Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Tanpa Batas

Dr. Caroline Casey

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Casey menunjukkan pentingnya rasa percaya padsa diri sendiri dan kejujuran pada diri sendiri, yaitu melalui sebuah kisah yang luar biasa dan menginspirasi tentang melawan batas-batas yang ada dan melampaui hal-hal yang diharapkan. Perjalanannya termasuk berkelana melintasi India dengan menunggang seekor gajah dan menghadapi disabilitas saat gajah tersebut di dalam ruangan – dan bagaimana ia menemukan bahwa ia hanya membutuhkan penglihatan atau visi, bukan kedua matanya, untuk bisa melihat. Dibawakan pada Pertemuan Tahunan 2017.

Dapatkah Anda mengingat apa yang Anda inginkan saat berusia 17 tahun? Apakah Anda tahu apa yang saya inginkan? Saya ingin menjadi seorang pengendara sepeda motor perempuan (biker chick). Saya ingin melakukan balap mobil; Saya ingin menjadi cowgirl; dan saya ingin menjadi Mowgli dari The Jungle Book, karena semuanya tentang kebebasan - angin di rambut Anda, hanya untuk menjadi bebas. Pada hari ulang tahun saya yang ke-17, ayah saya, tahu betapa saya sangat menyukai kecepatan, menghadiahkan saya latihan mengemudi, memenuhi mimpi saya dapat mengemudi - sama sekali tanpa niatan untuk membiarkan saya mengendarai sepeda motor.

Dan pada hari ulang tahun saya yang ke-17, saya menemani adik perempuan saya, dengan lugunya, karena sepanjang hidup saya (adik perempuan saya yang tunanetra), selalu menemui spesialis mata. Lantaran kakak perempuan sepatutnya untuk mendukung adik perempuan mereka, dan saya pun sering menemani sehingga mata saya pun di periksa hanya untuk bersenang-senang karena orang tua saya meminta untuk melakukannya.

Dan pada hari ulang tahunku yang ke-17, setelah pemeriksaan "palsu" atas mata saya, spesialis mata mengetahui bahwa itu adalah hari ulang tahun saya dan lalu berkata, "Jadi apa yang akan Anda lakukan untuk merayakannya?" Saya lantas mengeluarkan pelajaran mengemudi seraya menjawab, "Saya akan belajar mengemudi."

Tiba-tiba, ada keheningan, salah satu keheningan yang mengerikan saat Anda tahu bahwa ada sesuatu yang salah. Ia berpaling kepada ibu saya dan berkata, "Anda belum memberitahunya?" Pada hari ulang tahun saya ke-17, seperti yang dikatakan oleh Janis Ian, "Saya mengetahui kebenarannya pada usia 17 tahun." Saya, dan sejak lahir, buta secara hukum. Dan, tahukah Anda, bagaimana mungkin saya menginjak usia 17 dan tidak tahu kenyataan tersebut? Nah, percaya atau tidak, hal itu bukanlah suatu kecelakaan.

Saya yang tertua dari tiga bersaudara. Saya lahir pada tahun 1971, dan tak lama setelah kelahiran saya, orang tua saya mengetahui bahwa saya memiliki kondisi yang disebut albinisme okular – sebuah nama besar. Tapi apa artinya itu? Saya akan menceritakan kepada Anda. Di luar tanganku, semuanya adalah dunia yang kabur. Setiap pria di ruangan ini adalah George Clooney. Dan setiap wanita - kamu sangat cantik. Ketika saya ingin tampil cantik, saya melangkah dua meter mundur dari cermin, dan saya tidak perlu melihat garis-garis ini terukir di wajah saya dari semua aktivitas menyipitkan mata yang telah saya lakukan sepanjang hidup saya dari semua lampu yang terang.

Pada usia tiga setengah tahun, tepat sebelum saya mulai sekolah, orang tua saya membuat keputusan yang sangat berani. Tidak perlu sekolah berkebutuhan khusus. Tidak ada label. Tidak ada batasan-batasan. Kemampuan saya dan potensi saya tidak akan dibatasi oleh label "disabilitas." Jadi mereka memutuskan untuk mengatakan bahwa saya dapat melihat seperti orang lain dan mengirim saya ke sekolah "normal". Saya akan tumbuh dewasa dan belajar dari pengalaman bagaimana beradaptasi, bagaimana menemukan solusi, bagaimana menjadi tangguh, dan bagaimana bertahan saat mereka sudah tidak ada lagi untuk melindungi saya.

Tapi, yang lebih penting, mereka memberi saya kemampuan untuk percaya sepenuhnya - untuk percaya bahwa saya bisa. Jadi pada waktu saya mendengar spesialis mata mengatakan bahwa saya tidak akan pernah menyetir, bahwa saya tidak dapat melakukan sesuatu, saya mengalami disabilitas, semua orang membayangkan bahwa saya hancur. Dan jangan salah sangka, karena ketika pertama kali saya mendengarnya, terlepas dari kenyataan bahwa saya mengira ia gila, saya merasa sesak di dada saya. Anda tahu bahwa "Woahh? Hah? "Tapi sangat cepat saya menyadari. Hal pertama yang dapat saya pikirkan adalah ibu saya menangis di samping saya. Dan saya keluar dari kantornya dengan mengatakan, "Saya akan menyetir. Saya akan menyetir. Kamu marah. Saya akan menyetir Saya tahu saya dapat menyetir," dengan tekad yang sama seperti yang telah dibesarkan ayah saya sejak saya masih kecil. Ia telah mengajari saya untuk berlayar, meski saya tidak pernah bisa melihat. Saya tidak pernah dapat melihat pantai, dan saya tidak dapat melihat layarnya. Ia mengatakan kepada saya hanya untuk "percaya" dan merasakan angin di wajah saya.

Dan angin di wajah saya membuat saya percaya bahwa dokter itu gila dan saya akan menyetir dan saya dapat melihat. Dan, selama 11 tahun berikutnya, saya bersumpah bahwa tidak ada yang tahu bahwa saya tidak dapat melihat. Karena saya tidak ingin menjadi sebuah kegagalan, dan saya tidak ingin menjadi lemah. Jadi saya mendorong kuat-kuat kehidupan saya, karena hanya Casey yang dapat melakukannya.

Saya menjadi seorang ahli arkeolog - dan saya memecahkan banyak hal. Lalu saya mengelola sebuah restoran - dan saya mengalami kegagalan. Dan kemudian saya adalah seorang tukang pijat; saya adalah seorang tukang kebun lansekap; lantas saya masuk ke sekolah bisnis dan mendapatkan gelar master dalam bisnis. Dan akhirnya saya mendapatkan pekerjaan konsultasi global bersama Accenture - dan mereka bahkan tidak tahu saya tidak bisa melihat! Sungguh luar biasa seberapa jauh keyakinan dapat membawa Anda.

Pada tahun 1999, setelah dua setengah tahun melakukan pekerjaan tersebut, sesuatu terjadi. Tanpa peringatan apapun, mata saya memutuskan mereka sudah cukup bekerja. Dan untuk sementara, sangat tak terduga, saya kehilangan sepertiga dari penglihatan saya yang tersisa. Saya berada di salah satu lingkungan yang paling kompetitif di dunia, di mana Anda bekerja keras, bermain keras - Anda "harus menjadi yang terbaik." Dua tahun memasuki pekerjaan itu, saya benar-benar hanya dapat melihat sangat sedikit. Dan saya menemukan diri saya berada di depan seorang manajer SDM pada tahun 1999 yang mengatakan sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan akan saya katakan. Umur saya 28 tahun saat itu; saya telah membangun sebuah kepribadian seputar kesuksesan dan kekuatan; Tapi saya tidak punya pilihan selain mengaku dengan suara keras, "Saya minta maaf, saya tidak dapat melihat. Dan saya butuh bantuan."

Meminta pertolongan bisa menjadi sesuatu yang sangat sulit. Dan Anda semua tahu apa itu - Anda tidak perlu memiliki disabilitas untuk mengetahuinya. Anda tahu betapa sulitnya mengakui kelemahan dan kegagalan, dan ini begitu menakutkan, bukan?

Semua kepercayaan yang telah mendorong saya begitu lama, keyakinan yang memungkinkan saya beroperasi dengan baik di dunia yang nyata saat saya tidak dapat melihat, sirna. Betapa saya bertahan begitu lama adalah sebuah keajaiban. Ini sangat sulit - memang benar. Saya dapat memberitahu Anda bahwa bandara adalah bencana, belanja adalah mimpi buruk, kerumunan orang mengerikan, dan konferensi (di mana saya tidak dapat mengenali orang) adalah tidak mungkin dan seringkali memalukan. Akhirnya saya berbicara dengan orang asing, menabrak pintu - saya berakhir di toilet pria atau bercakap-cakap dengan sebuah patung.

Apakah Anda tahu betapa melelahkannya mencoba menjadi sempurna - padahal Anda tidak sempurna? Atau menjadi seseorang yang bukan diri Anda sendiri?

Jadi, setelah mengaku pada HR bahwa saya tidak dapat melihat, saya dikirim ke spesialis mata. Dan saya tidak tahu bahwa pria ini akan mengubah hidupku. Spesialis mata itu tidak mau repot-repot menguji mata saya - itu adalah terapi. Ia mengajukan beberapa pertanyaan kepada saya, seperti, "Mengapa, mengapa Anda berjuang keras untuk tidak menjadi diri sendiri?" dan "Apakah Anda menyukai apa yang Anda lakukan, Caroline?"

Tapi tentu saja saya menyukai apa yang saya lakukan, karena itu sukses kan? Ketika Anda pergi ke sebuah perusahaan konsultan global, mereka menaruh sebuah chip di kepala Anda, dan Anda berkata, "Saya suka Accenture, saya mencintai Accenture. . . Saya menyukai pekerjaan saya, saya mencintai Accenture, saya mencintai pekerjaan saya, saya menyukai Accenture, saya mencintai pekerjaan saya, saya mencintai Accenture. Saya mencintai pekerjaan saya, saya mencintai Accenture." Meninggalkan pekerjaan adalah kegagalan. Apakah saya berani mengakui pada diri sendiri bahwa saya tidak bahagia, bahwa saya tidak tahu siapa saya? Saya tidak dapat benar-benar berbicara dengan dokter, saya sangat tersendat.

Dan kemudian ia berkata kepada saya, "Apa yang Anda inginkan saat masih kecil?" Sekarang dengarkan, saya tidak akan mengatakan bahwa saya ingin membalap mobil dan motor. Ia pikir saya cukup gila. Dan saat saya meninggalkan kantornya, ia memanggil saya kembali, dan ia berkata, "Saya pikir sudah saatnya berhenti berjuang dan melakukan sesuatu yang berbeda."

Saat pintu itu tertutup di belakang saya, dengan keheningan di luar kantor dokter yang kita semua tahu, dada saya terasa sakit dan saya tidak tahu hendak melangkah ke mana. Saya tidak tahu, namun saya tahu bahwa permainannya sudah selesai. Saya pulang ke rumah karena sakit di dada saya tak tertahankan. Saya memutuskan untuk keluar untuk berlari - sungguh bukan hal yang sangat masuk akal untuk dilakukan. Saya terus berlari sesuatu yang saya tahu betul. Saya tahu berlari tersebut layaknya saya mengenal punggung tangan saya; saya selalu menjalankannya dengan sempurna, dan saya tidak pernah jatuh - tidak pernah gagal - mungkin karena saya selalu percaya bahwa saya dapat melihat.

Dan ada batu karang di pantai yang selalu saya lewati; saya tidak pernah jatuh di atasnya - tidak pernah. Tapi hari ini, saya patah hati, marah, dan menangis, dan saya tidak melihat batu itu, dan saya pun terjatuh, hancur, terbentur batu karang. Terluka, jatuh di atas batu karang ini pada pertengahan Maret, pada tahun 2000, dalam cuaca khas Irlandia, pada hari Rabu! Kelabu, ingus, air mata di mana-mana-saya dengan konyolnya mengasihani diri sendiri. Saya begitu terpukul dan terluka. Dan saya marah. Dan saya tidak tahu harus berbuat apa, saya sempat duduk di sana beberapa lama dan bertanya pada diri sendiri bagaimana saya bisa turun dari batu ini - karena siapakah saya? Apa yang akan saya lakukan? Dan saya memikirkan ayah saya, dan saya pikir ia akan sangat kecewa dengan saya! Saya tidak lagi dapat merasakan angin di wajah saya seperti apa yang telah ia ajarkan untuk saya rasakan.

Saya terus berpikir berulang-ulang dalam pikiran saya, Apa yang terjadi? Di mana kesalahan saya? Mengapa saya tidak mengerti? Dan tahukah Anda bagian yang luar biasa dari itu? Saya tidak memiliki jawabannya - saya telah kehilangan kepercayaan saya. Lihatlah ke mana kepercayaan telah membawa saya. Dan sekarang saya telah kehilangannya, dan sekarang saya benar-benar tidak bisa melihat. Saya kusut. Kemudian saya ingat memikirkan pertanyaan dokter mata itu: "Apa yang Anda inginkan? Tidakkah Anda pikir Anda harus melakukan sesuatu yang berbeda? Apa yang kamu suka? Anda ingin menjadi apa? Apa yang Anda inginkan saat Anda masih kecil? Lakukan sesuatu yang berbeda. Anda ingin menjadi apa? Lakukan sesuatu yang berbeda."

Dan pelan-pelan, perlahan, pelan-pelan hal itu terjadi - dan hal itu memang terjadi seperti ini. Dan kemudian begitu menit itu tiba, itu meledak di kepala saya dan menghancurkan hati saya: sesuatu yang berbeda. Dokter mengatakan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Lakukan sesuatu yang berbeda. Nah, bagaimana dengan Mowgli dari The Jungle Book? Anda tidak mungkin berbeda lebih dari itu!

Pada saat itu - maksud saya saat itu - ini mengejutkan saya seperti sinar matahari yang tak terduga. Rasanya seperti woo hoo - sesuatu yang dapat saya percaya. Tidak ada yang bisa mengatakan tidak pada saya. Ya, Anda dapat mengatakan bahwa saya tidak bisa menjadi seorang arkeolog, tapi tidak ada yang dapat mengatakan bahwa saya tidak bisa menjadi Mowgli, karena tidak ada yang pernah melakukannya sebelumnya! Jadi saya akan melakukannya - dan tidak masalah apakah saya laki-laki atau perempuan.

Jadi saya turun dari batu itu, dan, oh astaga, apakah saya pulang berlari ke rumah? Saya melesat cepat untuk pulang, dan saya tidak jatuh dan saya tidak jatuh. Saya berlari menaiki tangga, dan saya meraih buku favoritku sepanjang masa, Travel on My Elephant oleh Mark Shand. Saya mengeluarkan buku ini, dan saya berkata, "Saya tahu apa yang akan saya lakukan. Saya tahu bagaimana menjadi Mowgli. Saya akan pergi berkeliling India di punggung seekor gajah. Saya akan menjadi pawang gajah."

Saya tidak tahu bagaimana saya akan menjadi pawang gajah - dari konsultan manajemen global hingga pawang gajah? Saya tidak tahu bagaimana caranya. Saya tidak tahu bagaimana Anda menyewa seekor gajah; Saya tidak berbicara bahasa India. Saya belum pernah ke India-saya tidak tahu. Tapi saya tahu saya akan melakukannya. Karena ketika Anda membuat keputusan pada waktu yang tepat di tempat yang tepat, alam semesta mewujudkannya untuk Anda-tapi saya tidak tahu bagaimana caranya.

Tapi ini bukan sekadar perjalanan gajah konyol. Diakui, saya perlu menjalani "ya" daripada berurusan dengan "tidak," dan saya perlu menemukan kepercayaan diri saya sendiri. Tapi perjalanannya menjadi jauh lebih banyak, karena semakin saya memikirkan perjuangan saya dengan identitas saya sebagai penyandang disabilitas dan melupakan rasa kasihan dan penglihatan saya, saya mulai memikirkan 1 miliar orang di dunia yang terkena dampak disabilitas dan bagaimana mereka didiskriminasikan, dipinggirkan, dan ditinggalkan - dan saya tidak dapat berhenti memikirkannya. Saya ingin mengubahnya. Mengapa disabilitas menjadi seperti sebuah masalah global? Mengapa orang-orang penyandang disabilitas diperlakukan dengan buruk?

Saya hanya tidak mengerti. Karena kita hanya orang. Orang dengan disabilitas adalah orang pertama. Kami bukan memiliki kondisi medis. Kita adalah manusia. Dan, ya, sebagian dari kita tidak bekerja dengan baik, tapi kita hanyalah orang-orang seperti orang lain, dan kita memiliki hak untuk memiliki kehidupan yang kita inginkan dan menggunakan kemampuan kita dan mencapai potensi kita tanpa orang-orang yang memutuskan untuk kita siapa dan apa kita

Tidak seperti masalah sosial lainnya, kita tidak memiliki Bono atau Nelson Mandela untuk mengadvokasi keinklusifan kita. Kami tidak memiliki para pemimpin bisnis. Kami tidak memilikinya. Dan kita membutuhkan mereka. Kami membutuhkan Anda. Anda tahu sesuatu – hal ini perlu untuk dibicarakan, karena bila Anda tidak membicarakan kita, kita tetap tidak terlihat.

Hal ini menakutkan bagaimana orang-orang penyandang disabilitas dilihat atau dipahami serta diwakili. Pikirkan film James Bond. Setiap penjahat memiliki disabilitas! Pikirkan tentang Jaws - ia orang aneh. Buku Dan Brown-penjahatnya adalah albino. Saya albino. Dimana orang "nyata", bukan acara aneh atau kasus amal yang disayangkan?

Dan, Anda tahu, hal yang paling menakjubkan terjadi ketika saya memutuskan untuk menerima bahwa saya tidak dapat melihat dengan baik, ketika akhirnya menyerah, ketika saya menghentikan pertarungan dan melihat diri saya lagi, melihat dan merasakan diri saya yang dulu dan tidak membiarkan mata saya mendefinisikan diri saya – saya memiliki mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan.

Ketika saya menerima bahwa mata saya hanyalah sebagian dari diri saya dan bukan saya semua, sungguh menakjubkan, karena sembilan bulan kemudian, setelah hari itu di atas batu karang itu, saya memiliki satu-satunya kencan buta dalam hidup saya - dengan seekor gajah berukuran 7 ½ kaki yang dipanggil Kanchi. Dan bersama-sama kita akan menempuh perjalanan 1.000 kilometer melintasi India. Saya sendiri (baiklah, saya dengan enam pria India berbicara beberapa bahasa dan melakukan banyak permainan), tapi saya melakukannya sendiri. Dan hal yang paling luar biasa dan ampuh yang saya temukan bukanlah yang tidak saya capai sebelum perjalanan gajah-saya melakukannya-tapi saya percaya pada hal yang salah. Saya tidak mempercayai saya, saya yang sebenarnya, sepenuhnya diri saya. Saya menjadi orang lain.

Apakah Anda tahu seberapa banyak dari kita cenderung menjadi seseorang yang bukan diri kita? Dan Anda tahu bahwa ketika Anda benar-benar percaya pada diri sendiri, dan segala sesuatu tentang Anda, sungguh luar biasa apa yang terjadi. 1.000 kilometer tersebut berhasil mengumpulkan cukup uang untuk 6.000 operasi mata katarak-6.000 orang dapat melihat karena itu.

Tapi yang paling menakjubkan adalah, ketika saya pulang, saya berhenti dari pekerjaan saya di Accenture. Saya meninggalkannya dan menjadi wirausahawan sosial. Saya mendirikan sebuah organisasi bersama Mark Shand yang disebut Keluarga Gajah (Elephant Family), yang berurusan dengan konservasi gajah Asia. Dan saya mendirikan Kanchi, sebuah perusahaan sosial yang misinya adalah untuk melepaskan kekuatan dan nilai dari 1 miliar orang di seluruh dunia yang menyandang disabilitas, karena organisasi tersebut selalu dinamai berdasarkan nama gajah saya - karena disabilitas adalah masalah yang sangat nyata. Dan saya ingin membuat Anda melihatnya dengan cara yang positif-tidak ada amal, tidak ada rasa kasihan. Saya ingin bekerja hanya dengan pimpinan bisnis dan media untuk benar-benar membingkai disabilitas dengan cara yang menyenangkan. Dan mungkin. Bahkan dengan luar biasa. Itulah yang ingin saya lakukan. Dan saya tidak pernah memikirkan "tidak" lagi, dan tidak melihat. Sepertinya itu mungkin saja terjadi.

Namun, meskipun begitu, Anda tahu, ketika saya bepergian ke sini untuk berbicara di MDRT, saya merasa ngeri. Saya berbicara, tapi ini adalah penonton yang luar biasa. Ini adalah audiensi terbesar yang pernah saya ucapkan di depan orang, dan saya terus berpikir selama 48 jam terakhir, Apa yang saya lakukan di sini? Saya bukan orang terkenal Saya bukan selebriti atau hot shot. Saya hanya seorang wanita dengan sebuah cerita dan misi. Ini mengingatkan saya pada bagaimana rasanya ketika saya melakukan perjalanan untuk berbicara di TED pada tahun 2010 ketika saya tidak berpikir saya bisa melakukannya. Dan saya harus mengingatkan diri sendiri sebelum naik panggung pagi ini karena menjadi saya sudah cukup baik. Ini adalah sesuatu yang harus terus mengingatkan diri Anda. Hal itu tidak terjadi dengan mudah.

Dan beginilah saya berada di sini. Inilah saya, saya seutuhnya, mata yang lemah dan semua-17 tahun setelah saya keluar dari "lemari besi" - pemimpi berbahaya, seseorang yang telah menari dalam 17 tahun terakhir dengan kehilangan, kesedihan, sukses besar, beberapa penghargaan, pernikahan yang rapuh, jatuh cinta lagi, dan kehilangan bisnis dan membangunnya lagi. Saya telah merasakan ketakutan dan takut; saya gagal dengan gilanya dan mencapai dengan ajaibnya. Saya tidak istimewa, tapi saya adalah saya, dan saya telah belajar setiap kesuksesan dan setiap kegagalan saat saya mencoba menjadi orang lain, saya membuat kesalahan. Bahwa ketika saya menyembunyikan sebagian diri saya, saya terjatuh lagi. Kita semua menyembunyikan banyak dari diri kita sehingga sangat putus asa sehingga orang akan menilai kita. Kita semua takut menjadi rentan karena takut dipandang lemah.

Tapi apa yang telah saya pelajari adalah bahwa kita memiliki pilihan bagaimana menanggapi sesuatu, dan itu membuat perbedaan terbesar. Saya telah belajar bahwa ketika saya benar-benar menerima diri saya sepenuhnya, saya mencapai potensi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya - untuk satu hal, saya pasti tidak akan berdiri di atas panggung ini.

Saya telah menemukan bahwa jika Anda tidak pernah menyerah, Anda akan selalu menemukan jalan. Karena jika Anda tidak menyerah, kebanyakan hal mungkin terjadi; Jika Anda bersedia bersikap fleksibel dan mungkin melakukannya dengan cara yang berbeda, Anda dapat mewujudkannya. Dan buktinya? Anda tahu, saya memang bisa mengendarai mobil itu. Saya berkendara sekitar 97 kpj di sekitar sirkuit Grand Prix Malaysia, lima lap, dan tidak pernah lepas landas. Dan coba tebak? Saya berlari melawan seorang yang buta - dan itu sangat fenomenal.

Saya telah belajar bahwa dalam kesulitan dan perjuangan ada kesempatan yang menakjubkan. Tahun lalu, saya berdiri di panggung MDRT, panggung yang jauh lebih kecil, dan pada saat ketakutan, ditambah dengan tentangan terhadap pria yang telah memberi tahu saya malam sebelumnya bahwa mimpi saya terlalu besar dan saya harus memainkan yang kecil, dan menyerah atas rencana-rencana besar saya, saya mengatakan kepada para peserta bahwa saya akan membuktikan bahwa ia salah. Dan para peserta hari itu sangat menakjubkan dan mendukung. Mereka memberi saya keberanian untuk pergi keluar dan berjuang untuk apa yang saya inginkan. Dan saya sangat bangga mengatakan bahwa dalam enam minggu, saya akan melakukan apa yang pria itu katakan kepada saya bahwa saya tidak akan pernah melakukannya. Saya akan memenuhi impian masa kecil saya yang kedua dan menjadi cowgirl dan menunggangi kuda sepanjang 1.000 kilometer melalui Amerika Tengah untuk memulai kampanye global untuk menempatkan disabilitas pada Global Business Agenda.

Ketika saya memulai pekerjaan ini 17 tahun yang lalu, tidak seorang pun pengusaha korporat yang mau berbicara dengan saya-tidak seorang pun. Dengan kampanye bersejarah ini, melawan segala kemungkinan, kita akan bekerja sama dengan tujuh merek terbesar di dunia dengan ambisi mencapai 100 juta orang! Cowgirl, pawang gajah dari Irlandia ini menolak menyerah, karena saya percaya hal itu harus terjadi, dan saya telah dengan tegas mengetahui bahwa satu-satunya cara kita dapat membuat sesuatu terjadi adalah jika kita percaya bahwa kita dapat membuat sesuatu terjadi.

Jadi sebelum saya pergi dan mengenakan topi cowgirl saya, saya ingin mengakhiri dengan mengatakan beberapa hal:

Terima kasih, MDRT, karena telah mempercayai saya. Terima kasih. Perjalanan ini dimulai bersama Anda. Kita seharusnya tidak melupakan efek perilaku dan kepercayaan kita terhadap orang lain dan betapa pentingnya memiliki orang yang tepat di sekitar kita. Ingat kekuatan saat seseorang percaya pada Anda. Saya di sini karena begitu banyak orang lain percaya kepada saya.

Hidup Anda tidak didefinisikan oleh satu hal, satu label, satu cerita - Anda harus memulai dari awal setiap hari.

Luangkan waktu untuk berinvestasi dalam mimpi dan hasrat jiwa Anda, tapi terlebih berinvestasilah pada diri Anda. Selalu dengarkan naluri dan hati Anda, dan investasikan untuk belajar tentang diri Anda sendiri - diri sejati Anda - karena di situlah letak debu emas. Semakin baik kita menjadi diri kita sendiri, maka kita adalah pebisnis, pasangan, anggota keluarga, dan teman yang terbaik.

Saya telah belajar bahwa mobil dan motor dan gajah bukanlah kebebasan. Menjadi benar-benar diri Anda sendiri adalah kebebasan.

Dan saya tidak perlu menjadi sempurna; saya tidak pernah membutuhkan mata untuk melihat-tidak pernah. Saya hanya membutuhkan visi dan keyakinan. Dan jika Anda benar-benar percaya, dan maksud saya benar-benar percaya dari lubuk hati Anda, Anda dapat mewujudkannya.

Saya ingin menjadi bagian dari membuat dunia di mana setiap orang menjadi bagian dari sebuah kenyataan. Kita perlu mewujudkannya. Dan saya tidak akan menyerah. Karena setiap orang dari kita-wanita, pria, gay, lurus, disabilitas, sempurna, normal, apa pun - pastilah yang terbaik dari diri kita sendiri. Saya tidak lagi ingin ada yang tak terlihat. Kita semua harus disertakan. Dan hentikan memberikan label-label - membatasi label - karena kita bukan toples selai. Kita dengan mengagumkannya adalah orang yang luar biasa, berbeda.

Dr. Caroline Casey, adalah seorang petualang dan juga pebisnis wanita yang hasrat dan ambisinya untuk menempuh kehidupan tanpa pembatasan dan tanpa label sungguh menular. Seorang penasihat, mentor, anggota dewan dan pembicara internasional, Casey memiliki kemampuan yang nyata untuk membangun hubungan dengan orang-orang. Sejak mengambil sebuah keputusan pada usia 28 yang merubah hidupnya untuk meninggalkan karirnya yang sukses sebagai seorang konsultan manajemen dan melakukan perjalanan menjelajah India dengan menunggang seekor gajah, ia telah dikenal atas pendekatan kepeloporannya yang inovatif untuk mengubah perilaku dan persepsi tentang disabilitas dengan berfokus pada bisnis dan media. Meskipun telah menjadi penerima banyak hadiah dan penghargaan, Casey percaya bahwa kesuksesan sejati hanya datang kepada mereka yang tidak pernah menyerah, dan selalu berusaha keras untuk menjadi diri mereka sendiri, sesuatu yang bahkan masih terus diusahakan oleh dirinya.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments