun sebelum pensiun. Di titik ini orang mulai mengurangi risiko yang diambilnya untuk tabungan dan investasinya dan mulai melestarikan kekayaannya untuk masa pensiun. Penting sekali untuk melestarikan sebagian dari uang tersebut untuk digunakan di sepanjang tahap pertama masa pensiun. Dan, akhirnya, tahap ketiga adalah tahap distribusi, di mana orang mengambil uang dari rekening-rekening mereka sebagai penghasilan di masa pensiun. Distribusi di sini adalah untuk diri sendiri di masa pensiun dan untuk keluarga setelah kita meninggal.

Akan tetapi, yang paling sering terjadi adalah orang lompat dari tahap akumulasi langsung ke tahap distribusi. Ketika sudah atau menjelang pensiun, acapkali orang terus menginvestasikan uangnya seolah mereka tengah bersiap untuk pensiun atau seolah masa pensiun mereka masih lama. Kesalahan terbesar yang dilakukan orang adalah terus menginvestasikan aset seolah mereka ada di tahap akumulasi, padahal sebetulnya sudah atau menjelang masuk ke tahap distribusi.

Ini yang mendasari dialog mengenai filosofi The Bucket Plan. The Bucket Plan merupakan filosofi pemosisian aset. Sekali lagi, tujuan dari proses ini adalah segmentasi uang berdasarkan kurun waktu investasi dan tujuan uang tersebut. Ada video yang membantu menjelaskan filosofi The Bucket Plan.

Kita gunakan video ini untuk menjelaskan filosofi tersebut dengan cepat dan sederhana. Setelah video, saya akan menjelaskan ikhtisar pendekatan kita terhadap nasabah. Bunyinya kira-kira seperti ini:

Caranya adalah dengan menggunakan pendekatan tiga-ember yang sederhana. Yang berbeda adalah ember yang tengah, Ember Segera. Di ember itu ada uang preservasi yang akan Anda tarik di sepanjang tahap pertama pensiun Anda. Ember Sekarang adalah uang cair Anda yang aman. Uang ini akan Anda simpan di bank. Anda tidak akan menginvestasikannya. Agar uang tersebut sepenuhnya aman dan cair, Anda bersedia mengorbankan keuntungan investasi yang mungkin Anda terima seandainya uang ini diinvestasikan. Dan Ember Nanti adalah uang jangka panjang Anda. Uang ini dapat tetap diinvestasikan dan terus bertumbuh sebagai pelindung dari inflasi untuk tahun-tahun lanjut masa pensiun Anda.

Kalau Anda sudah/sebentar lagi pensiun, kita akan taruh uang senilai 12 bulan penghasilan Anda ke dalam ember tersebut sebagai penjamin penghasilan setahun untuk berapa pun jumlah yang perlu Anda tarik dari aset cair Anda yang dapat diinvestasikan. Selain itu, kita juga mau pastikan ada dana darurat dan dana mudah diakses, sejumlah uang yang membuat tidur Anda nyenyak di malam hari, karena tahu uang tersebut ada di rekening simpanan Anda. Setiap orang punya angka ajaibnya sendiri. Kami akan bantu Anda menemukan angka tersebut dan memastikan uangnya ada di bank. Kemudian, yang terakhir adalah pengeluaran terencana. Kalau ada pengeluaran besar yang Anda rencanakan di kurun waktu investasi kita dalam beberapa tahun ke depan, kita sisihkan uang untuk keperluan itu. Kita tidak investasikan. Kita tidak tanamkan. Kita tidak mau uang tersebut terpapar volatilitas pasar, karena kalau uang tersebut segera dibutuhkan di Ember Sekarang, kita langsung taruh di sana dan kita pastikan uangnya tetap cair.

Setelah menetapkan Ember Sekarang, kita jajaki tahun-tahun berikutnya dengan pendekatan dua-ember: Ember Segera dan Ember Nanti. Ember Segera adalah uang yang mungkin segera Anda butuhkan. Uang di ember ini mungkin perlu Anda tarik di sepanjang tahap pertama masa pensiun. Uang ini mungkin uang yang ingin Anda distribusikan dalam jumlah kecil semisal tipe produk investasinya memungkinkan, atau mungkin uang yang ingin Anda tanamkan secara lebih konservatif kalau-kalau Anda perlu menariknya lebih awal. Kita tidak mau uang tersebut terpapar volatilitas dan naik-turun kegiatan pasar, karena kalau uang tersebut kita butuhkan lebih awal dan pasarnya sedang lesu, kita terpaksa menjual investasi kita dan kerugiannya tidak bakal bisa kita tutup.

Dengan menetapkan Ember Sekarang dan Ember Segera, kita sudah punya kurun waktu investasi yang membuat kita yakin untuk menanamkan sisa uangnya di Ember Nanti. Tujuan Ember Nanti adalah pertumbuhan investasi jangka panjang dan perencanaan warisan.

Begitu saya menyebut perencanaan warisan, nasabah mungkin berkata, “Tapi, Jason, anak-anak saya sudah besar. Saya tidak khawatir sama sekali. Berapa pun harta yang tertinggal, ya segitu saja.” Kita sering mendengar ungkapan seperti ini, bukan? Saya katakan, “Benar, tetapi perencanaan warisan bukan hanya untuk anak saja. Perencanaan warisan justru amat penting bagi pasangan yang Anda tinggalkan. Anda pernah bayangkan apa yang terjadi pada penghasilan keluarga saat seorang suami/istri meninggal? Kalau si suami/istri tersebut bekerja, atau kalau keduanya punya jaminan sosial atau bentuk penghasilan tetap lainnya, salah satu sumber penghasilan ini dapat berkurang atau bahkan hilang jika suami/istri tersebut meninggal.” Dan, setidaknya di Amerika, pajak juga bisa naik jika seorang suami/istri meninggal. Untuk wajib pajak yang sudah menikah dan melaporkan pajaknya sebagai suami-istri, faktor pengurang (pengecualian) pajaknya menjadi ganda. Dan faktor ini terpangkas hingga setengahnya untuk wajib pajak yang melaporkan pajaknya sebagai janda (sendiri). Sehingga, tidak hanya penghasilan turun karena hilangnya penghasilan tetap atau penghasilan dari pekerjaan, tetapi pajak juga bisa semakin tinggi untuk pasangan yang ditinggalkan karena faktor-faktor pengurang pajak terbesar juga ikut hilang. Untuk jumlah penghasilan yang sama, seorang wajib pajak tunggal bisa membayar pajak hingga 66 persen lebih tinggi.

Kita jelaskan pendekatan tiga-ember ini, dan dua hal utama yang coba kita sampaikan adalah pentingnya memiliki ember preservasi (Ember Segera) dan nasabah akan segera sadar bahwa mereka belum punya ember tersebut, dan Ember Nanti juga. Jarang orang bicara tentang perencanaan warisan untuk suami/istri yang ditinggalkan. Ini pokok bahasan yang sangat penting.

Nah, sudah kita jelaskan tentang siklus uang, dan kebutuhannya pun sudah dibuat. Dalam filosofi The Bucket Plan, kita bahas juga solusinya. Melalui langkah-langkah berikutnya dalam proses ini, kita mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk menyusun rencana penghasilan di masa pensiun bagi calon nasabah, di atas kertas tanpa bantuan program komputer tertentu.

Langkah berikutnya dalam proses The Bucket Plan adalah angket lembar aset. Nasabah menyajikan dokumen-dokumen keuangannya, dan kita catat semuanya dalam angket lembar aset ini. Termasuk di dalamnya informasi penunjukan ahli waris, informasi dasar biaya, utang dan kewajiban membayar pajak untuk investasi sebelum pajak dan sesudah pajak, informasi tentang hak milik aset – kita ingin melihat apakah akan menghindari atau harus mengikuti proses panjang pengadilan harta peninggalan. Kita akan tanam benih poin yang sudah dan belum bagus dalam rencana keuangan pensiun nasabah saat ini. Kita akan mengidentifikasi apa saja kewajiban tersebut di sepanjang angket lembar aset ini, tetapi yang lebih penting lagi kita harus mendapatkan semua informasi terkait, semua informasi tercatat, untuk menyusun rekomendasi yang paling sesuai untuk kepentingan nasabah.

Lalu, langkah keempat adalah kaji kesenjangan penghasilan: Kaji kesenjangan penghasilan adalah alat yang sangat sederhana untuk menentukan apa saja sumber penghasilan nasabah apa yang nasabah butuhkan untuk mengimbangi selisih kebutuhan penghasilan di masa pensiun. [gambar]

Jika nasabah akan pensiun dalam lima tahun ke depan atau sudah pensiun, kajian ini sangat pas dan efisien digunakan untuk mendapatkan kesenjangan penghasilan, atau angka yang perlu disertakan ke dalam rencana nasabah. Di bagian pertama, kita mengidentifikasi jumlah terkini yang disetorkan ke dalam simpanan – penghasilan bersih setelah pajak. Yang kita cari adalah penghasilan bersih setelah pajak yang nasabah terima dan gunakan dari rekening giro mereka. Untuk contoh, Jerry dan Irene adalah suami-istri yang sama-sama bekerja. Ini angka penghasilan total mereka berdua: $57.000 setahun.

Nah, saat ditanya, “Kalau jumlah penghasilan Anda sekarang ini menjadi angka penghasilan Anda di masa pensiun, apakah cukup?” sebagian besar orang pasti bisa hidup di masa pensiun dengan jumlah penghasilan yang mereka dapatkan saat ini. Sebagian jenis pengeluaran naik sedikit, sebagian lain justru bisa turun sedikit, dan kita akan sesuaikan itu nanti.

Kategori kedua adalah penghasilan tetap di masa pensiun: uang pensiun, jaminan sosial, segala sumber pemasukan lain yang dapat nasabah andalkan selama sisa masa hidup mereka setelah pensiun – sumber pemasukan tetap setiap bulan. Dalam contoh ini, pasangan tersebut akan mendapatkan jaminan sosial yang jumlahnya $20.000 setahun. Jadi, dari $57.000 pemasukan tahunan, $20.000 diperoleh dari jaminan sosial. Lalu, yang ketiga adalah penyesuaian, pengeluaran besar apa pun yang berubah di masa pensiun: apa pun yang naik atau turun.

Mungkin anggaran jalan-jalannya besar. Mungkin ada kewajiban membayar pajak tambahan. Mungkin untuk melunasi pesanggrahan di dekat danau, seperti yang kita gunakan untuk contoh ini. Di titik inilah Anda membuat penyesuaiannya. Dalam contoh ini, pasangan tersebut tengah membayar $1.000 sebulan untuk angsurannya, dan angka ini akan hilang (karena sudah hampir lunas), sehingga pengeluaran $12.000 setahun akan hilang. Kalau kita kurangan angka $57.000 tadi dengan $32.000 (dari jaminan sosial dan lunasnya angsuran), selisihnya tinggal $25.000 setahun. Sudah dapat angkanya. Itu hasil kaji kesenjangan penghasilan kita.

Bagian yang kita bahas berikutnya adalah analisis toleransi volatilitas dan merancang The Bucket Plan. Analisis toleransi volatilitas adalah angket kaji risiko bercabang dua yang dilakukan agar kita dapat memastikan bahwa pilihan investasinya tetap berada di dalam zona nyaman investasi nasabah untuk Ember Segera dan Ember Nanti. Tujuan dan kurun waktu mengakses kedua dana ini berbeda – satu profil risiko saja tidak cukup – Anda membutuhkan kaji risiko tersendiri untuk setiap skenario embernya. Jadi Ember Segera dan Ember Nanti memiliki skornya masing-masing. Keseluruhan proses melengkapi angket ini memakan waktu sekitar 10 menit. Bukan proses yang panjang, tetapi dari hasilnya, kita tahu seberapa konservatif atau agresif nasabah ingin berinvestasi dengan Ember Segera dan Ember Nanti mereka. Kedua ember ini terpisah karena kurun waktu investasi dan tujuannya berbeda.

Penting sekali bahwa setiap ember diberi skor secara terpisah. Dalam contoh kita ini, Ember Segera masuk ke dalam kategori stabil dan Ember Nanti masuk ke dalam kategori orientasi pada pertumbuhan. Di titik ini kita sudah lebih tahu seperti apa nasabah ingin menginvestasikan uangnya untuk tiap ember. [gambar]

Langkah terakhir dalam proses ini adalah merancang Bucket Plan untuk nasabah.

Satu hal untuk diperhatikan: Ketika mendeskripsikan The Bucket Plan, presentasi Anda akan lebih efektif jika Ember Sekarang, Segera, dan Nanti digambar di papan tulis elektronik (saya menggunakan Panaboard buatan Panasonic) sehingga ikhtisar proses tersaji jelas. Menunjukkan gambar pada papan tersebut menjadi cara yang ampuh karena nasabah dapat dengan mudah melihat bahwa mereka belum punya yang seperti ini di dalam rencana pensiun mereka saat ini. Saya mendeskripsikan beberapa dari kesalahan terbesar yang dilakukan orang dan menunjukkan seperti apa The Bucket Plan dapat membantu kita menghindari kesalahan tersebut. Contohnya, banyak orang yang sudah siap pensiun tetap menginvestasikan uangnya seolah masa pensiunnya masih jauh. Mereka sudah memiliki Ember Sekarang dan Ember Nanti, tetapi mereka tidak punya Ember Segera, yang sangat penting (dan mesti diinvestasikan secara lebih konservatif) dan berisi uang yang akan mereka tarik di tahap pertama masa pensiun. Itu seperti bom waktu yang siap meledak.

Di dalam Ember Sekarang, kita akan memfasilitasi dialog mengenai berapa angka ajaib bagi Jerry dan Irene. Ingat, tadi dikatakan setiap orang punya angka ajaib, dana darurat, yang “membuat tidur malam mereka nyenyak”. Di contoh ini, $35,000 adalah angka dana darurat bagi pasangan tersebut, yang selalu tersedia, aman dan cair, serta tidak dipakai untuk penghasilan atau pengeluaran terencana. Untuk pengeluaran terencana itu sendiri, mereka ingin menukar-tambah mobil mereka yang sekarang dengan yang baru; dan pengeluaran untuk rencana ini kira-kira sebesar $15.000. Mereka tidak ingin mengangsur, jadi $15.000 adalah komponen dari pengeluaran terencana tersebut. Dalam contoh ini, mereka belum pensiun dalam dua atau tiga tahun ke depan, jadi kita tidak perlu menaruh angka yang setara dengan penghasilan 12 bulan ke dalam Ember Sekarang; hanya perlu dana darurat dan pengeluaran terencana saja. Jadi, totalnya $50.000, yang akan disetor ke bank.

Di Ember Segera, ada dana dari uang pensiun Jerry. Ingat berapa selisih penghasilannya tadi? $25.000. Cara kita sangat sederhana dan mudah dimengerti nasabah. Saya selalu menjaga agar segala sesuatu disajikan sesimpel mungkin. Sering kita terjebak jargon dan tetek-bengek industri kita sendiri, tapi kalau kita canangkan kurun waktu investasi 10 tahun di dalam Ember Segera, yang berarti menyediakan dana setara penghasilan 10 tahun, kita bisa biarkan pasar bekerja di Ember Nanti. Jadi, $25.000 setahun dikali 10 tahun sama dengan $250.000. Kita akan gunakan uang pensiun Jerry untuk mendanai ini, karena kita teliti dan ketahui bahwa kita dapat menarik dana tersebut dengan pajak kecil atau nol sama sekali karena satu-satunya sumber penghasilan lain mereka adalah jaminan sosial. Jadi kita akan gunakan uang pensiun Jerry. Dan karena harga susu, roti, bensin, telur, dan barang-barang lainnya hanya naik sedikit demi sedikit seiring waktu, kita bisa tarik sedikit lebih banyak setiap tahun untuk menyesuaikan dengan tingkat inflasi. Jadi kita taruh pelindung inflasi di situ dengan menyertakan sebagian uang pensiun Irene juga.

Itulah dua konten yang mengisi Ember Segera mereka, dan kita menggunakan uang pensiun untuk mulai menyebarkan kewajiban pajak dari uang pensiun yang belum dipotong pajak ini, yang kemungkinan mengalami kenaikan potongan pajak ke depannya nanti. Kita taruh uang dengan kewajiban pajak lebih rendah di dalam Ember Nanti bagi pasangan yang ditinggalkan dan bagi keluarga setelah nasabah meninggal untuk tujuan efisiensi pajaknya. Selain itu, kita tahu bahwa akan ada distribusi penghasilan minimal yang mulai muncul selama 10 tahun berikutnya. Jadi, dengan menggunakan sebagian dari uang pensiun Jerry dan Irene, penghasilan ini akan menutup kebutuhan itu pula.

Dengan demikian, total untuk Ember Segera adalah $312.500. Salah satu pertanyaan yang kita ajukan pada kaji kesenjangan penghasilan adalah “Adakah sebagian atau persentase dari uang ini yang Anda ingin terjamin?” Dalam hal ini, mereka ingin penghasilan dasar mereka terjamin, tetapi bersedia menginvestasikan uang pelindung inflasinya dalam portofolio yang sangat konservatif atau stabil; jadi, kita gunakan anuitas untuk menjamin penghasilan $25.000 setahun untuk kurun waktu 10 tahun, dan portofolio investasi yang stabil untuk sisa waktu di Ember Segera.

Di dalam Ember Nanti, ada sisa uang pensiun Jerry, dan sisa uang pensiun Irene, dan uang pensiun gabungan setelah pajak mereka adalah $365.000. Ingat, dalam analisis toleransi volatilitas untuk Ember Segera mereka memilih investasi stabil, dan untuk Ember Nanti mereka memilih investasi dengan orientasi pertumbuhan. Karena itu, $502.500 yang tersisa kita investasikan dalam portofolio pertumbuhan sebelum pajak untuk dua uang pensiun tersebut dan portofolio investasi dengan orientasi pertumbuhan dan kewajiban pajak lebih rendah untuk uang pensiun setelah pajak demi efisiensi pajak untuk uang tersebut, sehingga tidak terdapat terlalu banyak dividen dan bunga dan perolehan kapital jangka panjang dan pendeknya muncul dari pengembalian pajak mereka.

Dan seperti itulah Anda menyusun The Bucket Plan. Saya akan rangkum beberapa bagian utama proses penyusunan rencana ini. The Bucket Plan mengidentifikasi tingkat risiko yang dapat diterima nasabah untuk setiap embernya dan menyajikan gambaran lengkap mengenai aset yang dapat mereka investasikan sehingga Anda dapat menyediakan nasihat keuangan yang holistik dan menyeluruh sambil tetap mencari cara untuk mengefisienkan pajak. Dan, melalui urutan langkah-langkah perencanaannya, proses ini sederhana bagi nasabah dan memberi mereka cukup pengetahuan, kesediaan, dan keyakinan untuk mengikuti rekomendasi Anda.

The Bucket Plan juga memberikan hasil nyata bagi nasabah – yang menjadi titik pembeda antara Anda dan penasihat, agen, perwakilan, dan perencana “lainnya”, yang sekadar menjual produk. Proses ini juga memberikan dokumentasi jelas yang dapat selalu Anda pakai untuk mengingatkan nasabah mengapa rencana mereka disusun sedemikian rupa dan untuk kebutuhan audit ke depannya sesuai peraturan.

The Bucket Plan berfokus pada upaya mendidik nasabah sehingga akan baik sekali jika dalam rangkuman ini kita perhatikan lagi tiga prinsip investasi andal yang mengawal langkah-langka Anda:

  1. Kurun Waktu Investasi: Prinsip pertama adalah kurun waktu investasi. Dengan membuat Ember Sekarang dan Ember Segera, Anda menyediakan waktu yang cukup bagi nasabah untuk menumbuhkan uang yang mereka tanam di Ember Nanti.
  2. Toleransi Volatilitas: Prinsip kedua adalah toleransi risiko. Kita ingin menetapkan ekspektasi nasabah yang jelas guna menghindari risiko yang terlalu besar atau terlalu kecil. Itu mengapa kita mesti melengkapi kaji volatilitas dua cabang agar yakin bahwa perilaku investasi di Ember Segera dan Ember Nanti tetap berada pada zona nyaman investasi mereka.
  3. Diversifikasi: Prinsip ketiga investasi yang andal adalah diversifikasi (jangan taruh semua telur di satu keranjang). Di titik ini, nasabah dapat dengan jelas melihat seluruh langkah yang Anda ambil untuk memastikan ketiga prinsip ini ada dan diterapkan.

Saat Anda duduk dan merancang sebuah Bucket Plan dengan semua langkah ini, Anda menuntun nasabah menuju kesadaran penuh bahwa: Aset-asetnya tidak dialokasikan dengan benar – dan Anda adalah orang yang membantu membetulkannya.

Satu hal terpenting yang perlu selalu diingat adalah kesederhanaan penyajiannya. Di titik tertentu dalam karier kita, setelah meraih edukasi dan pengalaman tertentu di industri ini, kita mudah sekali tergoda untuk mempersulit pemahaman nasabah. Ini satu lagi manfaat penggunaan The Bucket Plan untuk membingkai rencana keuangan atau penghasilan pensiun nasabah. Proses ini adalah cara sederhana untuk menyampaikan topik yang rumit.

Berikutnya, ada sesi interaktif yang bisa Anda minta nasabah ikuti agar mereka semakin mengerti mengapa mereka butuh Bucket Plan. Ada kartu skor The Bucket Plan yang membantu nasabah menentukan sendiri mana yang sudah atau belum dipersiapkan atau tersedia bagi masa pensiun mereka; dan di akhir sesi tersebut akan tampak jelas bahwa terdapat kesenjangan besar di dalam rencana keuangan mereka saat ini.

Ada 12 peringkat dalam kartu skor ini; peringkat 1 mengindikasikan hal yang paling tidak siap dan peringkat 12 mengindikasikan skenario terbaik untuk setiap bidangnya – dengan sejumlah opsi di tengah-tengahnya. [gambar]

Pernyataan pertama adalah “tim profesional yang terkoordinasi dengan baik,” dan nasabah menjawab dalam skala 1 sampai 3 jika mereka “tidak memiliki tim, tetapi yakin dapat mengatasinya sendiri jika perlu.” Mereka akan menjawab antara 4 sampai 6 jika mereka “mendapatkan bantuan atau saran mengenai pajak dan investasi, tetapi mungkin terdapat kesenjangan di dalam rencana keuangan saya.” Skornya 7 sampai 9 jika mereka “memiliki akuntan, penasihat, pengacara, dan agen asuransi, tetapi tidak saling berkoordinasi.” Dan terakhir, skornya 10 sampai 12 jika mereka “memiliki tim keuangan, perencanaan pajak, dan urusan legal yang saling bekerja sama dengan baik.”

Anda akan melakukan hal ini untuk delapan pernyataan di kolom kiri: perencanaan pajak penghasilan yang proaktif, dana untuk biaya perawatan kesehatan sudah terencana, perencanaan warisan dan pengaturan yang terdokumentasikan dengan baik, rencana keuangan yang terdokumentasikan dengan baik dan dipahami sepenuhnya, aset dibagi menurut waktu dan tujuannya, penghasilan seumur hidup yang stabil dan berkelanjutan, dan ketenteraman.

Ini akan membantu mengilustrasikan posisi Anda atau nasabah Anda dalam penyusunan rencana pensiun yang komprehensif dan tertata rapi. Jika skornya kurang dari 80, itu berarti nasabah memiliki masalah/kesenjangan yang serius dan harus ditangani.

Untuk bacaan lebih lanjut mengenai topik ini, silakan baca buku terbaru saya: The Bucket Plan: Protecting and Growing Your Assets for a Worry-Free Retirement yang memaparkan langkah-langkah proses pertemuan dengan prospek, berdasarkan kisah nyata yang saya alami dengan para nasabah saya. Kisah tersebut disajikan sebagai cerita dari sudut pandang mereka – pertanyaan yang mereka ajukan, percakapan lengkap tentang penyusunan rencana keuangan dari studi kasus yang tadi saya paparkan di sini hari ini.

Jason L Smith

Jason L Smith telah menjadi anggota MDRT selama 13 tahun dengan prestasi satu Court of The Table dan 11 Top of the Table. Selain menjadi pembicara, perencana keuangan, penulis, pelatih, dan wirausaha yang diakui secara nasional, Smith juga merupakan pendiri praktik jasa keuangan holistik; organisasi pelatihan keuangan, bimbingan serta pengembangan portofolio investasi; dan tiga organisasi jasa keuangan nasional. Buku terbarunya, The Bucket Plan, menjadi buku terlaris yang menuai pujian dari media nasional. Smith diberi gelar Top 40 under 40 oleh majalah InvestmentNews di tahun 2005. Misinya adalah menyederhanakan perencanaan keuangan untuk satu miliar orang di seluruh dunia.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments