Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Sudah Punya Asuransi Jiwa Seumur Hidup?

Corry Collins, CLU, CH.F.C.

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Collins akan berbagi cerita yang memberikannya pemahaman baru akan pentingnya kemauan untuk mendengar dan pengingat tentang tetap optimis dalam hidup ini. Ia juga akan menekankan konsep Whole Person yang digunakan MDRT untuk membantu para anggota tetap terlibat dan seimbang.

Bertahun-tahun yang lalu, kami menunggu operasi bedah salah satu putri kami di Rumah Sakit Johns Hopkins, Baltimore. Di ruang tunggu yang hening, yang disebut “ruang keluarga” itu, saya mengobrol dengan seorang bocah laki-laki 10 tahun yang juga sedang menunggu operasi besarnya.

Karena saya penasaran, kami mulai berbincang. Saya tanya mengapa dia di situ dan dia bercerita tentang beberapa operasi yang sudah dijalaninya. Saya jadi semakin tertarik karena putri kami juga akan menjalani operasi serupa.

Dia bilang namanya John, dan John mulai bercerita. Dia berbicara dengan santainya, menceritakan hal-ihwal operasi yang dijalaninya, lalu menenangkan saya, karena tahu putri saya akan dioperasi juga. John mengajarkan saya banyak hal.

Kemudian, ibu John datang menemui saya. Ia ingin berterima kasih karena, katanya, ini pertama kalinya John mau berbicara dengan orang lain tentang masalah yang dihadapinya. Anda lihat, dalam waktu singkat, John dan saya telah menjalin ikatan dan rasa percaya. Setelah itu, ketika saya tanya mengapa dia tidak sungkan mengobrol dengan saya, bocah 10 tahun ini berkata, “Belum pernah ada yang mau mendengarkanku setekun itu.”

Dalam bisnis ini, kita pun mesti lebih banyak mendengar. Ada pepatah, Tuhan menganugerahkan kita dua telinga dan satu mulut, dan seyogianya kita menggunakan keduanya sesuai porsinya masing-masing.

Mendengar itu penting sekali dalam membina hubungan, dan saya belajar tentang hal ini di ruang tunggu rumah sakit bertahun-tahun yang lalu. Membina hubungan berarti mencurahkan waktu bersama pasangan, anak, keluarga, teman, dan ya, nasabah kita juga.

Di tahun 1961, Dr. Mortimer Adler, seorang filsuf, berbicara di Panggung Utama di Montreal. Dr. Adler mengajak hadirinnya menjelajahi ranah baru dan kemudian memberikan kepada para anggota MDRT sebuah filosofi yang telah terbukti bertahan sepanjang zaman, yang saat ini dikenal dengan istilah konsep Insan Seutuhnya (Whole Person).

Hari ini, saya diberi tahu bahwa di Pertemuan Tahunan MDRT kali ini, ada 8.716 orang peserta yang baru pertama sekali hadir di Pertemuan Tahunan. Wah, selamat!

Nah, ini pesan saya untuk rekan-rekan yang baru pertama kali hadir di sini:

Sukses di bisnis asuransi jiwa kurang bermakna kalau Anda tidak mencapai sukses di segala aspek kehidupan. Kita ingat kembali konsep Insan Seutuhnya, yang tetap menjadi komitmen MDRT hampir 60 tahun setelah Dr. Adler mempresentasikan filosofi ini.

Akan menakjubkan rasanya kalau semua anggota MDRT, sejak awal, sudah dapat menggunakan imajinasinya untuk memahami nilai dan kebebasan yang didapat dengan menyeimbangkan kehidupan mereka di tujuh wilayah penting ini:

  1. Hubungan
  2. Kesehatan
  3. Pendidikan
  4. Karier
  5. Pelayanan
  6. Keuangan
  7. Spiritualitas

Ini kata-kata mutiara yang sangat saya sukai.

“Saya kerja keras untuk uang. Kerja lebih keras untuk hal yang bisa dibeli dengan uang. Tapi kerja paling keras untuk hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.”

Saya ulangi.

“Saya kerja keras untuk uang. Kerja lebih keras untuk hal yang bisa dibeli dengan uang. Tapi kerja paling keras untuk hal yang tidak bisa dibeli dengan uang” – seperti keluarga saya, kesehatan saya, pendidikan saya, karier saya, pelayanan saya untuk masyarakat, dan spiritualitas saya. Dengan kata lain, saya kerja paling keras untuk menjadi Insan Seutuhnya.

Ini pertanyaannya: sebagai insan profesional jasa keuangan yang sukses, apakah Anda menjalani hidup yang memuaskan untuk semua segi kehidupan Anda? Atau, apakah Anda akui bahwa ada beberapa hal yang Anda abaikan atau yang masih perlu Anda perbaiki?

Di situs web MDRT, mdrt.org, ada “balance quiz” (“kuis keseimbangan”) yang berisi pertanyaan yang akan membantu Anda mengevaluasi diri sebagai Insan Seutuhnya.

Saya yakin, menjalani gaya hidup yang penuh dan seimbang dan menjadi Insan Seutuhnya merupakan fondasi bagi kebahagiaan dan sukses kita yang terukur.

Sahabat saya Marvin Feldman menuturkannya dengan tepat sekali, “Aku ingin diingat sebagai suami dan ayah yang penuh rasa kasih sayang dan peduli, yang kebetulan sukses di industri asuransi.”

Anda lihat, saya selalu berupaya dengan kreatif untuk menjaga hidup saya tetap seimbang. Ini proses, bukan hal yang terjadi begitu saja. Saya dan Sue telah menikah selama 33 tahun. Kami punya tiga anak yang sudah dewasa dan sejauh ini telah dikaruniai dua orang malaikat yang kami panggil cucu, Lennon dan Levi. Dan saya bangga menjadi anggota selama 17 tahun ini.

Lingkaran-lingkaran Insan Seutuhnya yang saling bertautan ini akan menjadi benang merah yang menghubungkan kita semua, dari 8.716 orang yang baru pertama kali menghadiri acara ini hingga barisan para Mantan Presiden MDRT. Saya harap program Insan Seutuhnya sudah Anda ambil dan mulai, dan langit pun tidak lagi menjadi batasnya.

Corry Collins, CLU, CH.F.C., telah menjadi anggota MDRT selama 17 tahun. Ia berspesialisasi di bidang asuransi disabilitas dan jiwa untuk pasar sasarannya: para dokter. Collins telah berbicara di 10 negara, termasuk di hadapan hadirin dari MDRT, NAIFA, dan khalayak lain di luar industri asuransi. Ia penulis buku "Life Support" dan "101 Thoughts Quotes and Questions". Ia telah berkontribusi untuk banyak komite Advocis dan MDRT.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments