Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Selamanya Hijau

Julian H. Good Jr., CLU, ChFC

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Setiap orang pernah mengalami masa sukar; dan cara kita bereaksi terhadap setiap tantangan itu menentukan karakter dan kehidupan kita ke depannya. Good akan berbagi lima pelajaran yang ia petik dari masa-masa sukar hidupnya, dengan kutipan untuk diingat dan diamalkan ketika masa sulit datang mendera.

“Bila kau hijau, kau tumbuh. Bila kau matang, kau busuk.” (Ray Kroc)

Kita semua pernah mendengar nasihat seperti ini.

Dari sejak mulai belajar hingga akhir usia, kita mesti tetap tumbuh, tetap hijau.

Dan sikap hidup ini justru lebih penting saat hidup kita ada di masa-masa sulit.

Kita semua pernah menjalani masa-masa sulit. Saya ceritakan masa sulit saya:

  • “Kau tak cukup pintar.”
  • “Badanmu terlalu kecil untuk bermain di olah raga ini.”
  • “Semua orang lain lebih baik darimu.”
  • “Kau takkan pernah sukses di bisnis penjualan.”

Dan kita semua pernah menjalani masa-masa sulit dalam karier profesional kita. Saya ceritakan tiga kisah masa sulit saya, yang boleh dibilang amat sangat sulit saya atasi.

Terus terang: Saya tidak akan ada di panggung ini, atau di profesi ini, kalau tidak menjadi anggota MDRT. Dan saya rasa begitu juga bagi banyak dari anggota kita di sini.

Pelajaran sulit pertama dimulai ketika saya pertama sekali terjun ke bisnis asuransi jiwa, April 1982. Usia saya 25 tahun waktu itu. Saya punya 250 nama untuk saya jajaki. Saya sama sekali tidak terlatih, karena orang yang harusnya melatih saya menghilang setelah beberapa pekan (karena pesta hura-hura). Iklim ekonomi buruk sekali, karena saat itu kami sedang berada di tengah-tengah krisis minyak di awal 1980an. Saya takut untuk cold call.

Memang, saya ada kolega yang lebih senior, sebagian besar anggota MDRT, yang bisa saya ajak bicara di berbagai kesempatan. Mereka semua bilang, “Kalau tidak capai MDRT, kamu akan jadi agen medioker.” Saya ingin menjadi bagian dari lingkaran orang-orang terbaik.

Saya frustrasi karena tidak tahu harus berbuat apa. Akan tetapi, saya banyak membaca; saya temukan sistem cari-fakta yang bagus betul; dan saya susun skrip untuk meminta referensi dari orang lain.

Saya capai MDRT dalam satu tahun penuh pertama saya di tahun 1983 dan menghadiri pertemuan tahunan pertama dari 33 pertemuan (sejauh ini) di tahun 1984. Saya bisa karena kerja keras, salah berkali-kali, dan produksi saya cukup.

Saya menolak gagal karena sudah jatuh cinta pada bisnis ini sedari awalnya. Saya belajar begitu banyak di Pertemuan Tahunan pertama saya itu. Saya bertemu orang-orang lain yang, seperti saya, ingin menjadi orang profesional dan pengusaha sukses.

Pelajaran kedua saya terima di tahun 1991 ketika perusahaan utama saya gagal secara finansial. Saat itu saya masih menjadi agen dengan ikatan karier, dan setelah sembilan tahun membangun basis nasabah, berupaya membina rasa percaya dan hadir di komunitas saya, tiba-tiba saya jadi geladak tak bertuan.

Kegagalan kembali menjadi ketakutan yang amat nyata, dan sekarang saya sudah punya tanggungan keluarga. Saya bersama para kolega menyusun rencana tindakan strategis untuk mencari perusahaan baru afiliasi kami. Tapi saya menyusun rencana bertahan saya sendiri.

Karena saya anggota MDRT, saya sudah dengar kisah-kisah yang menginspirasi saya untuk tegar menjalani masa sukar (lima bulan saat itu). Saya membentuk kebiasaan hebat: 10–15 janji temu per minggu, sikap “pantang mundur, harus sukses”, jam kerja panjang, dan memupuk rasa percaya klien (saya tidak pernah dapat pelanggan, semua nasabah saya adalah klien).

Pelajaran ketiga datang bersama bencana Badai Katrina pada Agustus 2005. Banyak anggota kita di sini yang pernah menghadapi situasi sulit karena dilanda bencana alam. Dan banyak yang merasakan hal ini: Bagaimana mungkin ini semua bisa kuhadapi?

Tak ada yang tahu karena bencana sebesar itu belum pernah terjadi sebelumnya di kota kami. Delapan puluh persen wilayah New Orleans terendam air. Rumah saya direndam air setinggi lima kaki selama tiga minggu.

Kami terpaksa mengungsi ke kota lain selama empat bulan sampai bisa menemukan apartemen untuk kami tinggali. Gedung kantor saya tutup selama hampir tiga bulan sebelum saya bisa mengambil laptop kerja, buku catatan bisnis, dan dokumen-dokumen penting lainnya. Gedung itu baru buka kembali Januari 2006.

Saya tak tahu masih ada bisnis tersisa di lahan kerja saya atau tidak. Staf saya menghilang. Saya tak tahu bagaimana harus menghubungi nasabah karena semua menara seluler sudah rusak. Ada banyak kesulitan lain, tapi saya rasa Anda bisa membayangkan keadaannya. Kami berhasil bertahan dan kembali berjaya.

Apa yang penting dari contoh-contoh perjuangan di masa-masa sukar ini?

  1. Susun rencana tindakan, laksanakan, selesaikan. Tapi tetaplah fleksibel untuk mengubah rencana bila diperlukan. Hidup ini bukan seperti garis lurus.
  2. Rasa takut gagal memberi kita semangat untuk berpikir cerdik di masa sukar, memampukan kita mengatasi keadaan yang tampaknya mustahil dilalui.
  3. Pakai dan manfaatkan pengalaman, keberhasilan, dan kegagalan Anda. Kalau Anda pernah mengatasi keadaan sulit sekali, Anda bisa melakukannya lagi, dan lagi, dan lagi. Manusia itu makhluk luar biasa tangguh.
  4. Gunakan kekuatan pikiran positif: Kalau berpikir bisa, pasti bisa.
  5. Kenali perubahan yang sedang berlangsung di profesi Anda. Bersiaplah, dan ubahlah praktik Anda sebelum orang lain melakukannya. Bagaimana kita bisa tahu apa yang berubah?
    1. Kuasai informasi dan baca apa yang dilakukan para regulator di negara Anda masing-masing dan di negara-negara lain di seluruh dunia.
    2. Hadiri pertemuan profesional, seperti Pertemuan Tahunan MDRT.
    3. Semisal sedang tidak menghadiri ajang serupa, bentuk atau jadilah anggota sebuah kelompok studi.
    4. Berpikirlah layaknya pengusaha, bukan penjual. Duduk dan renungkan setiap segi bisnis Anda setidaknya sebulan sekali.

Kita ini anggota MDRT. Segalanya mungkin selama kita curahkan pikiran kita untuk hal tersebut. Kita semua telah menghadapi masa sukar, dan akan kembali menghadapinya lagi di masa depan. Dan setiap kali rintangan menghadang, kita cari cara untuk menembusnya. Mengapa? Karena kita terbaik dari yang terbaik.

“Bila kau hijau, kau tumbuh. Bila kau matang, kau busuk.”

Good

Julian H. Good Jr., CLU, ChFC, dari Metairie, Louisiana, telah menjadi anggota MDRT selama 35 tahun dengan kualifikasi sembilan Court of the Table dan empat Top of the Table, dan pernah menjabat sebagai Presiden MDRT pada 2011. Ia pendiri dan ketua Good Financial Group, tempatnya membantu nasabah yang memiliki kebutuhan perencanaan keuangan pribadi atau untuk usaha. Ia anggota dan mantan presiden NAIFA-New Orleans & Sekitarnya, anggota Masyarakat Profesional Jasa Keuangan, dan mantan presiden Dewan Perencanaan Estat New Orleans & Sekitarnya.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments