Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Percakapan Mendalam

Ross Vanderwolf, CFP

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Bagaimana rasanya bicara soal masa depan padahal Anda berpikir masa kini bisa berakhir kapan saja. Seperti itulah perasaan Vanderwolf dan istrinya saat membahas apa yang akan mereka lakukan jika selamat dari perampokan bersenjata yang mereka alami saat menyusuri sungai Amazon. Di sesi ini, ia akan mengenang kembali peristiwa mengerikan itu dan sudut pandang baru yang didapatkannya pengalaman tersebut.

Berada di sini, di Los Angeles, dan bertemu banyak teman dalam pertemuan yang luar biasa ini, adalah momen istimewa.

Ya, dari aksen saya pasti Anda sudah tahu, jelas saya datang dari Down Under, atau yang lebih dikenal sebagai Australia.

Sama seperti negara asal sebagian dari Anda, Australia terletak jauh sekali dari sini. Negeri indah tiada tara—pantai menakjubkan, hutan hujan, tanah pedalaman, dan, tentu saja, sejumlah hewan paling buas di dunia!

Karena berada sangat jauh dari penjuru dunia lainnya, orang-orang Australia suka jalan-jalan, begitu pula saya.

Sukar dipercaya, sudah hampir 30 tahun berlalu sejak kali pertama saya menghadiri Pertemuan Tahunan MDRT di Toronto tahun 1989. Pertemuan-pertemuan dulu tidak sebesar ini!

Bagi Anda yang baru sekali ini menghadiri Pertemuan Tahunan, dan saya yakin jumlahnya banyak, saya mengucapkan selamat bergabung.

Rasanya tidak banyak berubah dibanding dulu. Sama seperti Anda sekalian hari ini, menghadiri pertemuan pertama kala itu memberi saya kesempatan untuk melihat berbagai keunggulan dan berbaur dengan sejumlah penasihat paling sukses di dunia.

Setelah pertemuan pertama yang saya hadiri di tahun 1989, saya ambil kesempatan untuk berjalan-jalan ke Kanada, negara yang belum pernah saya kunjungi. Pengalaman luar biasa!

Seperti kebanyakan orang yang menghadiri Pertemuan Tahunan saat itu, saya pulang penuh energi dan antusiasme untuk menerapkan semua gagasan yang telah saya pelajari dan menyadari bahwa saya ingin jadi bagian dari perkumpulan yang hebat ini: MDRT.

Keikutsertaan saya berikutnya adalah pada tahun 1991; saya datang bersama istri saya ke New Orleans.

Kami berencana menikah tahun itu dan memutuskan bahwa seusai pertemuan kami akan berlibur ke luar negeri sebelum menikah; kali ini kami mengunjungi Amerika Selatan.

Sekali lagi, pertemuan itu luar biasa. Dan akhirnya, saya dan istri mengawali putaran pertama perjalanan kami dengan berkunjung ke Lima, Peru; kami berlayar dengan kapal kecil di sepanjang Amazon.

Bayangkan Anda ada bersama kami saat kapal mulai berlayar—menonton matahari terbenam Lima sambil menikmati minuman di atas dek, pemandangan yang indah, orang-orang yang menyenangkan, bahagia rasanya! Kami membatin, Tidak ada yang lebih baik daripada ini semua!

Setelah minum, kami turun ke area makan malam untuk menikmati jamuan yang kami pikir akan jadi liburan petualangan paling sempurna.

Setelah 20 menit duduk di meja makan, terdengar suara letusan, lalu terjadi kegaduhan, dan sekelompok orang dengan pakaian kamuflase serta membawa senjata semiotomatis menyerbu masuk ke area makan.

Awalnya kami kira ini bagian dari acara hiburan kapal, namun ketika berondongan tembakan mulai dilepas ke arah atap, dan salah seorang awak kapal terkena tembakan peluru shrapnel, kami sadar ini sama sekali bukan hiburan.

Para penyerbu itu adalah bandit. Mereka suruh kami tiarap dan minta $20.000 dari kami. Jika tidak diberikan, mereka akan menembaki satu laki-laki setiap 10 menit sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Anda tahu, dalam situasi seperti itu, segalanya tampak begitu jelas.

Ketika Anda tiarap di lantai di sisi meja yang berlawanan dengan istri Anda, mencoba menggapai dan menggenggam tangan untuk saling menenangkan, dan ada enam laki-laki bersenjata otomatis di atas kepala Anda meneriakkan perintah, jelas Anda paham kondisinya.

Saya perjelas: Anda tidak bersenjata; Anda ada di tengah Amazon; dan tidak mungkin polisi atau siapa pun datang untuk menyelamatkan Anda!

Anda pasti bisa bayangkan, kami berada dalam situasi sulit, dan saya harap Anda tidak perlu mengalaminya.

Tiap pasangan berjalan menuju kabin masing-masing dengan senjata tertodong di belakang kepala untuk mengumpulkan uang dan barang berharga apa pun, namun hanya sedikit yang terkumpul. Jelas sudah bahwa para bandit itu tidak akan memperoleh apa yang mereka minta.

Kata-kata lebih agresif yang kami dengar jadi pertanda bahwa sebentar lagi salah satu dari kami akan ditembak.

Waktu rasanya berjalan lambat sekali dalam situasi semacam ini—peristiwa yang rasanya berjam-jam itu nyatanya hanya berlangsung selama 30 menit.

Dari sudut pandang kami, ketika Anda merasa hidup akan segera berakhir, Anda perlu ambil kesempatan untuk bercakap-cakap secara intim dengan pasangan Anda, dan juga dengan diri Anda sendiri. Percakapan tentang apa yang akan terjadi pada keluarga kami di rumah jika kami harus tamat di sini.

Kami berbincang soal apa yang akan kami lakukan jika tiba giliran saya ditembak.

Chris, istri saya, bilang bahwa ia tak akan membiarkan saya mati sendirian. Kalau tiba giliran saya, ia akan mati bersama saya. Mereka harus tembak kami berdua. Itu namanya komitmen!

Percakapan paling dalam yang saya ingat adalah tentang masa depan, masa depan kami. Apa yang akan kami lakukan kalau berhasil selamat?

Kami membicarakan rencana punya anak, membangun keluarga, dan aktivitas kami sebagai keluarga.

Saya mengucapkan janji dan komitmen untuk diri sendiri malam itu, kalau kami berhasil keluar dari situasi genting tersebut.

Di masa depan, ada hal-hal yang ingin saya ubah, namun ada pula yang ingin saya pertahankan. Ada yang ingin saya terima dan ada yang ingin lebih saya hargai.

Tak pelak, kami beruntung berhasil melewati malam itu dengan selamat dan mampu melanjutkan hidup. Namun, percakapan dan komitmen itu tetap ada dalam hati saya.

Peristiwa itu sudah lama sekali berlalu. Pengalaman itu tidak pernah bisa dilupakan, tapi ingat, itu satu-satunya pengalaman buruk sepanjang perjalanan saya. Dan sejak itu, sudah ada banyak perjalanan yang saya tempuh.

Salah satu keistimewaan menjadi Komite Eksekutif adalah keliling dunia, bertemu dengan anggota kita, calon anggota kita, dan mitra perusahaan mereka.

Dengan mengenali budaya mereka, cara mereka menyampaikan saran kepada nasabah, produk yang mereka pasarkan, serta kondisi kerja mereka, kita mendapatkan wawasan tak ternilai tentang dunia yang kita tinggali.

Di tataran global, tampak nyata kita sedang melalui salah satu periode paling sulit dan menantang yang pernah dialami profesi kita ini. Sesungguhnya, inilah revolusi.

Tiap negara menghadapi tantangan berbeda. Inggris Raya, Australia, Kanada, dan kini Amerika Serikat merasakan meningkatnya beban tuntutan peraturan dan kepatuhan sebab pemerintah mulai lebih tertarik dan terlibat dalam profesi kita.

Di Cina, India, Vietnam, Thailand, dan seluruh Asia serta negara dengan ekonomi berkembang, tantangan bagi para penasihat adalah memberikan nasihat keuangan berkualitas dalam situasi permintaan tumbuh pesat.

Banyak dari anggota kita bekerja dalam tekanan karena harus memodifikasi bisnis dan praktik mereka dalam lingkungan yang terus berubah. Namun, menurut saya tantangan terbesarnya adalah kemampuan kita untuk tetap memenuhi ekspektasi nasabah yang terus meningkat.

Nasabah kita makin terdidik dan sadar bahwa mereka punya sejumlah pilihan, seperti robo-advice, FinTech, dan pemasaran langsung.

Belum lama ini saya membaca sebuah kutipan yang sangat akurat: "Anda berada dalam masalah serius jika ketidaktahuan nasabah adalah sumber laba bisnis Anda."

Kita harus terus memperbaiki diri agar mampu memenuhi ekspektasi nasabah dan publik.

Menurut saya, ini seperti todongan pistol di kepala.

Penasihat profesional, seperti anggota MDRT, terus berkembang dan menjalin percakapan yang mendalam dan bermakna dengan nasabah; hal inilah yang tidak dilakukan oleh penasihat lainnya.

Tugas kita adalah mencari tahu hal yang benar-benar penting bagi nasabah—membantu mereka memenuhi janji dan komitmen yang telah mereka buat pada diri sendiri dan keluarga, merayakan keberhasilan mereka, dan mendampingi mereka dalam situasi sulit.

Tujuan dari menambah bobot kepatuhan, peraturan, dan pendidikan sebagaimana disebutkan bukan hanya demi melindungi nasabah, namun juga membuat kita makin profesional dan hal ini tidak akan menghambat penasihat yang memang fokus pada pelayanan nasabah.

Winston Churcill pernah berkata, "Seorang pesimis melihat kesulitan dalam tiap kesempatan; seorang optimis melihat kesempatan dalam tiap kesulitan." Selalu ada hikmah berharga yang dapat diambil dari tantangan, kesukaran, atau perubahan. Kita hanya perlu mencarinya dengan pikiran terbuka.

Bila kita tetap mendahulukan kebutuhan nasabah, kita akan terus maju, baik secara personal maupun profesional.

Berdiri di hadapan Anda semua, rekan-rekan anggota MDRT, merupakan salah satu momen paling mengharukan sepanjang hidup.

Secara pribadi, saya perlu berterima kasih pada banyak orang—orang yang melihat sesuatu dalam diri saya yang bahkan tak saya sadari, yang percaya pada saya bahkan ketika saya tidak percaya—dan lebih-lebih pada istri saya, Chris, dan dua anak kami yang pernah kami pikir tak akan pernah lahir, Scott dan Bridgette.

Tiga puluh tahun lalu, saya bermimpi jadi bagian dari MDRT; dan sekarang saya bisa bilang bahwa MDRT (yakni kalian semua) sungguh-sungguh jadi bagian dari saya dan keluarga saya. MDRT telah membentuk dan mengarahkan bukan saja kehidupan bisnis saya, namun juga segala aspek hidup saya.

Saya sangat bangga atas kesempatan untuk jadi Presiden berikutnya. Saya berkomitmen bahwa saya dan seluruh Komite Eksekutif akan berupaya merangkul Anda semua dalam perkumpulan yang hebat ini, komunitas unggul ini; dan kami akan terus melayani kebutuhan Anda dengan lebih baik dalam dunia yang terus berubah di tahun-tahun mendatang.

Kita akan terus menjalin percakapan yang mendalam, dan kita akan terus bertumbuh bersama menuju hari depan.

Vanderwolf

Ross Vanderwolf, CFP, dari Fortitude Valley, Queensland, Australia, adalah Wakil Presiden Pertama MDRT. Beliau telah menjadi anggota MDRT selama 31 tahun dengan kualifikasi sembilan Court of the Table dan delapan Top of the Table serta Platinum Knight dari Yayasan MDRT. Selain layanan kerelawanannya yang luar biasa terhadap MDRT dan profesi jasa keuangan Australia, Vanderwolf merupakan penerima berbagai penghargaan atas kesempurnaan kinerjanya di industri ini dan berkali-kali terpilih sebagai Penasihat Keuangan Paling Tepercaya Australia.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments